
Pagi hari yang begitu cerah tidak bisa mengubah raut wajah Alvin dan teman-temannya, mereka cemberut karena mulai hari ini harus menjadi pelayan di Restoran Bunda Rita.
Alvin telah berusaha membujuk ayahnya untuk membebaskannya dari hukuman sang bunda tetapi sang ayah lebih memilih mendukung keputusan Bunda dari pada memenuhi permohonan Alvin.
Teman-teman Alvinpun telah berusaha meminta bantuan dari orang tua mereka masing-masing namun sayangnya orang tua mereka lebih dulu mendapat laporan dari Bunda Rita mengenai kesalahan Mereka dan telah memohon ijin untuk menghukum mereka, sehingga keluarga dari masing-masing teman Alvin tidak bisa berbuat apa-apa, semua keluarga hanya mendukung keputusan Bunda Rita karena bagi mereka itu adalah yang terbaik.
Selain Alvin dan teman-temannya ada seseorang yang raut wajahnya juga cemberut, ya dia adalah pak Bagas. Karena perjanjiannya dengan Riani mengakibatkan pak Bagas harus kehilangan gajinya selama 1 bulan.
Jam telah menunjukan setengah 9 di saat Alvin dan teman-temannya belajar, Lina dan Lia telah berada dalam mobil untuk menjemput Ika karena mereka telah janjian ke Mall pagi ini dengan menggunakan mobi milik Lina.
Lina, Lia dan Ika telah sampai di Mall mereka membeli semua yang mereka inginkan, setelah puas berbelanja Ika meminta Lina dan Lia untuk mengantarnya pulang.
“Lin, Lia pulang yuk, udah siang ni? Ajak Ika
“Apa kita tidak makan dulu baru pulang?
Lagian ini sudah mau 1 siang lo”. Ucap Lia
“Apa kita tidak sebaiknya makan di Restoran bunda Rita aja, lagian jam 2 kita harus sudah berada di sana” Bisik Lina pada Lia
“Terus Ika gimana?” Tanya Lia masih dengan berbisik
“Kita ajak aja dia,supaya dia juga bisa membantu kita, Gimana?” kata Lina berbisik
“Apa yang kalian bicarakan?” Tanya Ika penasaran
“Nggak, kita nggak bicara apa-apa kok, Kita cuman punya rencana akan pergi Ke restoran Bunda Rita yang di Blok C, apa kamu mau ikut? Tanya Lia
“Gue pasti ikut dong lagian gue juga sudah kangen sama bunda Rita” Jawab Ika dan mendapat senyum penuh kemenangan dari Lina dan Ika.
Ditempat lain Riani baru saja pulang dari sebuah tokoh yang menyiapkan berbagai alat olahraga dan juga alat yang dapat dilakukan dalam melatih bela diri. Ia menyimpan seluruh peralatan yang Ia baru beli disebuah ruangan tepatnya dilantai 2 Apartementnya.
Jam telah menunjukkan pukul 2 Siang namun Riani belum melihat Lina Cs dan Alvin Cs di restoran Bunda Rita.
Riani yang telah berada di restorant Bunda Rita dari setengah jam yang lalu bahkan berinisiatif untuk membantu para pegawai lainnya.
Awalnya para Pelayan tidak mengijinkan Riani untuk membantu mereka, namun ketika Riani mengatakan jika dia mendapat hukuman dari Nyonya Rita untuk membantu para Pelayan dengan terpaksa mereka membiarkan Riani melakukan hukumannya.
Dengan pengalaman yang Riani miliki sewaktu mengurus pekerjaan di kelurga Pranata membuatnya terlihat sangat lihai dalam bekerja mulai dari melayani pelanggan, mengantar makanan hingga mencuci piring telah ia lakukan.
Saat Riani dan beberapa pelayan lainnya mengantarkan makanan kesalah satu meja VVIP Ia dikejutkan dengan keberadaan Lina Cs dan Alvin Cs yang asik dengan ponsel mereka masing-masing.
__ADS_1
Ya, sebenarnya Alvin Cs dan Lina Cs telah berada ditempat tersebut dari 10 menit sebelum jam 2 namun saat mereka berada di Rrestoran Alvin memberi ide untuk pergi ke ruang VVIP sambil menunggu Riani yang memang saat itu Riani berada dibelakang guna mencuci piring sehingga mereka tidak melihatnya.
Di dalam Ruangan VVIP itu Riani tidak membuka suara sehingga tidak ada yang sadar dengan keberadaannya.
‘Tuan muda, ini pesan anda dan teman-teman anda”? Ucap salah satu pelayan dengan sopan.
“Hmm,,, Letakkan saja dimeja” Ucap Alvin tanpa mengalihkan pandangannnya dari ponselnya.
Riani dan beberapa pelayan lainnya mengatur pesanan Alvin Cs dan Lina Cs, setelah itu mereka balik hanya tertinggal satu pelayan saja diruangan itu.
“Tuan muda semua makanan sudah diatas meja, jika tidak ada yang tuan muda inginkan saya akan kembali ke bawah untuk bekerja” Pamit Pelayan yang masih berada diruangan tersebut.
“Tunggu” Ucap Alvin maih dengan pandangan mengarah keponselnya.
“Ada apa Tuan Muda?” Tanya Pelayan.
“Apa Ibu telah berada di Ruangannya? Tanya Alvin.
“Belum Tuan Muda” Kata Pelayan.
“Baguslah, Jika Ibu datang kau harus melapor kepadaku dan ingat kau harus mengatakan pada ibu kalau aku dan teman-teman telah menjadi pelayan yang baik sejak pukul 2 tadi.” Ucap Alvin namun tidak mendapat jawaban dari sang pelayan.
“Bu…bu…bun..da” Ucap Alvin dengan terbata-bata namun hal itu bisa mengalihkan pandangan semua yang ada di ruangan tersebut. Dengan spontan mereka semua berdiri dibelakang Alvin dengan muka sedikit pucat.
“Bagus ya, bukannya menjalani hukuman tapi malah bersenang-senang” Tegur Bunda.
“Kami bukan bersenang-senang bun, kami hanya lagi menunggu Riani saja, kan dia yang mengawasi kami. jika kami sudah mulai bekerja namun dia tidak ada kan bisa-bisa kami kerjanya sia-sia” Ucap Alvin dengan memberi alasan yang secara tiba-tiba muncul di ingatannya.
“Apa kamu bilang? Nunggu Riani? Emang kalian belum bertemu dengan Riani? Tanya Bunda.
“Belum Bun, mungkin dia nggak mau menjalankan hukuman dari Bunda makanya dia Nggak datang, pantas aja kemarin dia nggak mau kasih nomor ponselnya ke Bunda, ternyata dia bukan orang yang bertanggung jawab” Ucap Alvin menjelek-jelekkan Riani namun mendapat jeweran dari sang bunda.
“Oh, kamu selain tidak mau minta maaf jika salah, sudah tidak mau membantu orang yang kesusahan sekarang menjelek-jelekkan orang dengan mengatakan tidak beranggung jawab.” Kata Bunda sambil menarik telinga Alvin.
“Bun, sakit, aww,ww lepasin bun, Alvin tau Alvin salah tapi ini bukan sepenuhnya salah kami” kata Alvin membela dirinya dan teman-temanya.
“Rerus salah siapa”?
“Riani, dia yang harus bertanggung jawab, kan dia yang Bunda berikan tugas mengawasi kami, ini dianya malah tidak ada” jawab Alvin masih dengan pembelaannya dan seketika sang bunda terdiam bahkan melepaskan jeweran dari telinga Alvin.
“Ada bagusnya juga tu kulkas nggak datang jadi gue punya alasan deh” Batin Alvin lalu Ia tersenyum namun senyumannya kembali pudar karena sekertaris Bunda Rita masuk.
__ADS_1
dengan di ikuti oleh seorang gadis.
“Milka, katakan apa yang telah terjadi” Tanya Bunda Rita saat Milka telah berada dihadapannya.
“Maaf Bu, sebenarnya tuan muda dan yang lainnya telah sampai di Restoran 10 menit lagi jam 2 hanya saja mereka meminta untuk istrihatan sejenak jadi saya mengijinkannya, sedangkan Nona Riani telah sampai di Restoran dari sejak setengah 2, saya sudah menyuruh nonan Riani untuk menunggu yang lainnya diruang Tunggu namun Nona Riani menolak dia memilih membantu para Pelayan, awalnya para Pelayan menolak tapi nona Riani mengatakan kalau dia sedang dihukum oleh ibu, jadi dengan terpaksa para Pelayan membiarkan Nona Riani melakukan apapun, sudah banyak yang nona Riani lakaukan dari melayani pelanggan, mengantar pesanan, mencuci piring bahkan tadi ikut membantu para pelayan lainnya membawa pesanan tuan muda dan teman-temannya. Kata Milka dengan terus terang
.
Mendengr penjelasan dari mba Milka. Riani dan bunda hanya diam seribu bahasa sedangakan Alvin Cs dan Lina Cs makin pucat dan lemas.
“Sebenarnya apa yang terjadi kenpa Bunda Rita marah kepada kita semua” Batin Lia yang sedari tadi mencoba mencari tau apa yang telah terjadi.
“Ini semua salah Alvin, jika dia tidak mengajak kita kemari pasti semua baik-baik saja” Batin Julian.
“Andai saja Vin lo nggak kasih ide yang menyesatkan ini, pasti semua ini tidak terjadi” batin Rendi.
“Alvin lo harus tanggung jawab jika kita diberi hukuman tambahan” batin Rio.
“Bagaimana ini belum juga di maafkan atas kesalahan kemarin, sekarang malah berulah lagi” banti Lia.
“Ampun deh kenapa masalah makin runyam” Batin Aldi.
“Aduh kalau tau akhirnya jadi gini mending tadi gue ngak ikut ajakan Alvin, kalau gini kan makin ribet, mana bunda kalau marah sungguh menakutkan” Batin Lina
.
.
.
.
.
Readers, Trima Kasih telah membaca novel ini, maaf jika banyak TYPO karena ini adalah novel Perdana saya😘
Mohon dukungan yaaaa😍😍 melalui Vote, Like, serta tambahkan menjadi favorite agar Author makin semangat🙏😊
Dan Berikan komentar dan kritikan kalian, agar novel ini bisa lebih baik.😘
Author: Hilma Maara👩💻
__ADS_1