
Disebuah toko sembako yang tengah ramai, Tari kini tengah sibuk melayani para pelanggan yang datang silih berganti, bukan hanya dia seluruh teman\-temannya nya juga sibuk seperti nya.
Tak berapa lama akhirnya toko itu mulai sepi, tak ada lagi pelanggan yang datang,Tari dan Laras tengah duduk di dekat rak-rak barang.
"Hah...capek juga ya,meskipun sudah bertahun-tahun bekerja tetap saja masih belum terbiasa dengan keramaian hari minggu, tapi Tari..kamu hebat meskipun masih baru tapi kamu seperti nya sudah terbiasa aku iri,dan...coba saja ada Elang pasti rasa lelah berkurang". Kata Laras.
" Ah kamu berlebihan, aku juga capek kok sama kayak kalian,tapi...rasa capek nya hilang bila sudah melihat wajah teman baikku ini",ucap Tari sambil memeluk Laras,dan mereka berdua pun sontak tertawa lepas.
Tak lama kemudian terdengar suara kaki yang melangkah masuk kedalam toko itu,Tari dan Laras pun lantas menoleh kearah sumber suara dan berapa terkejut nya Tari saat melihat orang itu,sedang Laras sudah terkagum-kagum ketika melihat orang yang datang itu adalah sosok lelaki yang begitu tampan.
Orang itu tak lain adalah Dimas, entah bagaimana dan dari mana ia bisa masuk kesini,namun yang muncul dibenak Tari adalah perasaan yang tak nyaman,ia merasakan sesuatu yang tidak baik akan terjadi saat ia melihat Dimas saat ini.
"Permisi,apa saya boleh melihat-lihat apa saja yang di jual disini", ucap Dimas menatap Tari seraya tersenyum penuh arti entah apa yang ia fikirkan.
" Bo...boleh mau cari apa saya bisa membantu!",ucap Laras menawarkan diri.
"Oh terimakasih atas kebaikkan nya,tapi saya mau mbak yang disana yang melayani saya,karena seperti nya saya pernah bertemu dengannya di suatu tempat,jadi mungkin akan lebih mudah karena kami sudah saling kenal sebelumnya", kata Dimas yang menolak halus dengan kata-kata lembutnya.
Laras pun lantas menatap kearah Tari yang langsung salah tingkah,ia tahu maksud dari tatapan Laras bahwa ingin penjelasan tentang siapa lelaki ini.
__ADS_1
" Ah..ah iya..em...sebenarnya kami pernah bertemu saat....ya saat aku ke wc umum kemarin,dan kami tak sengaja tertabrak dan kami sedikit bicara dan minta maaf",ucap Tari gagap,gagap karena semua yang ia katakan adalah sebuah kebohongan,ia kembali mengutuk dirinya, ia kecewa pada dirinya sendiri yang sudah pandai berbohong dan ini..ini sudah yang keberapa kalinya ia berbohong, fikirnya.
"O..oh..",jawab Laras.
" Kalau begitu saya mau memilih barang dulu ya mbak permisi",pamit Dimas yang langsung mendekat ke arah Tari, dan mereka berdua pun mulai meranjak dari tempat itu.
"Tari beruntung sekali bisa selalu kenal dengan bebrapa cowok ganteng, kemarin Elang dan sekarang ada satu lagi yang juga tak kalah ganteng, aku jadi penasaran apa yang membuat nya bisa bergaul dengan cowok-cowok tampan itu,aku haru cari tahu",ucap Laras dalam hati.
" Ehem...ketemu lagi ya Tari,seperti nya lo nyaman ya kerja disini",ucap Dimas sambil memilih barang,Tari yang berada tepat di belakang nya hanya diam ia tak mau meladeni orang yang ada dihadapannya itu.
"Cih, baru saja jadi karyawan toko udah sombong,sampai nggak mau bicara sama pelanggan nya sendiri,apa lo tahu kalau sikap lo ini nggak mencerminkan seorang karyawati yang baik", ucap Dimas lagi, ia masih tak puas jika Tari belum menjawab pertanyaan nya.
"Oh...begitu kah?,tapi kan itu hak gue buat bertanya apa gue salah", ucap Dimas, tanpa disadari oleh mereka berdua,Elang entah sejak kapan sudah berada di balik rak tempat mereka berdua berada,ia mengepalkan kedua tangannya saat mendengar apa yang lelaki itu katakan pada Tari, dan entah mengapa ia marah saat lelaki itu berbicara kasar pada Tari, yang jelas ia kini mulai marah namun ia masih berusaha nenahannya.
" Ta..tapi kamu tidak seharusnya mengatakan hal seperti itu pada seorang karyawati,apa kamu tahu kamu juga mencerminkan seorang pelanggan yang tidak sopan",balas Tari.
"Apa lo bilang,beraninya lo bicara kayak gitu sama gue,lo nggak pantas menyentuh gue dengan tangan kotor lo itu,lo itu cuman cewek murahan yang suka menggoda cowok kaya...".
" Brukkk",
__ADS_1
Tiba-tiba ada seseorang yang menampar Dimas sehingga ia tersungkur di lantai.
"Siapa itu,siapa yang berani mukul gue hah?", ucap Dimas marah sambil menggosok sudut bibir nya yang berdarah.
"Aku,kenap?,apa aku salah karena sudah menamparmu dasar mulut sialan!", jawab Elang dengan tatapan penuh amarah pada Dimas.
" Oh...ternyata lo ya,anak pemilik kos itu, apa ini mangsa baru lo Tari?,lo hebat ya bisa selalu mendapat cowok yang serupa dengan mas gue,luar biasa",ucap Dimas seraya menyunggingkan senyum sinis.
"Keluar lo,keluar dari sini...,atau gue robek mulut lo yang kotor itu sekarang!", ucap Elang yang sambil menarik kerah baju Dimas, ia benar-benar sudah marah dan hampir tak bisa menahannya lagi.
" Cih,lepasin gue...,gue emang nggak suka sama lo, tapi gue akan bilang ini demi kebaikkan lo,jangan sampai lo menyesal karena sudah percaya dengan dia,dia itu penipu, camkan itu",ucap Dimas yang mendekat kearah Elang.
"Apa lo bilang hah", kata Elang kembali mencengkram kerah baju Dimas,
" Sudah cukup, sudah cukup..hiks...tolong hentikan...jangan berkelahi lagi,hiks... dan Dimas, tolong... aku minta tolong pergi dari sini....hiks.....",ucap Tari melerai mereka berdua dengan air mata yang sudah tak bisa ia bendung lagi.
"Cepat pergi dari sini,atau aku akan memukulmu sampai tidak bisa bergerak lagi", ucap Elang pada Dimas.
Dan tak lama kemudian beberapa orang ditoko itu datang kerena mendengar suara keributan,dan betapa terkejut nya bu Yanti saat melihat Elang tengah mencengkram kerah baju seseorang.
__ADS_1
"Elang,ada apa ini sebenarnya?", kata bu Yanti,namun elang sama sekali tak bergeming ia terus saja menatap wajah Dimas dengan penuh kebencian.