Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Hal Aneh


__ADS_3

 "Semoga,yang ku fikirkan,hanyalah sebuah imajinasi yang takkan mungkin terjadi dalam hidupku".


Pagi yang seperti biasa,sarapan pagi bersama dan berangkat sekolah bersama.


 


Namun,saat Tari turun dari mobil dan melangkah memasuki gerbang sekolah,terdengar seperti ada yang berbisik terlihat beberapa siswi sedang berbisik dan sesekali memandangnya sinis.Namun tak ia hiraukan ia terus berjalan hingga akhirnya ia tiba di depan kelasnya,


"Aku nggak nyangka kalau cewek gatel yang ramai dibicarakan itu Tari,soalnya kemarin malam aku nggak datang kerumahnya Max". Suara salah seorang teman sekelasnya yang cukup nyaring terdengar hingga keluar.


" Beneran... sungguh,aku nggak menyangka kalau tari orang yang seperti itu,sangat tidak sesuai dengan imagenya yang pendiam ",ucap salah seorang lagi.Mendengar semua itu hati Tari sakit, sakit sekali hingga rasanya ia ingin pergi saja dari sini, namun ia harus mengurungkan niatnya ia tak boleh menyerah hanya karena hal seperti ini ia berjanji pada neneknya,bahwa apa pun yang terjadi ia akan menyelesaikan sekolahnya.Dengan berat hati ia pun melangkah masuk,sontak saja semua orang terdiam,karena orang yang mereka bicarakan kini ada di depan mereka,Tari berlalu begitu saja menuju bangkunya ia berpura-pura seperti tidak mendengar apa pun.


"Tari...coba Kamu lihat!", ucap ningsih seraya menunjukan ponselnya,sebuah video malam itu,dan sesekali ia membaca komentar dari beberapa orang,banyak yang mencela,dan menilainya negatif,kemudian Tari memberikan ponsel Ningsih kembali.


" Tari..aku nggak tahu siapa yang telah meng up load video ini,tapi ini keterlaluan ....mereka bahkan menambahkan artikel yang asal-asalan tentangmu",ucap Ningsih lagi.

__ADS_1


"Sudahlah Ning...aku nggak apa ,aku nggak masalah selama kamu masih ada disini dan masih mau berteman denganku,itu saja sudah cukup."Ucap nya tersenyum.


_ _ _ _ _ _


Tak terasa waktu istirahat pun tiba,seluruh siswa pun bergegas keluar menuju kantin,namun Tari tak menyangka bahwa insiden di malam itu dapat mengubah segalanya,seperti siang ini saat dikantin seorang siswi tiba-tiba saja menyenggolnya,sontak saja kuah bakso yang ia bawa sedikit tumpah.


" Ahhh..",jerit Tari saat kuah bakso nya tumpah,bagaimana tidak kuah yang panas kini tumpah ke tubuhnya,untung dengan sigap ia menaruh bakso nya di atas meja dan tidak menjatuhkannya.


"Tari..kamu tak apa?,"ucap Ningsih khawatir sambil mengelap seragam Tari dengan Tisu,"panas sekali ya kan,lagian siapa sih tadi,apa dia nggak punya mata!"


"Udahlah...aku nggak apa-apa kok,digosok tisu juga hilang", Tari menenangkan.


"Udahlah....Ning... apa kamu nggak lapar?, ayo makan ,nanti jam istirahatnya habis",Ningsih pun menurut, ia segera makan walau wajahnya cemberut,Tari hanya tersenyum,dengan mulus ia berhasil menyembunyikan rasa sakit itu,ia berpura-pura baik-baik saja di depan sahabatnya itu.


Tari dan Dimas kini sudah tiba dirumah,mereka berdua masing\-masing masuk ke dalam kamar,namun siapa yang tahu sejak malam itu mereka berdua tak pernah lagi saling bicara.

__ADS_1


Kini seperti biasa Tari sedang membersihkan rumah,kini ia sedang menyapu lantai dekat tangga,ia terus menyapu matanya memang fokus ke lantai,namun fikirannya berada di tempat lain.Sejak pagi ini saat beberapa orang mulai menggunjingkan dirinya perihal malam itu,hatinya mulai merasa gelisah ia takut,ia akan berakhir menjadi korban bullying seperti di film atau cerita,namun ia menggelengkan kepalanya.


"Jangan memikirkan yang aneh-aneh Tari..semua itu nggak mukin", ucapnya dalam hati.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hari kini sudah sore semua pekerjaan rumah sudah dibereskan,mulai dari membersihkan rumah,mencuci piring dan menyiram tanaman,kini Tari sedang duduk di bangku taman tempat biasa,saat ia ingin melihat matahari terbenam.Untuk sejenak jiwanya terasa damai,ia memejamkan matanya ketika sedikit terkena cahaya jingga itu,namun tiba-tiba saja dahi Tari mengerut,pasalnya cahaya itu terasa menghilang dalam sekejap walau matanya terpejam namun ia tahu karna cahaya itu masih terasa silau.Perlahan ia membuka matanya lantaran ada seseorang yang kini ada di depannya,


" Mas Bima?",ucapnya seraya bangkit dari duduknya karena terkejut,ternyata Bimalah yang menutupi cahaya itu.


"Kenapa kamu berdiri?,bukankah kamu sedang bermimpi indah hingga kamu terpejam sambil tersenyum,maaf jika aku sudah mengganggumu",ucap Bima dengan wajah bersalah.


" Ti...tidak,mas Bima tak mengganggu..maksudku .....aku tidak sedang tidur aku hanya terpejam sejenak..jadi tak perlu minta maaf,a...aku yang seharuanya minta maaf karena telah lalai bekerja",jawab Tari gagap seraya menunduk


"Yaampun...sebegitu menakutkannya kah aku,sampai wajahmu begitu ketakutan", jawab Bima dengan ekspresi serius namun sebenarnya menahan tawa.


" Bu..bukan begitu...aku hanya...merasa tak enak aku....,ucapan Tari tiba-tiba terhenti,bagaimana tidak ia terkejut Bima kini sedang mngusap lembut puncak kepalanya,hingga membiat nafasnya seakan terhenti.

__ADS_1


"Sudahlah...aku mengerti,hari sudah mulai petang masuklah..tak baik bagi seorang gadis masih diluar saat petang".Ucapnya seraya mengalihkan tangannya dan tersenyum serta melangkah menuju pintu masuk.


Tari yang mendapat perlakuan manis itu pun tersenyum,sambil ikut melangkah masuk ke dalam rumah.


__ADS_2