
Rio, Julian dan Aldi memanfaatkan waktu tersebut untuk menciptakan moment istimewa dengan wanita yang selama ini menjadi target namun tidak pernah kesampaian. Siapa lagi kalau bukan Lina, Lia dan Ika.
Mereka ber enam bermain banana Boat, sedangkan Alvin, Rendi dan Riani hanya duduk di sebuah gazebo yang berada di pinggir pantai.
Alvin terus melihat Riani yang sedang termenung entah apa yang ada yang ada dipikirannya.
dan Rendi pura-pura ke toilet saat melihat Alvin terus mencuri-curi pandang dari Riani, Rendi tau jika Alvin sudah mulai menyukai Riani.
“Riani, ikut gue” Ucap Alvin saat Rendi telah pergi.
“Ke mana” Tanya Riani.
“Ikut aja” Ucap Alvin dan menarik tangan Riani.
Kejadian itu mengukir senyum Rendi “Huuuu,,, Vin, Vin kalau lo bilang mau bicara dengan Riani pasti dari tadi gue sudah memberikan kalian berdua waktu” Gumam Rendi yang melihat kearah Alvin dan Riani dengan senyuman.
“Vin Ngapain kita ke sini? Tanya Riani saat berada di dalam kamar Alvin.
Alvin tidak menjawab, Alvin hanya menoleh kepada Riani lalu mengunci pintu dan itu membuat Riani sedikit ketakutan.
Pikiran Riani sudah ke mana-mana dia tau kalau Alvin adalah playboy, Riani terus mundur hingga badannya telah berada didinding dan sudah tidak bisa menghidar dari Alvin yang semakin dekat dengannya.
“Vin, lo mau ngapain” Ucap Riani yang sudah ketakutan, Riani ingin melawan namun Riani tidak punya daya apapun.
“Duh, kenapa badan gue lemas gini ya? Kalau Alvin Ngapa-ngai gue gimana? Ya Allah lindungi aku” Batin Riani
Riani yang sudah tidak bisa ngapa-ngapain hanya bisa menutup mata dan berharap Alvin menjauhinya namun Alvin malah memeluknya dengan erat.
“Aduh, kenapa dia peluk gue lagi, jangan-jangan dia mau ….” Batin Riani dan spontan Riani seakan punya kekuatan dan mendorong Alvin hingga Alvin melepaskan pelukannya dan mundur beberapa langkah.
“Vin, lo jngan macam-macam, gue bukan wanita murahan” Ucap Riani namun hanya mendapat senyuman manis dari Alvin.
“Siapa juga yang mau macam-macam haaaa” Ucap Alvin sambil kembali mendekat kearah Riani.
“Lo”
“Jadi orang jangan terlalu berfikiran kotor” ucap Alvin sambil menyentil kening Riani.
“Awww…gue nggak akan berpikiran kotor kalau lo nggak kurung gue dan memeluk gue” Ucap Riani kesal.
“Ok, maaf ya, jujur gue nggak ada niat buat macam-macam sama lo, gue cuman mau bicara bedua aja sama lo, ayo duduk” Ucap Alvin dan menarik tangan Riani agar mau ikut duduk dengannya di sofa.
“Ri, Gue minta maaf ya, tadi sudah marah-marah sama lo”
“hmmm”
“Ri, lo janji ya jangan ngilang-ngilang lagi”
“hmm”
“Ri, Gue minta lo janji sama gue”
“hmmm”
“Lo kenapa sih, setiap di Tanya jawabannya hanya hmm, apa mau tu mulut gue paksa bicara menggunakan mulut gue? Perkataan Alvin tetap tidak membuat Riani mengahiraukannya.
__ADS_1
Alvin yang kesal dengan sikap Riani menarik kepala Riani, sehingga mereka bertatapan dan tanpa permisi Alvin langsung nyosor mencium bibir Riani yang sedari tadi sangat menggoda bagi Alvin.
Mata Riani terbelalak saat mendapat serangan dari Alvin secara tiba-tiba, Riani mencoba melepaskan diri namun Alvin menahannya dengan kuat sehingga Riani tidak berhasil.
Setelah puas Alvin mencium Bibir Riani Alvinpun melepaskan Riani dan bersikap seperti tidak terjadi apa-apa.
“Ini orang sudah main nyosor masih bisa bersikap seperti ini, awas aja” Batin Riani.
“Kalau mau ngatain jangan di umpat dalam hati, bicara aja langsung” Sindir Alvin yang seakan yakin kalau Riani sedang
membicarkannya karena telah main Nyosor aja.
“Bagaimana lo tau” Tanya Riani
“Taulah”
“Ihhhhh, lo ya memang nyebelin, lo kenapa nyium gue apa belum cukup lo 2 kali peluk gue? Dasar pria mesum” Ucap Riani Kesal.
“Biasa aja cuman cium dan peluk lo udah seperti kebakaran jenggot, hal seperti itu biasa kali, seperti lo baru pertama kali aja” Ucap Alvin tanpa merasa berdosa.
“Emang lo pikir gue cewe apaan? Ucap Riani melemah dan air matanya menetes.
“Hei, lo kenapa? Gue nggak apa-apain lo? Jangan bikin gue takut dong, gue minta maaf kalau sudah berlebihan, habisnya lo setiap gue nanya hanya hmm terus mana lo nggak dengarin sih apa kata-kata gue” Bujuk Alvin.
“Hi..hi..Gue itu udah janji sama diri gue sendiri nggak akan lakukan hal-hal itu sampai gue nikah” Ucap Riani sedih
“Maaf, Gue minta maaf, jadi lo nggak pernah ciuman dan pelukan sebelumnya? Tanya Alvin dan Rianipun mengangguk.
Alvin merasa bersalah tetapi juga senang karena dia mendapat ciuman dan Pelukan pertama Riani, sebenarnya Alvin juga sama, bagi dia Pelukan dan Ciuman bersama Riani adalah yang pertama kali.
Alvin terus meminta maaf sampai Riani memaafkan Alvin. Saat semua sudah kembali membaik Alvin dan Riani kembali ke Gazebo di sana telah ada Rendi.
“Kalian dari mana?” Tanya Rendi pura-pura padahal dia tau Alvin dan Riani baru dari kamar Rendi bahkan dia melihat semua yang terjadi di dalam kamar.
“Kita dari jalan-jalan aja” Ucap Alvin santai.
“Ok, Vin lo udah berani bohongin gue, tunggu aja akan gue buat lo nyesal” batin Rendi
Riani yang sudah bosan pamit kepada Rendi dan Alvin untuk kembali ke Villa.
“Vin, lo suka sama Riani? Tanya Rendi saat mereka tinggal berdua.
“Nggak” Jawab Alvin.
“Baguslah”
“Kok Bagus”
“Ya, bagus karena gue nggak perlu saingan sama lo”
“Maksud lo, jangan bilang lo suka sama Riani”
“Emang apa yang salah kalau gue suka sama dia, lagian dia kayaknya masih sendiri deh”
“Lo jangan macam-macam, mau lo ke manain cewekloh itu? Bukannya lo masih menunggu kedatangannya?"
__ADS_1
“Kayaknya gue udah nggak akan menunggguin dia, gue udah suka sama Riani, lagian cewek gue itu kan udah nggak ada kabar dari beberapa bulan ini".
Alvin yang mendengar pengakuan Rendi terlihat kesal, Alvin tidak tau jika Rendi hanya membalas kebohongannya tadi.
“Rasain lo, sakit hati kan, kalau cinta bilang vin, lagian gue tau lo itu suka sama Riani, emang lo pikir gue buta apa? Perhatian lo ke Riani itu jauh beda dengan perlakuan lo kepada cewek-cewek lain, dan anggap saja ini pembalasan karena lo udah bohongi gue” Batin Alvin
Sejak dari Rendi mengatakan perasannya tentang Riani, Alvin tidak pernah membiarkan Riani sendirian, dia takut jika Rendi akan mendekati Riani.
3 hari di pulau milik keluarga Alexander membuat Riani, Lina, Ika dan Lia semakin dekat, Riani tidak lagi bersikap dingin.
Riani pun telah menyadari perasaan Alvin tapi Riani pura-pura tidak mengetahuinya.
Saat perjalan pulang dari Pulau Alvin dan teman-teman ingin mengatar Riani pulang agar mereka mengetahui tempat tinggal Riani, namun Riani menolak.
Melihat muka teman-temannya yang kecewa Riani berjanji suatu saat akan membawa mereka kerumahnya tapi belum saat ini.
Karena Riani tidak ingin di antar kerumahnya terpaksa mereka pergi ke restoran bunda Rita sekalian makan malam di sana.
“Ri, kenapa lo diam?” Tanya Lina yang sedari tadi memeperhatikan Riani .
“Nggak kenapa-napa” Ucap Riani.
“Bagaimana aku bisa menyelidiki kematian kakek kalau akau terus bersama mereka” Pikir Riani saat teman-temannya asik bercanda”
“Ini, Udah larut ayo kita pulang” Ucap Rio.
“Ok, kita pulang sekarang, Ri lo yakin nggak mau kita antar pulang? Tanya Alvin kembali memastikan kepada Riani.
“Iya gue nanti pulang sendiri, kalian hati-hati ya” Ucap Riani.
“Okelah, lo juga harus hati-hati dan sampai ketemu besok di sekolah ya” Ucap Alvin sambil memandang wajah Riani lalu segera beranjak keluar karena telah dipanggil oleh teman-teman yang lain.
“Kenapa hati aku tidak karuan begini ya, apa karena beberapa hari ini selalu bersamanya sehingga sekarang aku merasa berat untuk jauh dari dia ya” Batin Alvin saat melangkhkan kaki untuk keluar dari restoran .
“Vin, Aku sayang kamu tapi mungkin ini malam akan jadi malam terakhir buat kita. Lina, Lia, Ika terima kasih kalian sudah menjadi sahabatku, Gue bahagia pernah miliki kalian. Julian, Rendi, Aldi kalian teman yang baik aku senang bisa kenal kalian, semoga kita bisa bertemu dilain waktu” Guman Riani saat melihat semua teman-temannya melambaikan tangan kepadanya sebelum mereka meninggalkan Restoran.
Lalu Riani meminta readers untuk vote, like, komen, dan menyimpan novel ini sebagai favorit🤭🤭🤭
.
.
.
.
.
Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘
Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊
Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘
Author: Hilma Maara👩💻
__ADS_1