Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Hanya Sampai Disini Kah?.


__ADS_3

"Apakah sedikit pun aku tak berhak bahagia,baru saja rasanya ku coba membuka lembaran baru,namun apa yang kudapat,hanya halaman kosong tanpa sebuah judul dan tulisan pembuka,namun aku sadar itu artinya bahwa takdir kebahagiaanku hanyalah sampai disini".


Dear:Tari.


Tari kini tengah menikmati indahnya taman bunga itu,ia merasa sangat nyaman karena ia sangat suka dengan berbagai jenis bunga.


"Tari!...,"Tari yang mendengar ada yang memanggil namanya lantas menoleh.


" Ridho,kamu sudah kembali siapa diluar sana? ",tanya nya.


" Dimas ",Jawab nya,mendengar nama itu Tari lantas terkejut, ia kembali menatap mata Ridho dengan penuh tanda tanya.


"Untuk apa dia kesini?", tanyanya dengan ekspresi agak marah.


" Aku tak tahu,tapi dia bilang kalau dia kesini ingin menjemput mu",Jawab Ridho.


Tari yang mendengar nya pun langsung melangkah menuju pintu gerbang dengan setengah berlari,ia ingin mendengar langsung dari mulut anak lelaki itu apa alasan nya,tiba-tiba saja datang menjemput nya kesini.


Tari kini tepat berada di belakang Dimas, namun ia belum bicara karena ia masih terengah-engah.

__ADS_1


"Dimas",Dimas yang mendengar nya pun lantas berbalik,kini ia melangkah mendekati Dimas yang tengah duduk di atas sepeda motor nya.


" Ada apa kamu kesini? ",tanya Tari dengan tatapan tak suka.


"Gue kesini untuk menjemput lo",jawabnya enteng.


"Tidak perlu,aku nanti akan diantar pulang oleh Ningsih,aku tidak mau merepotkanmu,jadi kamu pulanglah", usirnya.


" Cih,bilang saja kalau lo ingin berlama disini sama cowok itu kan?",ucapnya tiba-tiba yang membuat Tari mengerutkan alisnya dan menatap Dimas.


"Apa maksud mu?,"tanyanya.


" Masih pura-pura,lo itu ternyata cewek gitu ya,nggak jauh beda sama cewek lain,suka deketin beberapa cowok",jawabnya dengan senyum sinis.


Dimas yang melihat wajah itu pun semakin geram,bagaimana bisa gadis masih berani berpura-pura polos didepan nya.


"Lo masih sok polos hah,lo nggak merasa bersalah sama mas gue,apa lo mau mempermainkan mas gue,denger ya gue nggak akan biarin gadis matre kayak lo deketin mas gue,silahkan aja lo mau jalan,pacaran dan tidur sama cowok lain asal kan jangan nyakitin mas gue".


" Plakk",telapak tangan Tari akhirnya mendarat di pipi mulus milik Dimas,ia tak bisa lagi mengenali kan dirinya, sudah berapa kali ia menahannya dan kali ini sudah sampai batasnya,bagaima bisa ia bersabar tanpa tahu apa yang terjadi, dan tanpa mengenal betul siapa dirinya, berani sekali..,berani sekali Dimas menyebut nya gadis yang sembarangan,tanpa tahu kebenarannya.

__ADS_1


"Berani lo nampar gue hah", ucap Dimas dengan suara meninggi.


" Apa begitu sakit hanya ditampar seorang perempuan, sungguh sangat memalukan,tapi apakah kamu berfikir lebih sakit nya aku saat kamu menyebut ku macam-macam,hiks...aku sudah mencoba menahan nya selama ini,bagaimana kamu memperlakukanku,dan apa yang telah kau lontarkan pada ku selama ini,itu semua kutahan karena aku memghormati ibumu,hiks...tapi...hiks...kali ini sungguh keterlaluan,kamu dengan tegannya menyebut ku cewek matre dan bahkan tidur bersama lelaki mana saja,dan asal kamu tahu,meski pun aku miskin, aku tak akan menggunakan cara yang menjijikan demi harta yang bahkan tak bisa ku bawa mati,dan satu hal lagi semoga di masa depan kamu akan mendapat kan gadis yang lebih baik dariku,yang tak mencintaimu karena uang,dan merupakan gadis baik-baik dan tidak seperti ku.",ucap Tari sesegukan seraya melangkah gontai,meninggalkan dimas yang mematung tak mampu lagi berbicara.Ia hanya memperhatikan gadis itu yang melangkah semakin menjauh.


Tiba-tiba munculah Ridho,Max dan Ningsih yang juga keluar.


"Loh Dimas, Tari dimana kok nggak ada disini?", tanya Ningsih yang sejak tadi mencari keberadaan sahabatnya itu.


"Iya,Dim Tari dimana?",tanya Max, namun tak ada jawaban darinya,ia menyalakan sepeda motornya dan pergi begitu saja tanpa berkata sepatah kata pun.


" Dim,Dimas...",teriak Max yang mencoba menghentikan Dimas.


"Ada apa sebenarnya, kok dia diam aja,dan yang penting dimana Tari sekarang...", ucap Ningsih panik,ia pun segera mengambil ponsel di dalam tasnya,ia mencoba menghubungi Tari.


" Sepertinya sudah terjadi sesuatu antara mereka berdua,dan ekspresi Dimas barusan... seperti nya sedang kesal bercampur bingung".Kata Ridho dalam hati.


_ _ _ _ _ _ _ _


Tari kini sampai di depan rumah mewah nan megah yang sering ia masuki itu.Namun entah mengapa kali ini rasanya berat kaki itu melangkah masuk.

__ADS_1


Saat ia kembali teringat dengan apa yang telah Dimas ucap kan tentang dirinya,kembali ia merasa ragu untuk melangkahkan kakinya masuk,air matanya krmbali mengalir tanpa izin darinya, padahal ia tak ingin menagis ia tak ingin saat ia masuk nanti ada yang menyadari bahwa ia habis menagis.


Dengan terburu-buru ia menghapus air matanya,setelah air matanya sudah ia usap ia pun segera masuk untuk menyelesaikan pekerjaan nya hari ini dan mungkin yang berakhir kalinya.


__ADS_2