
"Kepada seluruh keluarga Bagus Sutrisno,sebelumnya saya khusus minta maaf dulu pada tante Sulis dan juga pada om Bagus,dan juga pada semua nya, maaf... saya tahu tindakkan saya ini sangat Tidak pantas jika memandang kebaikkan keluarga Bagus Sutrisno selama ini,jujur saya sangat senang dan bersyukur selama ini karena diperkenankan tinggal di sini,banyak hal yang sudah saya dapat selama tinggal di sini, dan alasan saya pergi adalah karena saya ingin mencari pengalaman baru,dan saya akan berusaha hidup mandiri dan akan menjadi orang sukses, saya harap semuanya merestui dan mendoakan saya.
Dan sekali lagi saya mohon maaf,dan jika berjodoh dan berumur panjang,semoga kita semua bisa berjumpa lagi."
Tari.
Di sebuah terminal bus di daerah Bekasi tengah padat akan penumpang yang hendak kepergian ke tempat dan derah lain.
Sebuah bus putih jurusan bertuliskan Jakarta-Bekasi memasuki terminal tersebut,setelah bus itu berhenti,seluruh penumpang yang ada di dalam bus itu bergegas dan berdesak-desakan agar bisa keluar terlebih dahulu,karena mungkin ingin segera beristirahat dirumah mereka atau pun kerabat mereka untuk melepas penat setelah menempuh perjalanan yang lumayan panjang dan melelahkan.
__ADS_1
Setelah beberapa orang sebagian sudah keluar, giliran Tari yang kini keluar dari bus tersebut.Setelah keluar dari bus itu ia lantas memperhatikan sekitar terminal tersebut.
Ia sadar,bahwa tempat ini sangat lah asing baginya,tak ada satu pun yang ia kenal,dan bahkan ia sendiri pun tak tau harus kemana dan apa yang harus ia lakukan di sini,karena saat itu yang ia fikirkan hanyalah pergi dari Dimas dan seluruh keluarganya.
Ada rasa takut dihatinya, bagaimana tidak, bukan hanya tak tau apa tujuan nya datang kesini,ia bahkan hanya seorang diri tanpa memberitahu kan siapa pun.
"Aku tidak boleh takut,tidak boleh menagis, dan tidak boleh putus asa,aku bisa..,aku pasti bisa melewati semua ini".Gumamnya nya seraya memgepalkan kedua tangannya di depan dadanya,lalu ia pun meranjak dari tempat itu untuk mencari kos-kosan yang murah untuk sementara waktu, beruntung,selama ini uang jajannya selalu ia tabung,sehingga cukup untuk bekalnya dan untuk makan beberapa hari.
_ _ _ _ _ _ _ _
__ADS_1
" Ada apa ini sebenarnya, apa ada yang bisa menjelaskan semua ini? ",tanya bu Sulis dengan wajah agak marah, seraya memegang sebuah ponsel dan sepucuk surat dan itu semua adalah milik Tari.Namun mereka hanya diam,entah apa yang masing-masing mereka fikirkan.
" Dengan surat ini sudah jelas, pasti ada yang tidak beres, katakan siapa yang punya masalah dengannya, jangan takut bicara,saya tidak akan menghukum orang yang mau mengakui kesalahannya",tanya bu Sulis lagi dengan masih penuh kesabaran.
Namun semua orang diruang tamu itu masih tak ada yang berbicara, rasa amarah pun semakin menjadi di benak bu Sulis,kemudian beliau pun berdiri dengan amarah yang menggebu.
"Baiklah, karena tak ada yang berbicara saya akan mencari tahunya sendiri, dan saya tak akan segan-segan menghukum berat orang yang telah membuat Tari pergi dari rumah ini,dan saya tidak pernah main-main dengan ucapan saya." Kata bu Sulis dengan nada suara meninggi,dan segera meranjak dari ruang itu.
Sementara Dimas,Bima,pak Dhanu dan bu Minah masih berada di ruang tamu itu.Bima pun meraih sepucuk surat itu, ia kembali membacanya surat yang sebenarnya sudah berapa kali ia baca sebelumnya,ia masih tak percaya dengan apa yang telah terjadi hari ini,hari yang ia nantikan dan seharusnya akan ia gunakan sebaik mungkin untuk menghabiskan waktu bersama kekasihnya itu,tak disangka akan menjadi hari yang teramat menyakitkan baginya.Dan seandainya bisa memilih, lebih baik ia bermimpi bahagia bersama gadis itu dan tak bangun lagi,dari pada harus menyaksikan hari ini.
Sakit hatinya setelah selesai membaca surat itu,tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan untuk mencari jejak gadis itu,tak ada satu pun cara yang bisa dilakukan,dengan ponsel yang sengaja ditinggal,serta tanpa pamit mustahil bisa menemukannya.
Bima pun meranjak dari ruang itu dan melangkah ke kamar nya tanpa bicara sepatah kata pun meninggalkan mereka bertiga yang masih terpaku.
__ADS_1
"Apa-apaan sih nih cewek,pake acara pura-pura kabur segala,apa dia merasa tersinggung dengan apa yang gue bilang kemarin,tapi gue rasa nggak ada yang salah sama apa yang gue bilang?,cih.. pasti nanti dia juga bakal balik lagi,", umpat Dimas dalam hati.
Lalu ia pun juga meranjak dari tempat itu,tak lupa ia membawa surat itu bersamanya,ia ingin memajang surat itu agar ia selalu mengingat orang yang sangat ia benci itu,ia pun berjalan menuju kamarnya.