Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Pagi Yang Tak Biasa.


__ADS_3

"Jika kali ini adalah kesempatan kedua,semoga saja langkah awal dari pencarian kali ini akan menjadi takdir yang akan menjadi kesempatan terakhir yang mampu memutar balikan takdir kembali yang pernah terhapus dan akan tertulis di lembaran masa depan".


Dear:Ayumi Yukina.


 


Sekitar pukul enam pagi,masih terbilang pagi bagi seorang mahasiswi yang bersiap-siap berangkat ke universitas. Ningsih lah orang nya yang sepagi itu sudah sibuk sendiri dengan aktivitasnya menyiapkan sarapannya sendiri, maklum pada jam seperti ini pembantu nya belum datang.


 


Dengan menu sarapan yang terbilang sederhana,hanya beberapa kue tawar yang di bakar,dan telur setengah matang menjadi menu sarapan simple namun sudah cukup baginya, maklum ia tak terbiasa membuat sarapan sendiri jadi ia hanya membuat makanan yang ia bisa,Itu pun dipandu oleh artikel resep yang ia peroleh dari ponselnya.


Setelah kurang lebih lima belas menit akhirnya ia menyelesaikan sarapan nya,ia pun bergegas membawa tas dan kontak mobilnya.


"Ningsih...!,mau kemana pagi-pagi begini",tegur seorang wanita yang sangat ia kenali suaranya itu,ia pun lantas berbalik,terlihat lah seorang wanita paruh baya,yang sangat..sangat ia kenali ibu Sukma Wijaya, yang tak lain adalah mamanya sendiri yang masih mengenakan gaun tidur panjang, tengah menatap nya penuh tanda tanya.


" Ah,mama...mama sudah bangun? ",ucap Ningsih gelagapan.


" Ah ya baru saja bangun soalnya tadi mama terkejut mendengar ada suara sesuatu yang terjatuh,apa yang terjatuh apa kamu baik-baik saja?",tanya ibunya seraya mendekati nya dan tengah melihat dengan teliti bagian tubuh putrinya ia khawatir jika putrinya terluka.


"Ah,aku nggak apa-apa ma,tidak ada yang terluka,tadi itu hanya suara...teflon yang terjatuh,soalnya tadi aku mau sarapan", jelas Ningsih ragu.


" Hah....membuat sarapan?,sepagi ini?,dan... kenapa juga harus sepagi ini,apa ada kelas sepagi ini mama nggak pernah dengar sebelum nya",ucap mamanya yang membuat Ningsih semakin gugup dan gelagapan, pasalnya ia bingung harus bagaimana mengatakan alasannya pada mamanya,tidak mungkin kan ia memberi tahu yang sebenarnya, bahwa ia akan ke Bogor untuk menemui teman lamanya Tari, pasti mamanya akan marah karena pergi ke tempat sejauh itu, tapi bagaimana pun ia ingin kesana, ia ingin sekali bertemu sahabat lamanya yang sudah lama terpisah darinya itu,tidak bisa aku harus mencari alasan agar mama tidak curiga dan aku bisa kesana secepatnya.

__ADS_1


"Em...e...aku...aku mau kerumah Dimas, ada beberapa bahan tentang fakultas ku yang kurang kumengerti",jawab Ningsih gagap.


" Hah...kenapa bisa begitu, kenapa harus kerumah Dimas bukannya.. kamu berbeda fakultas dengannya kalau tidak salah ia ada di fakultas politik jadi apa hubungan nya?,bukankah sangat jauh berbeda,bukannya bisa kamu pelajari melalui bimbel online atau kamu tanya langsung pada dosennya",jawab ibu Sukma yang semakin membuat nya tambah bingung, ternyata tidak mudah juga mengecoh mamanya ini,ternyata lumayan pintar juga.


"Em.....ma aku buru-buru,nanti aku jelaskan dan aku bawa mobil sendiri, dah... aku aku pergi dulu",pamit Ningsih buru-buru.


" Ningsih.... Ningsih...",teriak mamanya,"dasar anak itu,kenapa tingkah nya akhir-akhir ini jadi aneh,hah...entah lah",gumam ibu Sukma yang kemudian pergi kembali kekamarnya.


 


Sekitar pukul tujuh pagi,sebuah mobil hitam pekat berhenti di depan gang yang agak sempit.Ningsih langsung saja melangkah masuk kedalam gang itu,tak lama kemudian ia sampai didepan sebuah kos-kosan dan mengetuk salah satu pintu kamar kos itu.


 


"Ni...Ningsih,kenapa kamu ada disini?", tanya Tari.


" Kenapa?, kamu bertanya kenapa aku ada disini?,apa aku tidak salah dengar ",ucap Ningsih syok mendengar pertanyaan Tari.


" Ah,em...maksud ku bukan begitu, maksud ku kenapa pagi-pagi begini kamu sudah ada di sini?,apa orang tuamu tidak marah dan tidak bertanya apa alasanmu pergi sepagi ini,apa jangan-jangan kamu....berbohong pada ibumu?",tebak Tari yang seketika membuat Ningsih terdiam,ternyata benar dugaannya."Hah...sudah lah ayo masuk",ajak Tari yang melihat perubahan wajah Ningsih,ia kemudian berusaha menenangkan Ningsih dan mencoba ingin bertanya dan menasihatinya perlahan.


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


 

__ADS_1


Setelah beberapa Tari,Ningsih masih saja berbincang di ruang tengah kamar kos tari dan disitu juga ada Wiranti yang beberapa saat lalu menyadari keberadaan Ningsih dan ikut bergabung dengan mereka berdua,kebetulan ia tak ada kelas pagi hari ini jadi ia berencana akan bekerja paruh waktu pukul sembilan nanti.


 


"Drttt....drttt....drtt...",


Tiba-tiba ponsel milik Ningsih bergetar, ia yang menyadari ponselnya bergetar pun lantas mengambil ponselnya dari dalam tasnya.


" Dimas",gumamnya,"Halo, ada apa Dimas, kenapa menelepon?",tanya Ningsih.


"Hei kamu ada dimana sih?,apa kamu tahu jam berapa sekarang?, dan kenapa mamamu meneleponku dan kenapa mamamu bilang kamu ada dirumah ku,kamu berani-beraninya berbohong dan membawa-bawa namaku,cepat bilang dimana kamu sekarang?", tanya Dimas di seberang sana dengan notasi suara meninggi yang artinya sudah emosi.


" Tenang dong...tenang...kamu nggak perlu khawatir nanti aku yang akan jelaskan dengan mamaku,tenang saja",jawab Ningsih.


"Udah,nggak usah banyak alasan,cepat beritahu aku kamu sekarang ada dimana?",


" Aku...di Bogor ",jawab Ningsih jujur.


" Apa?,sedang apa kamu di sana,apa kamu sudah gila untuk apa kamu di tempat sejauh itu,dan dimana kamu sekarang aku akan menjemputmu,aku pusing jika harus menjawab pertanyaan tante Sukma ",


" Ah,kamu nggak perlu tahu,aku bisa pulang sendiri, aku akan pulang sebentar lagi,tutt...tut...tutt..",


"Halo,Ningsih... halo..hei", ucap Dimas yang masih ingin bicara pada Ningsih." Dasar cewek itu merepotkan saja,arghh...kalau kayak gini mau tidak mau aku harus mencarinya",ucap Dimas gusar.

__ADS_1


Dimas pun tanpa fikir panjang langsung mengeluarkan kontak motor nya dan langsung melaju,walaupun Ningsih tidak memberi tahu alamatnya,tapi ia akan mencari dimana Ningsih berada bagaimana pun caranya.


__ADS_2