
Tari dan Bima kini tengah asik menikmati makanan yang tadi mereka pesan,baik antara mereka berdua sama\-sama menikmati kebersamaan itu hingga lupa waktu.Namun disisi lain ,laki\-laki disebuah rumah mewah nan elegan itu kini sedang mondar\-mandir di kamarnya.Dimas sangat gelisah ,kegelisahan itu berlangsung sejak keberangkatan Bima dan Tari,entah sudah berapa kali ia menengok ke balkon berharap bahwa mereka sudah datang,ia sendiri juga tak mengerti mengapa,namun ia tak dapat menghentikan keinflusifannya saat ini mau bagaimana pun ia berusaha tak mau perduli namun tetap saja hati dan fikirannya lah yang mengendalikan raganya.Kini ia sedang rebahan di ranjangnya,ia berusaha memejamkan matanya,kurang lebih dua puluh menit ia berusaha agar bisa tidur siang, namun tak bisa,ia pun bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil ponselnya di atas meja.
"Tuuuut....tuut....".
" Halo,Dimas ada apa tumben nelpon siang-siang gini ",kata Max yang ternyata adalah orang yang tadi dihubungi Dimas.
"Ah..Max lo lagi dimana nih",
"Aku,aku lagi dirumah, memang kenapa?"
"Kita ke mall yuk cari hiburan,lagi bosen nih". Jawab Dimas
" Ok,kita ke mall,sekalian cuci mata liatin cewek-cewek cantik,sekalian juga kan kam...,tut..tut..tut...,halo Dim...Dimas",dasar aku belum selesai ngomong udah dimatiin,"Ucap Max seraya menggeleng kepala,namun ia sudah terbiasa dengan perlakuan Dimas,ia pun segera meranjak dari sofa ruang tamu menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
Waktu menunjukkan pukul dua siang,Tari dan Bima tal henti\-hentinya bermain,namun yang paling semangat tentu saja adalah Tari hampir semua game yang ada mainkan,sentara Bima,terkadang hanya melihat Tari bermain, sebenarnya ia sudah merasa bosan dan ingin mengajak Tari ke tempat lain,namun saat ia melihat senyum bahagia gadis itu saat bermain ia pun kembali mengurungkan niatnya. Tak hanya sekali ia memandangi wajah Tari saat bermain,bahkan bisa dikatakan ia terus memperhatikan wajah Tari.
"Tari,apa kamu tak bosan bermain tanpa henti sejak tadi", kata Bima seraya menopangkan punggung tangannya di dagunya.
__ADS_1
" Tidak...justru saya senang karena ini pertama kalinya saya bermain di tempat seperti ini dan..., tapi...apakah mas Bima bo..bosan."Kata Tari dengan wajah yang Semangat Kemudian berubah menjadi serba salah.
"Kalau ditanya bosan,ya...sedikit bosan sih", ucap Bima Yang membuat Tari semakin serba salah.
" Ka..kalau begitu kita..udahan aja".
"Sungguh kau tak apa jika berhenti bermain?"
"Ya".
" Kalau gitu ayo kita pergi!",ajak Bima,Sementara Tari Perlahan turun dari tempatnya bermain dengan wajah murung,melihat itu membuat Bima hampir saja tertawa ia berusaha menahan tawa nya sejak tadi, sebenarnya ia ingin mengajak Tari ke suatu tempat,namun ia sengaja tak memberitahu Tari.
Mereka pun segera pergi dari mall itu,Bima segera membukakan pintu mobil dan Tari pun bergegas masuk.Mobil itu kini mulai melaju meninggalkan mall itu.
_ _ _ _ _ _
Bima kini berhenti di depan sebuah *showroom* ponsel,Tari awalnya merasa aneh kenapa mereka kesini?,ah pasti mau beli ponsel lah,Ucap nya dalam hati.Bima pun keluar dari mobil dan Kemudian berputar ke arah Tari dan membukakan pintu mobil.
__ADS_1
" Ayo turun lah apa kamu nggak mau ikut?",ajak Bima yang membuat Tari semakin bingung, namun ia menurut saja keluar dan mengikuti Bima yang melangkah masuk ke dalam showroom itu.Namun saat mereka berdua baru masuk mata Bima pun langsung tertuju pada dua lelaki di pojok ruangan yang sepertinya sedang memilih ponsel,sementara Tari masih melihat ke arah lain. Bima pun mendekai dua orang itu.
"Bima,Max kenapa kalian disini?", sapa Bima yang tentu saja membuat mereka berdua berbalik arah.
"Mas Bima", ucap Dimas kaget karena bertemu masnya secara tiba-tiba,dan pandangan nya pun tertuju pada Tari,dan begitu juga sebaliknya.
"Mas Bima.. mau apa kesini?",katanya lagi.
" Mas sedang mencari ponsel untuk Tari,"jawab Bima yang tentu saja membuat Dimas jadi terkejut,karena kedatangan nya ketempat itu juga karena ingin membelikan ponsel untuk Tari,namun ia harus mengurungkan niatnya karena sudah di dahului oleh Bima.
"Oh gitu...kalau gitu aku...duluan ya mas aku mau jalan dengan Max,Max ayo!",ucap Dimas seraya merangkul bahu Max dan membawanya keluar.
" Ta..tapi Dim kamu kan..."
"Udah lo diem aja bisa nggak",Bima dan Tari hanya menatap mereka dengan rasa heran.
" Tari ayo kita pilih ponsel untuk mu",
__ADS_1
"Apa untuk saya,ta..tapi..saya..kan nggak punya uang", ucap Tari terbata.
" Ah kamu ini mikir apa sih kalau aku yang ngajak berarti aku yang belikan dan sekarang ikut aja kamu pilih saja ponsel yang kamu suka",ucap Bima seraya menarik tangan Tari ke arah etalase tempat memilih ponsel.