
"Teng...teng....teng..."
Suara bel istirahat pun berbunyi seluruh murid
bergegas menuju ke kantin sekolah dan sebagian ada juga yang memilih tinggal di kelas karena membawa bekal dari rumah.Tari pun diam-diam memperhatikan teman-teman
nya yang membawa bekal ada rasa iri dibenaknya jika bisa memilih dia pun ingin sekali dibuat kan bekal oleh orang tuanya tapi apalah daya semua itu sesuatu yang hanya bisa ia bayangkan.
"Tari,Tari....hoi bangun mau istirahat tidak?", bisik Ningsih yang berhasil membubarkan lamunannya.
" Ah...ya,siapa..?",ucap Tari linglung.
"Ah,Tari aku dari tadi manggil kamu tapi kamu malah melamun, lagi mikirin apa sih?"
"Aku......,eh kamu nggak lapar ayo kekantin yuk aku udah lapar nih!!!", ajak Tari mengalihkan.
Sesampainya di kantin seperti biasa, mereka akan langsung menuju kantin tengah,dan akan memesan bakso kegemaran mereka berdua kantin itu adalah tempat mereka seringnongkrongberdua,mereka senang dikantin itu bukan hanya karena bakso
nya yang enak,tapi juga karena penjualnya yang ramah dan juga sangat akrab pada mereka berdua,dan terkadang mereka di beri toping khusus sebagai tanda mereka adalah pelanggan tetap.
__ADS_1
" Wah Tari gimana nih kantinnya penuh tuh,lihat!",kata Ningsih dengan nada kecewa.
"Emang kalau penuh,kamu langsung nyerah aja gitu?,kemana semangat yang tadi,ayo demi bakso bu Wati kita harus berjuang aku sudah nendengar baso-baso itu sudah memanggil kita berdua".Kata Tari meyakinkan
Ningsih dengan cerita seadanya.
" Ih Tari kamu bisa aja deh,tapi kamu ada benarnya ayo kita berjuang",ucap Ningsih dengan semangat berkobar.Lalu mereka pun
melangkah menuju kantin tersebut,dengan susah payah mereka pun akhirnya berhasil masuk.
"Bu Wati,dua mangkok baso sama es teh, biasa!!" ucap Ningsih
"Oh kalian berdua ibu kira kalian nggak datang soalnya hari ini tumben rame banget
tapi ibu udah simpenin buat pelanggan tetap ibu", ucap bu Wati
"Nih basonya udah ibu tambahin toping sepesial hanya buat kalian berdua,dan ini es tehnya."
"Makacih bu Wati syantik," ucap mereka berdua serempak.Kemudian mereka pun mulai makan.
Tak lama mereka makan,terdengar suara samar dan semakin mendekat,setelah itu terdengar ricuh seluruh kantin Tari yang sejak tadi hanya menikmati makanannya pun mencoba melihat apa
yangdiributkan,matanya terbelalak,ia tak menyangka orang yang membuat heboh adalah orang yang paling tidak ingin ia lihat.Dimas dan satu orang temannya entah siapa itu.
"Wah Dimas dan Max ada disini girls cepat foto," suara ricuh para siswi di kantin
"Gantengnyaaaahh!!!"
__ADS_1
"Dimas,kenapa dia ada disini dia kan bisa
saja order makanan mahal atau bekal dari rumah kenapa harus makan disini?",ucap Tari dalam hati sambil menatap jengkel.
"Max ngapain sih kita kesini,nggak nyaman tau kita order online aja yuk dikelas", kata Dimas risih
" Eh Dimas kamu harus terbiasa di tempat ramai kamu kan idola",bujuk max,lalu ia pun tak sengaja menatap Tari begitu pula dengan Tari, ia kaget ketika bertatapan mata dengan Dimas.
"Max"
"Ya"
"Pesanlah sesuka mu aku akan menunggu di meja,"
"Ok"
Lalu Dimas pun mulai meranjak dari tempatnya berdiri menuju sebuah meja menunggu temannya memesan makanan.Langkah nya semakin lama semakin mendekat ke arah meja dimana Tari dan Ningsih berada.Dan kini semakin mendekat dan benar saja ia menarik salah satu kursi yang ada di depan Tari.Seluruh siswi di kantin itu sontak berteriak histeris pasalnya mereka iri dengan kedua gadis yang beruntung bisa satu meja dengan Dimas.Tari pun sontak menyantap makannanya sambil menunduk,sedang Ningsih hanya menatap kagum dengan ketampanan pangeran sekolah itu.Dimas yang sejak tadi memperhatikan Tari tanpa ia sadari sudah membuat Tari merasa risih.
"Ada apa sih dia,ngeliatin aku terus,risih banget", ucap Tari dalam hati.Tak lama kemudian pun Max datang dan duduk di sebelah Dimas dan membawa dua mangkuk bakso,
" Hai kamu Ningsih kan?",sapa Max yang kenal dengannya maklum neskipun Ningsih hanya selalu menghabiskan waktu bersama Tari tapi tak sedikit yang mengenalnya karena kecantikannya dan tak sedikit pula yang menyimpan rasa dan menyatakan perasaan padanya namun tidak pernah menerima mereka.Ia hanya belum berpikiran mempunyai
seorang pacar dan pada Dimas ia hanya sekedar mengagumi sebagai murid berprestasi dengan segala kelebihan terlebih lagi ia dam Dimas adalah teman sejak kecil.
"Hai max ,tumben kalian ke kantin?", sapa Ningsih.
" Ah aku yang memaksa Dimas kesini,biar nggak kuper(kurang pergaulan),dia kan susah diajak bersosialisasi."Jawab Max
__ADS_1
Dimas tanpa memghiraukan apa yang dikatakan dua orang itu dari tadi memandangi Tari dengan tatapan dingin hingga membuat Tari merasa benar- benar tak nyaman.Entah apa yang ada dalam otak Dimas