Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 20 (Perdebatan yang Panjang)


__ADS_3

Setelah Leon dan Riani derta tamu undangan pulang. Tuan Martin, Bunda Rita, Rendi, Rio, Aldi, Julian, Lina, Lia, Ika, Alvin dan Riani berkumpul disebuah ruangan VVIP.


“Ri, Bolehkah kau menceritakan semuanya kepada kami? Tanya Lina


“Maafkan Aku” Hanya kata itu yang berhasil keluar dari mulut Riani


“Riani, Asal kau tau nak, Alvin hampir Gila karena kau menghilang tanpa jejak, sampai sekarang Alvin masih menganggapmu sebagai pacarnya, tapi kenapa kau tega menghianatinya, kenapa bisa-bisanya kau datang dengan anak dan suamimu, apa maksudmu, apa belum cukup kau menyiksa Alvin? Ucap Bunda Rita sambil menangis.


“Tante, Maafkan aku” Ucap Riani


“Bahkan kau tidak lagi memanggilku ibu, apa karena kau telah mempunyai ibu mertua hingga kamu tidak mau mengangkapku ibu? Tanya Bunda dengan air mata yang ters mengalir


“Bukan begitu, bu? Maafkan Riani Bu


“Kenapa kau menikah dengan pria itu?


“Maaf bu”


“Riani, ibu tidak butuh maafmu tapi ibu butuh penjelasanmu”


“Maafkan aku bu, tapi aku tidak bisa menceritakan semuanya”


Alvin yang sudah tidak bisa mengontrol emosi langsung mendekati Riani dan memegang kedua bahu Riani. Alvin sudah tidak peduli dengan orang-orang yang ada diruangan itu.


“Ri, apa salahku, kenapa kau tega meninggalkanku, mengapa kau menikahi pria lain, apa kau lupa tentang kita?, Ri, ku mohon bunuh aku, jangan kau siksa aku dengan semua ini, Ri ku mohon katakan jika semua ini bohong” Ucap Alvin sambil menahan tangisnya.


Semua yang ada diruangan hanya bisa merasa iba kepada Alvin sedangkan Riani yang melihat orang paling dicintainya seperti itu langsung memeluk Alvin.


“Vin, tenangkan dirimu, gue masih ingat semua tentang kita, jadi jangan pernah ngomong seperti tadi, gie nggak suka” Ucap Riani


“Kalau kau ingat kenapa kau menikahi pria lain” Ucap Alvin sambil mendorong Riani.


“Vin, Gue belum nikah” Ucap Riani sontak semua mata menatap kearah Riani penuh selidik.


“Maksud lo apa Riani?” Terus anak itu? Tanya Lina.


“Leon adalah kakakku dan Sabrina adalah adik angkat kami tapi Sabrina memanggilku Mom dan Kak Leon Dad, tapi Sabrina tau jika gue dan Kak Leon bukan orang tuanya” Ucap Riani Menjelasakn .


Mendengar penjelasan Riani membuat Bunda Rita bahagia dia langsung memeluk Riani.


Lina, Ika dan Lia juga ikut memeluk sahabat yang sangat mereka rindukan.


“Ri, kami mohon jelaskan kenapa kau meninggalkan kami 5 tahun lalu? Tanya Rio.


“Maaf, aku belum bisa menceritakannya sekarang” Ucap Lina.


Alvin yang sangat bahagia dengan penjelasan Riani langsung memeluk Riani bahkan mencium bibir Riani. Alvin tidak perduli dengan keberadaan teman-teman dan juga orang tuanya.


“Alvin, Stop” Ucap Tuan Martin


“Maaf yah” Ucap Alvin dengan rasa malu karena telah memeluk dan mencium Riani.


Akhirnya semua bisa kembali bernafas lega dan saling menukar cerita dengan penuh senyum.


Jam telah menunjukkan pukul 11 malam Lina Cs telah pamit pulang begitupun Teman-teman Alvin tentunya dengan telah membuat janji untuk bertemu besok bahkan mereka telah memnta nomor Riani.


“Tuan, Nyonya, Vin Gue juga pulang dulu yah” Pamit Riani


“Sayang mulai sekarang kamu harus panggil bunda dan ayah oke? Pinta Bunda

__ADS_1


“Siap Bun, Kalau begitu Riani permisi dulu, Assalamu alaikum” Ucap Riani


Namun saat Riani hendak melangkah, Alvin menahannya.


“Enak aja lo main pulang, malam ini lo harus ikut ke Rumah gue” Ucap Alvin


“Tapi gue belum ijin sama kakak”


“Pokoknya lo di sini, atau gue yang ikut ke rumah lo”


“Bun, Bantuin Riani” Rengek Riani


“Yah, Tolong” Ucap Riani Memelas


“Nak, Maafkan kami tapi kamu kayaknya harus bertanggung jawab karena telah membuat anak bunda menderita 5 tahun, jadi silahkan ikuti saja kemauannya ya, tapi jika dia memukulmu baru kami akan membantumu” Ucap Bunda dengan nada menggoda.


Riani yang tidak mendapat bantuan dari nyonya Rita dan Tuan Martin terpaksa mengikuti Alvin.


Alvin membawa Riani ke Rumah pribadinya. Dengan kecepatan penuh Alvin dan Riani menyusuri jalan kota Jepang bagian utara tanpa mengeluarkan satu katapun.


Setelah sampai Alvin segera menarik tangan Riani.


“Vin, Pelan-pelan dong lo pikir nggak sakit apa lo tarik-tarik, lagian gue bukan binatang kali” Ucap Riani kesal.


Alvin tidak mendengar perkataan Riani. Alvin melepas tangan Riani saat mereka telah berada dalam kamar.


“Vin, kenapa sih lo suka bangat membawa gue kedalam kamar? Jangan-jangan lo mau ngapa-ngapain gue ya? Ucap Riani Asal.


“Boleh lo diam, lo tau gue kesal bangat sama lo, dan jika gue mau, gue bisa ngapa-ngapain lo malam ini, jadi mending lo diam. Gue mau membersihkan diri dulu” Ancam Alvin.


“Cehh… setelah 5 tahun berpisah ternyata sekarng sudah pintar mengancam ya” Guman Riani.


Beberapa menit Alvin telah selesai membersihkan diri dengan pakaian santai dia mendekati Riani yang lagi telvonan.


“Hallo, lo siapa? Ngapain lo telvonan dengan pacar gue sudah larut begini? Ucap Alvin saat telvon Riani telah berada ditangannya.


“Vin Lo apa-apaan kembalikan telvon gue” Ucap Riani dengan berusaha merebut kembali telvonnya namun tidak berhasil.


“Hei, Lo yang siapa, Ngapain lo malam-malam dengan princes gue? Tanya balik orang diseberang .


“Hei, lo jangan sembarang manggil pacar gue dengan sebutan princes, gue nggak suka” Ucap Alvin dengan emosi


.


“Siapa lo, Anggrianita Putri Albert tetap akan jadi Princes gue selamanya. Lagian sejak kapan lo pacaran dengan princes gue”


“Lo yang siapa, dan asal lo tau Riani ….” Tiba-tiba telvon terputus karena Riani telah berhasil merebut telvon dari Alvin.


“Kenapa lo matiin telvonnya? Siapa cowok itu? Tanya Alvin kesal


.


“Bukan siapa-siapa” Jawab singkat Riani.


“Bukan siapa-siapa kok panggil kamu dengan sebutan princes, jangan bilang lo udah punya pacar”.


“Kalau iya emang kenapa?”.


“Ri, lo jangan buat gue kesal”.

__ADS_1


Riani yang telah melihat raut wajah Alvin yang telah berubah murka segera memeluk Alvin dan berusaha membujuknya.


“Vin, Gue nggak punya pacar, selama ini gue hanya mencintai lo, tadi gue hanya telvonan sama kak Leon, buat minta ijin klau malam ini gue nggak pulang, jangan marah lagi ya? Ucap Riani Lembut


Alvin yang masih jengkel hanya menatap Riani sekilas lalu pergi meningggalkan Riani, sebenarnya Alvin ingin membalas pelukan Riani tapi kecemburuannya terhadap Leon yang memanggil Riani dengan sebutan princes membuatnya sangat kesal.


Riani yang sudah pusing bagaimana cara membuat Alvin berhenti marah terpaksa memasang jurus terbaik seorang wanita yaitu dengan pura-pura menangis.


Alvin yang tidak tega melihat wanita yang paling dicintainya menangis terpaksa memeluk Riani.


“Yeee, berhasil juga kan, kalau tau begini dari tadi aja gue pura-pura nangis” Batin Riani saat berada dalam pelukan Alvin.


“Ri, boleh lo jujur sama gue kenapa lo tinggal gue 5 tahun yang lalu? Tanya Alvin lembut


“Maaf gue belum bisa ceritain ke lo vin” Jawab Riani lembut


“Kalau memang begitu ya sudahlah, gue akan tungguin kapan lo bisa menceritakan semuanya ke gue”


“trima kasih vin , lo udah mau ngertiin gue”


“Ya, sama-sama, tapi itu nggak gratis”


“maksud lo vin, Gue harus bayar lo karena gue nggak mau jujur ke lo?


“Ya”


“Berapa yang harus gue bayar?”


“Gue nggak butuh uang lo”


“Trus? Lo mau ap?


“Gue mau lo harus jadi Asisten pribadi gue di kantor”


“What nggak salah tu?


“Nggak, dengan lo jadi asisten kita bisa sama-sama terus”


“Terserahlah”


Setelah capek berdebat Riani dan Alvin beristrirahat, kali ini Riani yang tidur di sofa dan Alvin yang tidur di Kasur.


Tentunya keputusan tersebut telah melewati perdebatan yang begitu panjang.


Perdebatan yang terus meminta readers untuk Vote, Like dan Komentar sehingga Author semakin semangat untuk menulis


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊

__ADS_1


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘


Author: Hilma Maara👩‍💻


__ADS_2