Bukan Salahku

Bukan Salahku
Episode 11 (Melakukan Penyelidikan)


__ADS_3

“Vin, Jelaskan pada bunda kenapa dia bisa terjatuh”? Perintah Bunda dan Alvinpun dengan santainya menjelaskan namun tanpa sadar hal itu membuat raut bunda berubah.


“Vin, bunda mau kamu minta maaf” Perintah bunda .


“Nggak maulah masa aku yang minta maaf, kan dia yang salah bun.” Bantah Alvin.


“Vin, minta maaf aja, apa susahnya sih minta maaf? Hitung-hitung ini pelajaran buat kamu agar bisa tau cara minta maaf, kan selama ini kamu nggak pernah mau minta maaf walaupun kau salah” Ucap Aldi dengan polos. Dia berfikir perkataannya bisa memperbaiki suasana tetapi malah makin runyam.


“Oh,,, jadi Alvin ngak pernah mau minta maaf walau dia Salah, dan kalian cuman diam aja? Ucap Bunda marah.


“Sial, Kita juga yang kena” Batin Rio. Kevin, Rio dan teman-teman lain hanya bisa menepuk jidat masing-masing lalu menatap kesal pada Aldi dan Aldi hanya bisa diam seribu bahasa.


“Karena kalian telah berbuat salah maka kalian semua harus bunda hukum, mulai besok sampai satu minggu ke depan setiap pulang sekolah sampai jam 8 malam harus jadi pelayan di Restoran bunda.” Dengan tegas tanpa mau mendengar bantahan.


Mereka semua kaget karena ini baru pertama kalinya mereka dapat hukuman seberat ini biasanya hanya dilarang untuk berkumpul selama 3 hari jika mereka melakukan kesalahan.


“Rasain Kalian” Ucap Lina namun sang bunda menatap Lina dan mengatakan jika Dia dan Lia juga Harus jadi pelayan.


“Bun, Emang apa salah aku dan Lia sampai harus dihukum? Ucap Lina


“Karena kalian sedang marahan dengan Riani makanya Riani pulang dengan buru-buru akhirnya ini semua terjadi, dan bunda tau pasti kalian juga mengetahui kalau Alvin tidak mau meminta maaf jika salah, Jadi kalian dihukum. "Ucap sang Bunda.


“Waduh, siapa yang lagi marahan kan aku tadi pulang karena malas aja dengan mereka” Batin Riani


“Bun, yang benar aja masa iya harus jadi pelayan? Itu nggak mungkin kan. Masa bunda rela anak semata wayang bunda jadi pelayan” Rengek Alvin


“Vin hentikan rengekanmu itu, karena itu tidak akan mengubah keputusan bunda”.


“Ok, kalau memang itu keputusan bunda tapi aku mau dia harus dihukum juga” Ucap Alvin sambil menunjuk Riani.


“Iya, Dia akan bunda hukum juga” kata Bunda santai


.


Riani hanya diam bagi dia menjadi seorang pelayan tidak masalah karena dia sudah terbiasa sewaktu tinggal bersama keluarganya.


“Bagus, Kalau boleh bun hukumannya lebih siksa, karena dia aku kena hukuman yang begitu berat”. Pinta Alvin dan bunda mengangguk tanda setuju.

__ADS_1


“Riani, Mulai besok kamu harus jadi pengawas untuk mereka, karena kaki kamu sakit maka tugas utama kamu hanya pastikan mereka semua jadi pelayan yang baik” Ucap Bunda


“What” Ucap Semuanya kompak karena terkejut dengan keputusan bunda.


“Bunda yang benar aja, masa dia hanya mengawasi kita, itu namanya bukan hukuman” Protes Alvin dan mendapat Anggukan dari teman-temannya.


“Lakukan saja apa yang bunda perintahkan, jangan banyak mengeluh. Kalau kamu masih protes lagi bunda akan tambah hukuman untuk kalian” Ucap bunda santai namun menyimpan perintah yang tidak bisa dibantahkan lagi.


Akhirnya mereka semua hanya bisa berdengus kesal, sedangkan Riani menjadi bingung karena Ia tidak menyangka kejadian kecil ini bisa berakibat fatal buat Lina dan Lia begitupun Alvin dan teman-temannya.


Riani yang terus mendapat tatapan tajam dari Alvin memutuskan untuk pergi.


“Maaf Nyonya, saya Pamit dulu ya, terima ksih telah menolong saya tadi” Ucap Riani sopan karena sejak mendapat pertolongan dari wanita itu, Ia telah menyadari bahwa wanita itu adalah wanita yang semalan duduk bersamanya saat Ia makan malam di Restoran ini.


“Oh, Iya nak, tapi kamu pulang naik apa? Apa perlu diantar oleh Alvin? Tanya Bunda yang membuat Alvin membulatkan matanya kepada sang bunda dan menggelengkan kepalanya guna menolak perkataan sang Bunda.


“Aku Naik taksi nyonya dan aku tidak perlu di antar, sekali lagi terima kasih”. Ucap Riani.


Saat Ia hendak melangkahkan kakinya Nyonya Rita menghentikammya dan berkata “Nak, apa boleh saya minta nomor telvon kamu? Kata Nyonya Rita.


“Maaf untuk apa ya Nyona minta nomor telvon saya? Kalau cuman untuk mengingatkan saja mengenai tanggung jawab saya, Nyonya tenang saja saya pasti akan datang tepat waktu” Ucap Riani.


“Maaf Bu, saya tidak biasa memberikan nomor telvon kepada orang yang baru saya kenal” Ucap Riani sopan.


“Buset tu kulkas bunda saja yang minta nomot telvon nggak di kasih terus bagaimana kalau gue yang minta” Batin Alvin sedangkan yang lainnya hanya diam.


“Ok, Baiklah jika kamu punya prinsip seperti itu nggak apa-apa saya mengerti, kamu pegang saja kartu nama ini yah” Ucap Nyonya Rinta dengan memberikan kartu nama yang ternyata bukan miliknya namun milik Alvin.


Riani menerimanya dia tidak mengetahui jika itu adalah kartu nama milik Alvin karena dikartu tersebut namanya hanya tertulis T.M Alexander dia mengira itu adalah nama Restorant ini.


Tetapi Alvin dan kawan-kawan serta Lina dan Lia tau bahwa kartu nama itu milik Alvin hanya saja mereka tidak mau ikut campur dengan urusan bunda takut akan mendapat hukuman yang lebih parah.


“Sebenarnya apa yang bunda rencanakan “ begitulah pemikiran semua yang ada diruang tersebut.


Setelah kepergian Riani yang lainnya juga pada pulang termasuk Alvin. Rencana Lina dan Lia untuk mengikuti Riani gagal yang ada hanya kesialan.


Sesampainya Riani di Apartement Ia memutuskan untuk membersihkan diri lalu Sholat dan istirahat.

__ADS_1


Ya, semenjak kematian sang kakek Riani tidak pernah meninggalkan Sholat walaupun pakaiannya msih terbuka.


“Ya Allah maafkan aku, karena aku telah membuat banyak orang jadi terlibat masalah hari ini. tadi pagi pak Bagas, barusan Lina, Lia, Alvin dan teman-temannya. Tapi itu bukan salahku sepenuhkan kan? Aku ngak berbuat apa-apa ya Allah, jadi jangan hukum aku ya” Batin Lina saat Ia memeramkan kedua matanya guna untuk tidur.


Malam harinya setelah makan malam dan sholat Isya, Riani membuka leptopnya guna melihat apakah ada email yang masuk atau tidak.


Ya, saat ini Riani telah menjadi salah satu agen penyadap yang bisa membantu para pengusaha untuk menyembunyikan seluruh data-datanya ataupun untuk mengembalikan data yang telah hilang.


Kemampuan Riani dalam mengotak-atik komputer tidak perlu diragukan lagi karena Ia terlihat sangat handal, namun tidak ada yang mengetahui identitas Aslinya, semua orang hanya mengenalnya dengan ARPRA.


Riani telah melakukan pekerjaannya tersebut selama 1 tahun sebelum Ia di usir oleh keluarganya.


Riani telah banyak membantu Perusahan yang mebutuhkan bantuannya. Dengan pekerjaannya itu ia telah banyak mendapatkan Uang namun Ia tidak mau menghambur hamburkan Uang karena bagi Dia Uang sangat berarti.


Riani Juga telah memulai penyelidikan atas kematian Kakeknya, sudah ada beberapa bukti yang Ia dapatkan namun Ia belum berani mengungkapnya. Bahkan Ia berfikir untuk mencari tempat berlatih bela diri.


Saat ia sibuk menotak atik Laptopnya dia teringat akan kartu nama yang diberikan oleh Nyonya Rita, lalu ia mengambilnya.


“Dasar ceroboh, mengapa mereka harus menaruh Situs web mereka disini, bisa-bisa Situs restorant mereka akan disadap oleh orang lain” Batin Riani saat membaca kartu nama itu.


Dan Ia iseng-iseng membuka Situs yang tertera di kartu nama itu dan benar saja setelah beberapa saat Ia bermain dalam situs itu ia menemukan bahwa ada yang sedang meretas situs tersebut, dia terus melakukan penyelidikan sampai Ia mengetahui semuannya namun tidak melakukan apapun untuk menghalangi perbuatan peretas itu.


“Apa,, Ini sudah jam 2 pagi bagaimana bisa? Kok bisa-bisanya aku buang waktu untuk menyelidiki restoran itu. Huuu,,, kalau dapat uang bagus, ini yang ada dapat lelah. Tidak sempat solat malam lagi,,, hmmm..lebih baik aku tidur saja, kalau tidak bisa-bisa akan kelewat nih sholat subuh” Gerutu Riani pada dirinya sendiri saat ia mendengar Alarm yang biasanya Ia gunakan untuk membangunkannya sholat malam.


.


.


.


.


.


Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘


Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊

__ADS_1


Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘


Author: Hilma Maara👩‍💻


__ADS_2