Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 2 (Tidak Sengaja)


__ADS_3

BACK OFF


Keluarga Pranata merupakan keluarga konglomerat yang sangat dikenal kejayaannya. Ditangan tuan Surya Pranata keluarga Paranata menjadi keluarga terkaya di Asia.


Keluarga Pranata awalnya sangat harmonis. Setiap hari di Mansion Pranata selalu dimeriahkan dengan canda dan tawa anak-anak. Ya, mereka adalah putri tuan Arya dan nyonya Diana yang mereka beri nama Anggika dan Karlina, mereka sangat menyayangi kedua anaknya. dan kedua anak gadis cantik itupun saling menyayangi dan mengasihi. Mereka berdua selalu bersama saat bermain, belajar, tidur bahkan makanpun harus bersama.


Sampai suatu ketika, saat perayaan ulang tahun Karlina yang ketujuh semua berubah.


“Anggika sayang, panggilkan kakakmu ya nak” ucap lembut sang nyonya.


“Iya bu” jawab Anggika.


“Kakak ayo cepat turun, dibawah sudah banyak orang” kata Anggika saat memasuki kamar Karlina.


“Iya dek, tunggu sebentar ya, Kakak masih mau memakai sepatu ini dulu”. ucap sang kakak sambil memperlihatkan sepatu yang baru saja ia ambil dari lemari sepatu.


Anggika yang sudah tidak sabar menikmati pesta ulang tahun kakaknya ditaman, segera menarik tangan kakaknya setelah ia melihat kakaknya telah selesai memakai sepatu tersebut.


Na'asnya saat mereka menuruni anak tangga tiba-tiba Karlina terjatuh karena Anggika yang menarik tangannya dengan kuat dan sedikit berlari.


“Aaaaaaa….aww….” teriak Karlina saat tubuhnya terjatuh dari tangga.


"Astaga, Nona Karlina. To..lo..ng... To..lo..ng..." Ucap Pelayan Mansion yang sedang melewati tangga


"Astaga, kenapa in bisa terjadi? Cepat beritahu tuan Arya dan nyonya Diana." Ucap salah satu tamu undangan kepada sang istri


"Tuan, Nyonya. No...na Kar...lina, hmmm.. Nona Karlina di..a..." ucap istri salah satu tamu undangan


"Kamu kenapa? Ada apa dengan Karlina?" ucap tuan Arya

__ADS_1


"Bicara yg jelas nyonya, kenapa dengan putriku? ucap nyonya Diana


"No...na Kar...lina Jatuh dari tangga" Ucapnya


"Apa" Jawab tuan Arya dan Nyonya Diana serentak dan segera berlari menghampiri Karlina


Mendengar berita itu, semua yang ada ditaman langsung mengikuti tuan Arya dan nyonya Diana masuk kedalam Mansion. Mereka sangat terkejut dengan kejadian itu, terlebih untuk tuan Arya dan nyonya Diana yang histeris melihat anaknya sudah berlumuran darah dilantai.


“Karlina, ban..gun sayang, kamu yang kuat nak, hiiiks...ha...ri ini ulang ta...hunmu sayang, ayo bangun kita mulai acaranya, hiiks...ka...mu harus tiup lilinnya dan berikan ibu kue potongan pertama, hiks..hiks...Ib..u sudah menyi...apkan hadiah untuk...mu sayang. Ucap sang nyonya sambil menangis.


“Bu, hentikan tangisanmu kita harus membawa Karlina kerumah sakit”. Ucap sang ayah.


Arya dengan sigap langsung memopong tubuh Karlina kedalam mobil tanpa memperdulikan tamu yang ada, dengan menggemudikan kecepatan tinggi akhirnya mobil tuan Arya hanya membutuhkan waktu 15 menit sampai di Rumah Sakit terdekat dari mansionnya. Tanpa banyak mebuang waktu tuan Arya langsung memopong anaknya kedalam Rumah Sakit.


“Suster,, Dokter… tolong bantu anak saya. Ucap ayah arya dengan nada berteriak saat masuk kedalam rumah sakit


“Kamu buta ya, anak saya sudah penuh dengan darah kamu masih banyak nanya? Kata arya dengan membentak


kepada sang dokter yang juga merupakan dokter pribadi keluarga Pranata


“Ma…ma…af tuan. Letakkan nona Karlina diruangan itu, sambil menunjuk salah satu kamar yang dekat dengan mereka.


“Tuan…Nyonya kalian tunggu disini, biar saya periksa dulu kondisi nona Karlina" Ucap sang dokter


“Baik, lakukan yang terbaik kepada anak saya, kalau sampai anak saya kenapa-kenapa kamu yang tanggung jawab”. Ucap arya dengan tegas sampai orang-orang disekitar merasa takut akibat aura yang diberikan oleh Arya.


“Baaa..iik tu..uan”. ucap dokter dengan penuh ketakutan.


"Tuan tanpa kau mintapun, pasti saya akan lakukan yang terbaik buat nona Karlina." Batin Dokter

__ADS_1


Setelah itu sang dokter yang diketahui bernama dokter Andre, bergegas memeriksa kondisi Karlina dengan teliti karena ia takut jika terjadi kesalahan sedikit saja pasti akan berakibat fatal untuk karirnya yan telah ia rintis selama bertahun-tahun terakhir. Karena dokter Andre tau bahwa pasien yang ia periksa sekarang adalah keluarga Pranata yang merupakan orang terkaya di Jepang bahkan se Asia.


Saat dokter Andre melaksanakan tugasnya, tuan arya dan nyonya Diana terus mondar mandir didepan ruangan Karlina dengan terus menangis dan sesekali berkata “Tuhan selamatkan anakku, berikan dia kekuatan”


MANSION PRANATA


“Anggika kamu tidak apa-apa nak?” Ucap tuan Surya yang merupakan kakeknya dengan lembut, karena ia tau saat ini anggika sangat ketakutan atas perbuatannya yang mengakibatkan kakaknya terjatuh, walaupun bukan karena kesengajaannya.


Anggika hanya diam tanpa mendengarkan perkataan kakeknya.


“Kakak maafkan Anggika, Anggika tau Anggika salah sudah menarik tangan kakak sampai terjatuh. kakak, Anggika tidak sengaja, maafkan Anggika” batin Anggika, sambil terus menghapus air mata yang terjatuh membasahi pipihnya dengan rasa penyesalan yang sangat dalam.


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.


Dan mohon dukungan yaaaa😍😍


Author: Hilma Maara👩‍💻

__ADS_1


__ADS_2