Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
1.Prolog.


__ADS_3

 "Awal kisah ku."


Pagi yang dingin,begitu dingin sehingga terasa menusuk sampai ke tulang saat itu masih sekitar pukul 05:00 pagi. Waktu yang bisa dilatakan masih waktunya bermimpi indah dengan selimut nan hangat,namun tidak dengan gadis belia yang kini sudah terbangun dan mengais pundi-pundi rupiah.Dia Fitri Leatari, seorang gadis belia berumur 17 tahun,mengenyam pendidikan kelas XI SMAN 6 derah Kebayoran Baru, gadis belia dengan rambut yang berwarna agak kecoklatan ,panjang sebahu, bermata sayu dengan bulu mata agak pendek namun melentik,hidung mancung dan bibir kecil mungil serta merah alami,tinggi badan kurang lebih 150 cm bertubuh ramping ,namun kulit terlihat agak gelap mungkin karena sering terpapar matahari saat ia bekerja sambilan sepulang selolah paginya bejerja sebagai kuli jasa membawakan belanjaan bagi yang memerlukan jasanya di pasar.Seperti pagi ini dia sedang tertatih membawa dua keranjang yang sedari tadi ia bawa sambil mengikuti pemilik sayur-sayur itu,sebenarnya kapasitas barang yang sedang ia bawa sekarang sudah melebihi batas kemampuannya namun,ia tetap berusaha memaksakan kemampuanya itu aemua ia lakukan demi dua orang yang berharga yaitu nenek dan adiknya nenek Girah itulah nama neneknya yang bekerja sebagai buruh cuci baju tetangga.Sebenarnya,Tari sudah sering menyuruh nenek nya berhenti bekerja,namun nenek nya selalu bilang kalau hanya mengandalkan Tari seorang tidak akan cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari,belum lagi SPP adiknya yang menunggak 1 bulan belum lagi SPP nya sendiri pun juga sudah menunggak 2 bulan,pernyataan neneknya itulah yang selalu berhasil membungkam mulutnya dengan terpaksa ia membiarkan neneknya bekerja sambilan meski terkadang hatinya terasa perih.


 


"Bu apakah belanjanya sudah selesai," tanya Tari pada ibu-ibu yang pagi ini di layaninya.


"Kenapa?udah lelah ya sini belanjaan saya biar saya cari orang lain", jawab ibu itu dengan nada kasar sambil menarik keranjang belanjaannya.

__ADS_1


" Ja..jangan bu jangan gantikan saya,saya saya sangat butuh uang bu" jawab tari memelas.


"Ya udah,kalau gitu ayo jalan lagi jangan buang buang waktu saya." Jawab ibu itu ketus


 


 


"Nih,upah kamu",kata ibu itu sambil memberi uang dua puluh ribu rupiah". Tari pun menerima uang itu dan tak lupa ia berterima kasih,kemudian mobil putih tadi pun berlalu pergi,namun Tari masih belum beranjak dari tempatnya berdiri ia terus memandangi uang hasil jerih payahnya pagi ini.

__ADS_1


"Ya Tuhan,bagaimana caranya aku bisa melunasi SPP adik hamba sedangkan untuk makan saja masih belum cukup". kata Tari dalam hati.


 


Kemudian Tari pun melangkah pergi,dan bersiap-siap untuk berangkat kesekolah.


 


Hallo semuanya!!!! selamat membaca, harap maklum jika ada kesalahan dalam penulisan karena saya masih pemula.

__ADS_1


__ADS_2