
"Entah apa yang sedang terjadi hari ini sama sekali hampir membuat ku tak percaya,bagaimana tidak kepalaku sampai pusing karena harus mengajari kedua lelaki ini yang tanpa diduga tak bisa aku seperti anak sekolah dasar,hah....sungguh melelahkan.
Dear:Tari.
Malam itu sekitar pukul setengah tujuh malam, sesuai yang telah disepakati sebelumnya Tari berjanji bahwa ia akan memgajari Elang tentang pelajaran yang tidak ia fahami.
Tari kini tengah bersiap-siap ingin kerumah Elang, sebenarnya ada rasa sungkan dihatinya,bagaimana tidak merka baru saja berteman,namun Elang memperlakukannya seperti orang yang sudah lama kenal, namun ia tak terbiasa menolak orang lain yang ingin meminta bantuan padanya.Dengan berpakaian seadanya ia pun pergi kerumah Elang.
Ia keluar dari pintu kosnya dan saat ia ingin melangkah pergi ia dikejutkan oleh Dimas yang tengah berdiri di depan kamar kosnya.
"Mau kemana lo malam-malam begini?",tanya Dimas.
Ada apa dengan orang ini, kok tiba-tiba sudah ada ada disini,dan bertanya-tanya,memang apa urusanku dengannya?",ucapnya dalam hati.
" Hei gue tanya sekali lagi,lo mau kemana malam-malam gini?",tanya Dimas lagi yang sudah mulai kesal karena sejak Tari Tari tak kunjung menjawab pertanyaan nya.
"Aku...mau ke...",belum habis Tari berbicara namun Dimas sudah memotongnya.
" Oh...jangan-jangan lo mau.."tiba-tiba ucapannya terhenti, hampir saja sekali lagi ia mengeluarkan kata kasar pada gadis itu,bisa saja niatnya ingin meminta maaf malah akan kembali memulai pertengkaran.
"Mau apa?", tanya Tari.
" Em....nggak,maksud gue lo pasti mau...mau kesuatu tempat maknya lo keluar kan?",
__ADS_1
"Hah,ya iya lah...terus apa lagi kalau nggak ada perlu", jawab Tari kesal dengan sikap aneh Dimas hari ini,pasalnya ia ingin bergegas kerumah Elang,dan pasti Elang sedang menunggu nya.
" Memang mau kemana sih,buru-buru banget",
"Em...aku..mau kerumah Elang,dia bilang ingin minta bantuan ku mengerjakan tugas matematika yang tidak ia fahami,jadi aku akan mencoba membantunya", jawab Tari.
" Apa?kerumah Elang? ",
" Ya..memang kenapa,sudah ya aku ingin kesana sekarang Elang pasti sudah menunggu.
"Ta..Tari,tunggu!", teriak Dimas yang membuat langkah Tari.
"Ada apa lagi?",
_ _ _ _ _ _ _
Tiba-tiba pandangannya terhenti saat Elang datang membawa tiga gelas jus jeruk serta beberapa cemilan kue kering buatan ibunya.
" Ini Tari untukmu",ucap Elang seraya menyerahkan segelas jus jeruk pada Tari sambil tersenyum,"dan ini untuk mu",ucap Elang dengan wajah kesal saat menyerahkan satu gelas jus jeruk lagi pada Dimas yang juga ada disitu,namun Dimas tanpa tahu betapa kesal nya Elang ia tetap memasang wajah biasa saja.
"Terimakasih ya Elang", ucap Tari.
" Iya sama-sama",
__ADS_1
"Em ngomong-ngomong dimana tante Jiah ada dimana kok nggak kelihatan?", tanya Tari sambil pandangannya mencari kesana kemari.
" Oh,mama?,mamaku sedang keluar dia bilang ia mau bertemu dengan teman lamanya",
"Oh....", ucap Tari sambil angguk-angguk tanda ia mengerti.
" Kalau gitu ayo,langsung kita bahas saja soal yang tidak kamu mengerti ",ucap Tari mengingatkan,dan segera mengeluarkan bebrapa bukunya,sementara Dimas hanya diam, ia tak tahu harus berbuat apa.
" Di... Dimas, kamu bukannya mau belajar juga,kenapa malah diam?",ucap Tari yang menyadari kediaman Dimas.
"Iya juga ya ngapain sih dia ikut juga,apa dia tidak punya malu ya,bukankah baru beberapa hari yang lalu kita bertengkar dan semua karena dia yang jelas-jelas menghina Tari, tapi kenapa?,kenapa sekarang seakan tak terjadi sesuatu diantara mereka,pasti ini karena Tari adalah gadis yang baik hati,jadi dia mau memaafkan orang sinting ini,dan apa kali ini dia sengaja mau mengganggu ,padahal sudah susah payah aku mencari waktu yang tepat agar bisa berdua saja dengan Tari,dasar perusak suasana", ucap Elang dalam hati sambil menatap Dimas dengan tatapan tak suka.
" Apaan sih orang ini,kok perasaan sejak tadi melihat kearah gue terus,apa...dia marah karena gue ada disini,cih..menarik,gue bakal lakuin sesuatu yang bakal membuat dia cemburu",ucap Dimas dalam hati.
"Em Elang boleh aku pinjam pulpenmu sebentar,seperti nya aku tahu cara mengerjakan yang ini", ucap Tari,Elang pun mengeluarkan satu pulpen lagi dari dalam tasnya.
" Nih",
"Terimakasih", ucap tari sambil mengambil pulpen itu dari tangan Elang dan tanpa sengaja Tari malah salah ambil,ia malah menarik jari telunjuk Elang," oh...maaf aku salah ambil",ucap Tari yang biasa saja,sedang kan Elang malah gugup,ia jadi salah tingkah.
Dimas juga tak sengaja melihat adegan itu,seketika ia merasa geram tangannya seketika memgepat,giginya mengernyit,entah mengapa akhir-akhir ini ia merasa marah jika ada yang menyentuh Tari apalagi itu adalah seorang lelaki,bagaikan seorang suami posessif yang tak rela jika istrinya disentuh oleh lelaki lain.
"Ehem...Tari gue juga tak mengerti dibagian yang ini", ucapnya yang sengaja mengganggu kedua orang itu.
" Hem...yang mana?,"tanya Tari yang berbalik ke arah Dimas,sementara Dimas malah menatap Elang sambil tersenyum penuh kemenangan.
Dan begitu lah persaingan itu terus berlanjut,hingga hingga tugas itu selesa.Tanpa disadari oleh Dimas sikap yang ia tunjukkan dan bagaimana asala dari kemarahan yang tak terjelaskan itu,adalah hasil dari perasaan cemburunya,yang ia tutupi dengan pintu kenaifan.
__ADS_1