Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Apa aku tua bagimu


__ADS_3

 "Aku merasa kita memang jauh berbeda dan takkan mungkin cahayamu dapat kusentuh,namun entah mengapa cahaya itu kini kian mendekat,dan bolehkan aku kembali berharap bahwa bulan itu akan menerangi malam-malam gelapku".


Kini Tari benar-benar tenggelam dalam suasana ramai di mall itu, Kini mereka sedang bermain di time zone,Tari tanpa sadar tertawa lepas seraya bermain,hal itu awalnya membuat Bima terkejut,begitu bahagianya gadis itu hanya dengan beberapa game di mall ini,ia diam-diam memperhatikan gerak-gerik Tari,ia menatap dalam gadis disampingnya yang sedang asik bermain itu tanpa disadari ia menatap Tari dengan menyunggingkan senyum manis,Sontak saja para wanita yang tak sengaja melihat senyumnya terhenti dan terkagum melihat pemandangan itu.


"Wow..coba lihat cowok disana,senyumnya itu lihat,manis banget ya kan..!!!",kata salah seorang dari gerombolan,


" Iya omg,itu orang korea ya?,nyadar nggak di itu kayak oppa korea",


"Iya lihat!dia juga seperti nya menyayangi adiknya, lihat caranya memandang adiknya..aku iri...".


Tari yang asyik bermain teralihkan saat mendengar ada beberapa racauan suara,Tari pun memalingkan pandangannya ke arah belakang,ia terkejut sejak kapan segerombolan orang itu sudah ada di belakang mereka,dan untuk apa?, namun ia mengikuti ara pandangan orang itu,ternyata pandangan mereka tertuju pada Bima,Tari pun langsung saja tertuju pada Bima yang menatapnya,Tari pun melambaikan tangannya ke wajah Bima,sontak saja Bima terkejut dan tersadar dengan tatapan yang seakan tak tau apa yang terjadi.


" Tari...ada apa?kenapa kamu melambaikan tanganmu",ucap Bima bingung.


"Lihat", ucap Tari seraya mengarahkan jari telunjuknya ke arah gerombolan orang. Sontak saja mereka berteriak histeris saat Bima melihat kearah mereka.


" Ada apa ini?,ada apa dengan mereka?",kata Bima.


"Saya juga tak tahu,saya juga baru sadar", Tari menjelaskan.Namun tanpa diduga segerombolan orang itu pun perlahan mendekati mereka berdua,

__ADS_1


" Oppa are you korean people,or you an idol?",kata seorang dari gerombolan itu.Tari yang tak terlalu faham bahasa inggris hanya terdiam tak mengerti.


"Maaf anda semua pasti salah faham,saya bukan orang korea,dan saya bukan seorang idol,kalian pasti salah orang saya sungguh orang jakarta",kata Bima menjelaskan.


" Tapi apa kami boleh foto bareng,dan anda boleh mengajak adik perempuan anda,please!".ucap orang tadi yang tentu saja mewakili segerombolan orang itu,Bima yang tak terbiasa menolak pun mengiyakan.


 


Hampir setengah jam lebih mereka akhirnya selesai berfoto, tentu saja hal itu membuat Bima dan Tari kewalahan.Mereka kini sedang duduk di kursi kafe yang ada di mall itu.Mereka berdua duduk sambil mengembuskan nafas lega.


 


" Tari..."


"Ya"


"Apa...aku ini...terlalu tua bagimu?",Tari yang mendengar pertanyaan Bima langsung terdiam,ia pun mengangkat sebelah alisnya,


" Tidak...mas Bima tidak terlihat tua,kata siapa?tapi kalau boleh saya...bertanya umur Mas Bima berapa?",Tanya Tari dengan wajah penasaran.

__ADS_1


"Umurku lima tahun lebih tua dari mu", jawab Bima, tari yang mendengarkan jawaban dari Bima,lantas menghitung dengan jari tangannya,Bima yang melihatnya pun tertawa kecil.


" Ah,umur mas Bima pasti dua puluh dua tahun",tebaknya.Bima pun mengangguk dan Tari pun membulatkan mulut nya sambil mengangguk tanda ia mengerti.


"Apa terlalu tua bagimu?", tanya Tari


" Ya",Jawab Tari enteng namun membuat Bima gelagapan,berarti dia bukan tipenya Tari dan tak mungkin akan mendapat kesempatan.


"Jadi aku ini sangat tua"


"Iya,karena mas Bima kakaknya Dimas,pasti kan lebih tua kan.Bima mengerutkan dahinya,pasalnya ia sungguh tak mengerti apa maksud perkataan Tari.


" Maksudmu,ah begini saja aku akan mengulangi pertanyaanku,umpamanya ada seorang laki-laki yang menyukaimu dan ia berumur sama dengan ku apakah dia terlalu tua bagimu?",tanya Bima yang membuatnya yang kini menjadi bingung sendiri, ada terlintas di benaknya seandainya perumpamaan itu adalah Bima dan Dirinya,ia pasti akan menerimaya jika orang itu adalah Bima.


"Tari..Tari...bagaimana,apa pendapatmu?",tanya Bima yang mengejutkan Tari.


" Ah..e..saya nggak tahu harus menjawab bagimana karena saya tak berpengalaman tentang ini,tapi...menurut saya tak masalah berapa pun usianya ,selama orang itu baik dan bertanggung jawab dan semakin dewasa orang itu kan..semakin bijak",jawab Tari terbata.Bima yang mendengarnya merasa lega, dan ia pun tersenyum ia senang mendengar bahwa Tari tidak memandang usia dalam kriterianya.


"Begitu ya,emm..kalau gitu kita pesan makan saja,nih pilihlah makanan yang mau kamu pesan,katakan saja", ucap Bima seraya menyerahkan daftar menu pada Tari,tari pun mengambilnya,sebenarnya ia bingung bagaimana cara pesan makanan disini.

__ADS_1


 


__ADS_2