Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 6 (Jadi Pelayan)


__ADS_3

BACK ON


Anggika terus berjalan menyusuri kota F bagian selatan di Negara Jepang yang merupakan kota kelahirannya sambil memikirkan arah yang akan Ia tuju karena hari ini Ia bukan lagi keluarga Pranata.


Hari yang sudah mulai gelap memaksakan Anggika untuk segera mencari taksi yang bisa mengantarkannya kearah yang akan menjadi tujuannya.


Tanpa Terasa taksi yang Anggika gunakan telah melaju meninggalkan Kota F dan menuju kota A dibagian Utara.


Setelah menempuh perjalanan 7 jam akhirnya Anggika sampai dipusat kota A dan telah menempati sebuah apartement sederhana yang telah Ia beli saat masih dalam perjalanan karena Ia tahu akan sampai pada waktu yang sangat larut.


Namun sebelum sampai di Apartement Anggika telah membeli segala keperluannya yang akan Ia gunakan di Apartement.


Sesampainya di Apartement Anggika segera membersihkan diri lalu istrihat karena Ia sudah sangat kelelahan.


Ke esokan harinya Anggika bangun sangat pagi karena ia harus pergi kesekolah barunya. Ya saat dalam perjalanan semalan Anggika telah mendaftarkan dirinya kesalah satu sekolah ternama di kota A melalui sebuah situs online.


Setelah semua persiapan selesai Anggika pergi kesekolah dengan menggunakan taksi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kokusai High School


“Anak-anak hari ini kita kedatangan siswa baru” ucap salah satu guru


“Mana siswanya bu? Tanya salah satu siswa


“Silahkan Masuk nak”. Ucap sang Guru. Dan Anggikapun masuk ke dalam kelas dengan Aura dinginnya.


“Silahkan Perkenalkan nama kamu” Perintah sang Guru


“Nama saya Anggrianita Putri, panggil saja Riani” Ucap Anggika singkat.


Ya Anggika telah memutuskan untuk mengganti namanya karena ia tidak mau lagi berhubungan dengan keluarga Pranata.


#Untuk sementara nama Anggika berubah menjadi Riani dulu ya teman-teman.


😍


“Tidak ada lagi yang ingin kau sampaikan Riani? Tanya sang Guru


“Tidak ada” Jawab Riani singkat. Sehingga membuat siswa yang ada dikelas saling membicarakan sikap Riani yang begitu dingin.


Rianipun diminta duduk ditempat yang kosong, lalu pelajaran kembali berjalan dengan lancar hingga terdengar suara bel istrahat.


“Hai Anak baru, kenalkan nama saya Rosalina Kartajaya panggil saja Lina, dan ini teman-teman saya namanya Adelia Candrawinata panggil saja Lia, dan yang satunya Aliska Davinson Panggil saja Ika. Ucap Lina dengan lembut


“Hmm” Jawab Riani


“Ayo kita makan yuk” Ucap Lia seraya mengajak Riani dan teman-temannya.

__ADS_1


Riani yang terus diajak oleh Lina dan kawan-kawan akhirnya mengikuti mereka ke kantin. Sesampainya dikantin Lina memesankan makanan untuk teman-teman dan juga riani.


Kedatangan Mereka dikantin membuat heboh karena ternyata mereka adalah para primadona sekolah itu, ditambah lagi kehadiran Riani ditengah-tengah mereka yang sangat cantik sehingga membuat mereka makin dikagumi.


Sedangkan ditempat lain terlihat ada segerombolan Pria yang terus menatap kearah Riani dan kawan-kawan.


“Vin kamu liat cewek itu, cantik bangat”Ucap Rendi kepada Alvin sambil menunjuk kearah Riani


“Terus? Kalau dia cantik kenapa? Tanya balik Alvin kepada Rendi


“Apa kamu tidak mau menjadikan dia targer selanjutnya? Dia sangat cantik Vin, Rugi jika dilepaskan” Ucap Julian


“Kenapa sih, kalian suka sekali menjadikanku kambing hitam untuk mendekati cewek-cewek cantik, kalau kalian mau kenapa bukan kalian saja yang mendekatinya. Kalian kan tau aku tidak suka dengan cewe-cewe begituan pasti hanya menyusahkan”. Ucap Alvin


“Ha…ha..ha.. kamu udah sadar vin? Ucap teman-teman Alvin sambil menertawakan Alvin karena mereka sangat mengetahui sifat playboy Alvin yang sudah mendarah daging.


“Haaa.haa…Vin Benaran kamu sudah sadar? Kok aku tidak percaya ya..”Ucap Rio masih dengan tawanya


“Lo yang benar aja, Alvindo Alexander seorang anak tunggal dari pengusaha terkaya sadar, itu ngak mungkin. Lagian Alvin mana bisa melewatkan gadis cantik. Hahaha” Ucap Aldi


“Diam” ucap Alvin kesal.


Teman–temannya pun diam karena mereka tau jika Alvin marah akan sangat menyusahkan bagi mereka.


“Aku akan mendekatinya dan akan meminta nomornya sekarang tapi dengan syarat jika aku bisa melakukannya kalian harus mau jadi pelayanku selama sebulan.” Ucap Alvin karena ia masih merasa kesel dengan teman-temannya yang baru saja menertawainya.


Tanpa menunggu lama Alvin mendekati tempat duduk Riani dan kawan-kawan.


“Hay. Lin bisakah aku bergabung dengan kalian?” Tanya Alvin kepada Lina


“Hmmm… tumben lo, mau gabung denganku, apa lo punya rencana sesuatu? Tanya Lina ketus


“Lo, jangan gitu dong kita kan sepupuan masa lo ngak ngebolehin gue gabung dengan teman-teman lo” Ucap Alvin dengan nada menggodanya.


“Bilang aja kalau lo mau kenalan sama dia” ucap Lina sambil menunjuk Riani


“Nah, itu lo tau”. Ucap Alvin


“Jangan lo ganggu dia, awas saja jika lo berani macam-macam, akan aku laporkan kelakuanmu kepada paman Martin” Ancam Lina


“Kamu, ini aku hanya ingin kenalan saja, kenapa kamu sampai segitunya. Lagian dia pasti mau kok kenalan denganku” ucap Kevin dengan percaya diri lalu memberikan tanggannya kepada Riani sebagai tanda perkenalan.


“Kenalkan namaku Alvindo Alexander, Pewaris kekayaan Alexander dan pria paling ganteng di sekolah ini” Ucap Alvin dengan membanggakan dirinya.


Lina, Lia, dan ika hanya saling manatap sedangkan Riani tidak menghiraukan Kevin, Ia terus saja sibuk dengan makanannya sehingga membuat kevin kesal. Karena baru kali ini ada yang tidak mau tau dengannya.


“Vin, dia tidak mau kenalan denganmu, jadi silahkan pergi dari sini, kau menganggu waktu makan kami, ucap lina pada Alvin.


Alvin yang sudah kesal karena mendapat perlakukan yang tidak pernah ia duga, segera kembali kemeja teman-temanya dengan muka kesal dan sedikit merasa malu karena banyak yang melihat kejadian dimana ada yang tidak mau berkenalan dengannya.

__ADS_1


“Vin, Kenapa muka lo? Ucap Julian


“Vin, Bagaimana Berhasil? Ucap Rio


”Vin, Jawab dong. Ucap Julian


“Dia tidak mau berkenalan denganku, jadi aku tidak mendapatkan nomornya”. Ucap Alvin dengan sangat pelan karena Ia tau hal itu akan menjadi bahan tertawaan teman-temannya.


“Haaaa…”Ucap Keempat temanya.


“Vin baru kali ini ada yang tidak mau berkenalan denganmu, bukannya setiap wanita yang melihatmu selalu ingin memilikimu? Emang apa yang kau lakukan sehingga dia tidak mau berkenalan denganmu? Tanya Aldi


Alvinpun menceritakannya, namun teman-temannya makin penasaran dengan teman baru Lina itu karena dia adalah orang pertama yang tidak mau kenal Alvin.


“Vin, terus bagaimana dengan perjanjian kita tadi? Apa dibatalin aja? Tanya Rio


“Aku akan tetap mencari cara untuk kenalan dengannya jadi jangan batalkan perjanjiannya, kalian harus siap-siap jadi pelayanku, karena aku pasti akan segera tau namanya dan akan mendapatkan nomornya. Ucap Alvin dengan percaya diri.


“Apa kamu yakin?” Tanya Aldi


“Yakin” jawab Alvin


“Jika kamu gagal gimana?” Tanya Aldi


“Kalian bisa minta apa saja dari aku” Jawab Alvin Singkat.


“Walaupun kau jadi pelayan kita? Tanya Aldi Ragu-ragu.


“hmmmm………………..Ok” Tapi beri aku waktu satu minggu, jika sebelum satu minggu aku berhasil maka kalian yang jadi pelayanku selama satu bulan tetapi jika aku gagal aku akan jadi pelayan kalian berempat selama seminggu. Gimana?” Ucap Alvin


“Ok. Deal” Jawab Aldi yang diangguki oleh teman-teman lainnya.


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘


Author: Hilma Maara👩‍💻

__ADS_1


__ADS_2