
Ketika Lina tidak mendapati Riani di dalam kamar dia berlari menuju kearah teman-temannya dengan muka begitu panik.
“Ri..ani….Ri..ani….” Ucap Lina terbata-bata karena berlari
“Rian kenapa? Di mana dia? Apa dia sudah bangun? Tanya Lia dengan penasaran karena melihat raut muka Lina yang begitu panik.
“Riani tidak ada dikamar, Riani Hilang” Ucap Lina dan membuat teman-teman terkejut.
“Apa? Riani hilang? Tanya Lia dan Alvin secara bersamaan.
“Bagaimana dia bisa hilang? Bukannya tadi lo bilang dia ad tidur? Mungkin dia sedang mandi”. Ucap Rendi
“aku sudah mencarinya didalam kamar mandi tapi tidak ada, kita harus bagaimana ini? Ucap Lina kebingungan
“Kita harus mencari dia sekrangm, ini sudah malam dan dia tidak mengetahui tempat ini” Ucap Alvin Tegas
“Kita harus berpencar agar mudah untuk menemukan Riani, Ika, Aldi lo berdua cari Riani di setiap ruangan dan sudut Villa ini, Lia, Julian kalian berdua cari Riani di halaman depan sampai belakang Villa ini, Rio, Lina, Rendi dan gue kita ke pantai” Sambung Alvin.
Mereka semua bergegas mencari Riani.
Riani…..Riani….Riani….. suara teriakan memanggil nama Riani terdengar dari dari mulut teman-temannya.
“Vin, aku takut kalau Riani menghilang, ini semua salahku kalau aku tidak memaksa dia pasti ini tidak akan terjadi” Ucap Lina
“Riani nggak akan kita temukan lo jangan berpikiran yang aneh-aneh” Ucap Rio
“Kulkas lo di mana, kalau emang lo nggak suka liburan bersama kita harusnya lo jangan memaksakan diri, apalagi sampai harus menghilang” Batin Alvin
Setelah mereka mencari keseluruh tempat namun mereka tidak menemukan Riani dan akhirnya mereka berkumpul kembali diruangan sebelumnya.
“Vin, Bagaiamna ini, Riani nggak ada, semua tempat sudah kita cari tetapi Riani nggak ada” Ucap Lina dengan kebingungan.
“Aku akan coba suruh Pelayan untuk mencari Riani Keseluruh tempat yang ada di Pulau ini” Ucap Alvin
“Vin, gue sudah minta pelayan tadi untuk mencari Riani keseluruh tempat, tapi hasilnya nihil” Ucap Julian
“Maaf Tuan, Nona, lebih baik Kalian makan dulu” Ucap seorang pelayan
“Ya, lebih baik kita makan dulu, baru memikirkan cara untuk menacri Riani” Ucap Rio
“Kalian duluan aja, gue nggak mau makan sebelum Riani ketemu” Ucap Lina yang merasa bersalah atas kehilangan Riani.
“Lin, lo harus makan, kalau nggak yang ada lo akan sakit dan nggak bisa mencari Riani” Bujuk Lia
Akhirnya mereka makan namun Alvin terlihat tidak nafsu untuk makan, entah apa yang sedang ia pikirkan.
“Vin, lo kenapa? Kok makanannya nggak lo makan? Tanya Lina
“Gue nggak lapar” Jawab Alvin lalu berdiri meninggalkan teman-teman yang lain.
“Kulkas lo kemana sih, ini sudah hampir larut, kenapa lo nggak balik-balik sih” Batin Alvin
__ADS_1
Selesai makan mereka kembali mencari Riani, namun hasilnya tetap nihil. Tiba-tiba Alvin teringat sesuatu dan dia bergegas ke kamarnya.
“Vin lo mau kemana? Tanya Rendi
“Gue mau kekamar, Gue mau ambil laptop ?
“Untuk apa Laptop?
“Gue kan memeriksa CCTV yang ada di Vila ini”
“Astaga, kenapa kita tidak memikirkan ini sebelumnya, dasar bodoh”
Setelah Alvin mengambil laptopnya, dia duduk kembali di ruangan dengan teman-temannya, Alvin mulai menghubungkan CCVT yang ada dikamar Lina dan Riani.
Dengan Lihainya Alvin mengotak atik laptop hingga terlihatlah hasil CCTVnya, terlihat belum lama Lina keluar kamar, Riani telah bangun dari tidurnya dan membersihkan diri.
Setelah membersihkan diri Riani menerima telvon dari seseorang yang sedari waktu Riani membersihkan diri terus menelvonnya.
Selesai dengan menelvon Riani mengambil laptopnya entah apa yang Riani lakukan.
Mereka terus memperhatikan laptop Alvin namun tiba-tiba layar dilaptop Alvin heng dan begitu stabil Riani telah menghilang.
“Kok Riani tidak ada? Kemana Dia? Ucap Rendi
“Aku juga bingung, padahal hanya 5 detik laptop gue ngeheng kok Riani telah hilang” Ucap Alvin makin bingung.
“Tapi siapa yang menelvon Riani tadi?” Tanya Rendi
“Vin, apa Riani belum pernah menghubungi lo? Kan waktu di restoran bunda ngasih kartu nama lo ke dia? Tanya Lina
“Belum”
“Terus Gimana nih, apa kita telvon aja bunda lo?
“Lo Gila ya, ini sudah lewat jam 12 malam, kalau bunda tau bisa-bisa kita kena marah.
“Terus kita harus diam aja? Riani orang baru di sini
Mereka semua diam dan bingung dengan kejdian tersebut, Riani yang tiba-tiba menghilang tanpa jejak.
“Vin apa di pulau ini tidak ada bangunan lain atau apa? Tanya Rio
“Nggak ada di pulau ini, hanya ada Villa ini, Hotel, restoran, beberapa spot pemandian dan pantai. Ucap Alvin
“Vin coba lo periksa semua CCTV yang ada di Pulau ini syapa tau Riani bisa kita temukan” Ucap Rendi
“Gue rasa percuma, karena Riani pasti sudah meretas semua CCTV yang ada di sini, kalian tau kan dia itu sangat handal dalam masalah ini” Ucap Alvin
“Lebih baik kita istrahat aja, jika besok Riani tidak ditemukan maka kita harus meminta bantuan dari aparat keamanan yang ada di kota ini” Ucap Rendi
Mereka semua kembali ke kamar masing-masing semua tertidur dengan pulas, kecuali Alvin.
__ADS_1
Alvin yang tidak bisa tidur memutuskan pergi ke pantai, Angin yang meniup dengan kencang tidak membuatnya kedinginan, pikiran Alvin terus melanglang buana memikirkan keberadaan Riani.
Entah mengapa Alvin merasa takut kehilangan Riani, padahal selama ini Riani terus bersikap dingin kepadanya.
Di tempat lain, Sebuah kapal kecil yang sudah tidak terpakai Riani duduk sambil mengotak atik laptopnya, dia mendapat kabar jika perusahaan Pranata dalam masalah besar, Ayahnya terpaksa menjual 30% saham Pranata Compony Groups kepada client yang siap membayar mahal sahamnya guna menstabilkan perusahaan Pranata Compony Groups.
Riani berusaha membeli saham tersebut dengan menggunakan nama Anggrianita Putri .
Banyak yang menginginkan saham tersebut namun Riani berhasil membeli saham tersebut dengan harga sangat tinggi.
Tanpa Riani sadari karena sibuk menegosiasi dan memperjuangkan saham Pranata, Riani telah duduk berjam-jam hingga hampir pagi.
“Astaga, ini sudah jam 2, yang lain pasti sudah pada kebingungan nih” Batin Riani saat ia telah selesai dengan urusannya
Riani kembali mengotak atik laptopnya guna melihat situasi yang ada di Villa tempat mereka menginap dan dia mendapati Lina telah tidur dengan pulas dan kondisi Villa terlihat begitu sepi Riani menganggap mereka pasti sudah ketiduran .
“Huuuu,,, Gue pikir mereka kebingungan mencari gue, lah cuman pada tidur, dasar, kalau gini mending nggak usah aja gue ikut” Gumam Riani.
Riani hanya melihat hasil Rekaman CCTV yang sedang berlangsung tanpa melihat hasil CCTV di jam-jam sebelumnya. Riani yang belum makan malam merasa sangat lapar.
“Apa jam begini restorant di pulau ini masih buka? Aku sungguh lapar” Guman Riani
Tanpa pikir panjang Riani pergi ke Restorant tapi ternyata sudah tutup dengan terpaksa dia hanya berjalan terus tanpa tujuan, dan langkah kakinya membawanya kepantai.
Saat asik dengan melihat pemandangan pantai, tiba-tiba tanggan Riani di tarik oleh seseorang.
“Hei, lepasin tangan gue” Ucap Riani dengan kesal, namun orang yang memegang tangannya malah menarik Riani kedalam pelukannya.
Riani yang belum mengetahui siapa orang tersebut terus berontak, namun lagi-lagi pelukan semakin kuat seakan tidak mau melepaskan.
“Hei, lo siapa, kenapa lo peluk gue, lepasin” Ucap Riani sambil mendorong kuat orang tersebut hingga akhirnya orang tersebut jatuh tersungkur karena Riani mendorongnnya dengan sangat kuat.
Riani terus meminta readers untuk vote, like, komen, dan menyimpan sebagai favorit🤭🤭🤭
.
.
.
.
.
Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘
Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊
Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘
Author: Hilma Maara👩💻
__ADS_1