
“Anggika sayang, jangan menangis nak, kamu tidak salah.” Tuan surya mendekat dan memeluk anggika dengan kuat.
Tanpa sadar Anggika pun memeluk sang kakek dengan sangat kuat lalu menangis dan meminta maaf karena telah membuat kakaknya celaka.
Tuan surya berusha menenangkan Anggika dan saat Anggika tenang, tuan Surya langsung menemui semua tamu undangan yang masih berada di masion Pranata yang tadinya akan mengikuti acara ulang tahun Karlina.
“Mohon perhatiannya, saya ucapkan terima kasih kepada tuan-tuan dan nyonya-nyoya yang telah meluangkan waktunya untuk menghadiri acara ulang tahun cucu saya Karlina, tetapi karena terjadi sebuah kecelakan seperti yang kita lihat bersama tadi, maka saya memohonkan maaf karena acara ulang tahun Karlina harus dibatalkan. Terima kasih” ucap tuan Surya dengan raut muka yang sedih.
Tamu undangan yang merupakan kolega bisnis dan beberapa penjabat tinggi negarapun segera pergi meninggalkan Mansion Pranata setelah mendengar penyampaian dari tuan Surya, tentunya dengan permisi kepada tuan Surya terlebih dahulu.
"Tuan kami permisi ya, semoga cucu anda baik-baik saja” ucap beberapa kolega bisnis tuan Surya.
Setelah para tamu undangan pulang, tuan Surya kembali mendekati Anggika yang sedang duduk bersama pak Dim yang merupakan Asisten keluarga Pranata.
“ Pak Dim, siapkan mobil kita akan ke Rumah Sakit sekarang” Kata Tuan Surya
“Baik Tuan” Jawab Pak Dim
“Pak Dim, suruh para pelayan untuk membersihkan tempat ini” Kata tuan Surya kembali
“Baik Tuan” Jawab pak Dim Kembali.
Lalu pak Dim berjalan kedapur dan menghampiri bu susi yang merupakan kepala pelayan di Mansion Pranata untuk menyuruh para pelayan membersihkan Mansion. Setelah itu pak Dim menuju halaman rumah untuk mempersiapkan mobil.
“Tuan, Mobil sudah siap” kata pak Dim saat ia telah kembali kedalam Masion.
“ Ayo kita berangkat.” Kata pak surya sambil mengenggam tangan Anggika agar mengikuti langkahnya.
Mereka bertiga berjalan menuju mobil dan saat pak Dim membukakan pintu mobil untuk tuan surya. beliau berkata. “Pak Dim saya mau kau menyiapkan makanan untuk Arya dan Diana kemuadian antarkan kerumah sakit. Jangan lupa bawakan baju pengganti untuk Arya, Diana dan juga Karlina kau panggil beberapa pelayan untuk ikut bersamamu. Biarkan sopir yang mengantar saya dan Anggika kerumah sakit.
pak Dim mengangguk tanda ia mengerti atas perintah yang diberikan oleh tuannya. Kemudian pak Dim memanggil salah satu sopir untuk mengantar tuan Surya dan Anggika kerumah sakit.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Aizawa Hospital
Setelah 20 menit dokter Andre melakukan pemeriksaan kepada Karlina, dia membuka pintu ruangan dan segera memberi tahu tuan arya dan nyoya mengenai kondisi Karlina.
“Tuan, Nyonya, bisa ikut saya sebentar? Ucap dokter Andre
“Iya”. Jawab tuan Arya dan Nyonya Diana secara bersamaan dan bergegas mengikuti dokter Andre keruangannya.
“Silahkan duduk Tuan, Nyonya” Ucap Dokter Andre
”Terima kasih, Andre Cepat katakan bagaimana kondisi Karlina?” Tanya tuan Arya kepada dokter Andre yang juga teman semasa kuliah dulu
“Tuan, Nyonya, kondisi nona Karlina tidak terlalu serius, hanya saja tadi nona Karlina banyak kehilngan darah tetapi anda tidak perlu khawatir, saya sudah memberikan transfusi darah kepada nona. Saat ini nona Karlina masih belum sadarkan diri, dan kemungkinan bila nona Karlina sadar dia sesekali akan merasakan sakit kepala yang sangat dalam, dikarenakan ada beberapa jahitan dikepala nona akibat terjatuh dan juga karena umur nona masih 7 tahun yang belum sanggup menanggung beban sakitnya itu. Tapi tuan dan nyonya tidak usah cemas mungkin rasa sakit itu tidak akan lama hanya sekitar 1 minggu. Nanti saya akan berikan resep obat dan vitamin agar tubuh dan luka dikepala nona Karlina cepat membaik.” Jawab Dokter Andre panjang lebar untuk menjelaskan.
“Alhamdulillah” ucap nyonya Diana.
“Kalau tidak ada yang ingin disampaikan kami permisi untuk menemui Karlina” Ucap Tuan Arya.
Saat tiba didepan ruangan Karlina, Dokter ande meminta ijin untuk memeriksa pasien lain.
"Tuan, Nyonya, saya tinggal sebentar ya, masih banyak pasien yang harus saya periksa. 2 jam lagi saya akan kembali memeriksa kondisi nona Karlina." ucap Dokter Andre
Dan hanya dianggki oleh tuan Arya dan nyonya Diana.
Setelah kepergian dokter Andre. Tuan Arya dan Nyona Diana masuk kedalam ruangan Karlina, dan mereka dikejutkan dengan kaberadaan kakek surya dan Anggika yang telah berada disamping Karlina.
“Anggika ngapain kamu kesini” kata Nyonya Diana dengan Murka
“Anggika lebih baik kamu pulang, jangan ganggu kakakmu, semua ini salahmu” Kata Tuan Arya dengan penuh emosi.
"Arya, Diana jangan kalian marahi Anggika dia tidak Salah." Ucap tuan Surya membela anggika.
Anggika yang baru pertama kali mendapat perkataan kasar dari orang tuanya menjadi ketakutan hingga air mata yang tadinya mereda kini jatuh kembali dengan lebih keras.
__ADS_1
Ayah, Ibu, Maafkan Anggika, Anggika tidak berniat membuat kakak celaka. Ya Allah sembuhkanlah kakakku, Aku sangat menyayanginya. Batin Anggika
“Sudahlah sayang jangan menangis lagi, semua ini bukan salahmu, do’akan saja kakakmu agar segera sembuh” ucap tuan Surya sambil mengusap pipi Anggika yang penuh dengan air mata.
Anggika yang terus mendapat tatapan tajam dari orang tuanya semakin ketakutan hingga ia keluar dari ruangan kakaknya.
Beberapa saat kemudian tibalah Asisten keluarga pranata dan 2 orang pelayan yang membawa makanan dan pakaian yang dipesan oleh Tuan surya sebelum ia berangkat kerumah sakit.
Setelah Asisten Pranata selesai dengan urusannya, ia hendak pamit pulang ke rumahnya namun dihentikan oleh Tuan Surya yang memintanya untuk mengantarkan mereka pulang ke Mansion. Sedangkan para pelayan yang bersama Pak Dim diminta untuk tetap tinggal di Rumah Sakit.
“Sayang, ayo kita pulang” ucap Tuan Surya membangunkan Anggika yang telah tertidur dikursi depan ruangan Karlina
“ Iya kek” ucap Anggika
Lalu mereka menuju parkiran dan segera pulang ke Mansion Pranata. Setibanya di Mansion tuan Surya dan Anggika langsung istrahat sedangkan pak Dim kembali ke rumahnya.
.
.
.
.
.
Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘
Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊
Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘
Author: Hilma Maara👩💻
__ADS_1