
"Melalui titik ini gue akan memulai semuanya sekarang".
Dear: Dimas.
Disebuah rumah besar serta bernuansa mewah,bunga-bunga yang bermekaran di halaman rumah serta dikelilingi kupu-kupu yang berwarna warni semakin menambah kesan keindahan bangunan rumah itu.
"Tok,tok,tok...",
"Dimas... Dimas.... bangun,apa kamu tidak ada kelas hari ini,ini sudah jam tujuh pagi,kenapa kamu masih saja tidur?",teriak tante Sulis pada putra bungsunya yang tak kunjung keluar dari kamarnya." Dimas... ".
" Apaan sih mom,pagi-pagi kok udah gangguin orang tidur ",sahut Dimas dengan suara yang serak has orang bangun tidur.
" Yaampunnn...pagi kamu bilang... ini sudah jam tujuh pagi Dimas...,"tegas mommy nya.
Dimas yang tadi nya terpejam seketika membelalakan matanya, ia lantas melihat ke arah alarmnya.
"Cih... sial,"ucap Dimas bergegas bangun dan langsung masuk kamar mandi.
Sementara dimeja makan ibu Sulis tengah bergumam sendiri, mengomel sendiri karena Dimas yang sejak tadi tak keluar dari kamarnya.
" Kenapa anak ini,baru kemarin bilang mau masuk kuliah dengan semangatnya,lah sekarang malah malas-malasan..apasih maunya",gumam ibu Sulis, Bima yang sejak tadi juga sarapan hanya bisa menggelengkan kepala,ia tak tahu lagi apa yang harus ia lakukan pada dua ibu dan anak ini,jika ia ikut campur,bisa-bisa ia juga kena imbasnya.
__ADS_1
"Mommy... kenapa nggak bangunin aku sih?kan aku jadi kesiangan", ucap Dimas menuruni anak tangga sembari mengancing bajunya.
" Kamu ini ya masih berani bilang nggak membangunkanmu,"ucap ibu Sulis seraya mencubit putra bungsunya itu.
"Awww...sakit mommy...", Dimas meringis kesakitan.
" Ma,aku sudah selesai sarapan aku pamit ya,seperti nya hari ini akan ada pertemuan dengan klien dari negara tetangga yang akan berkolaborasi dengan perusahaan,dan ayah menyuruhku untuk ikut serta dalam rapat itu",ucap Bima meranjak dari tempat duduk nya dan segera melangkah pergi.
Disebuah universitas terkenal di daerah Jakarta,dengan bangunan yang menjulang tinggi serta gaya bangunan mewah dan elit,beberapa mahasiswa maupun mahasiswi berlalu lalang memenuhi setiap jengkal bangunan itu.Dimas yang baru saja sampai didepan gerbang langsung berlari keluar mobil dengan tergesa-gesa.
Tak lama Dimas pun sampai di depan sebuah kelas yang bertuliskan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik(Fisip),sebuah fakultas yang sangat terkenal di universitas itu, banyak yang ingin bergabung karena jika berhasil menguasai bidang ini,akan mendapat kan hasil yang menjanjikan,tipis kemungkinan akan gagal dalam karirnya jika ahli dalam bidang ini.Namun sayang,banyak yang gagal masuk fakultas ini dikerenakan tesnya yang sulit serta pengajarannya yang sulit pula,sehingga banyak yang mengurungkan niatnya bahkan sebelum mencoba fakultas untuk ikut tes fakultas ini.
Dimas lantas membuka pintu kelas itu dengan penuh keraguan,namun ia tetap memberanikan diri jika memang ia harus dapat hukuman karena telat maka ia akan menerima nya.Sudah banyak yang hadir di kelas itu, tapi masih tak terlihat keberadaan dosen didalam," hah...syukurlah.. ",desah Dimas lega,ia pun segera melangkah ke arah salah satu bangku yang masih kosong di pojok dinding, ia segera memainkan ponselnya.
" Hei lihat cowok yang disana",ucap salah seorang gadis yang ada di kelas itu.
"Yang mana",
" Itu yang dipojokkan,yang pakai baju merak kotak-kotak",
"Wah....siapa dia ganteng banget...kok aku baru lihat sih?", ucap gadis satunya.
__ADS_1
" Yaampun...masa kamu nggak tahu sih,dia kan yang paling terkenal tahun ini,karena katanya dia mahasiswa yang paling ganteng di tahun ini,namanya adalah Dimas, anak dari seorang pengusaha properti terkenal, dan apa kamu tahu selain dia ada satu lagi yang menarik perhatian,aku juga mendengar ada lagi seorang mahasiswa baru yang nggak kalah ganteng,tapi aku nggak tahu dia ada di fakultas apa,kalau nggak salah namanya Max".Jelas gadis itu panjang lebar.
"Wah bakal seru nih, ternyata harta karun tahun ini ada dikelas kita aku pasti akan membuat dia jatuh dalam pesonaku", ucap gadis itu seraya menyeka rambut nya.
" Cklek ",
Tiba-tiba terdengar suara pintu yang terbuka,seorang gadis cantik nan manis lah yang baru saja masuk dan seketika beberapa orang didalam ruangan itu terpana,terutama para siswa lelaki.
" Dimas, ternyata kamu ada disini aku berkeliling mencarimu sejak tadi,untung saja ada beberapa senior laki-laki yang bersedia tahu dan mengantarku sesini",ucap Ningsih yang langsung saja duduk di sebelah Dimas.
"S...siapa dia?,apa dia pacar nya Dimas?", ucap gagap gadis yang tadi sangat percaya diri untuk menaklukan Dimas.
" Aku juga nggak tahu,padahal setahuku,menurut beberapa sumber terpercaya Dimas seperti nya nggak punya pacar,tapi jika diperhatikan seperti nya...gadis itu memang.... dan terlihat jelas dari wajah Dimas yang tenang saat berbicara pada gadis itu,dan....dia juga can...tik",jawab mahasiswi satunya dengan wajah gugup.
"Cih,ternyata sudah punya pacar ya,padahal aku mau mendekati nya,tapi jika dia sudah ada yang punya.... yah..mau gimana lagi", ucap gagap gadis itu,ia sudah merasa kalah jika dibandingkan dengan gadis yang sedang duduk di sebelah Dimas.
" Em...ngomong-ngomong, Max dimana,kok nggak kelihatan?",tanya Dimas.
"Hah....kamu nggak salah ya,kamu kamu nanyain Max sama aku,kan dia selalu sama kamu,lagian nggak usah ya pagi-pagi bahas dia merusak suasana saja", dengus Ningsih kesal.
" Hei jangan gitu,kalau nanti lo malah suka sama Max, lo mau apa?",
"Ih...Dimas apaan sih..nggak bakal,aku nggak bakal suka sama dia", ucap Ningsih kesal seraya memukul Dimas pelan.
Sementara Dimas hanya tertawa kecil,tanpa ia sadari semua orang terpana akan senyum lelaki itu,senyum yang jarang terlihat namun sangat manis,namun mereka juga menyayangkan karena lelaki itu sudah ada yang punya,oleh gadis yang tak kalah cantiknya,sehingga mereka hanya bisa memandangi dengan tatapan yang iri.
__ADS_1