
"Begitu indahnya kah sang rembulan itu bagimu,hingga bahkan kini kau juga harus berada sejajar denganya".
Suasana hening masih dirasakan oleh kedua orang itu di dalam mobil,hanya terdengar suara mesin mobil dan riuh ricuh klakson diluar sana.Tak lama kemudian mereka pun sampai di depan sekolah Tari.
"Mas Bima saya duluan ya!,terimakasih atas tumpangannya". Ucap Tari pada Bima yang masih dalam mobil.
" Ya,Tari kamu...jam berapa pulang? ",tanya Bima.
" Sekitar jam dua siang,Kenapa? ".
" Kalau gitu aku akan menjemput mu nanti",
"Apa,tapi..mas Bima nggak sibuk,kalau sibuk nggak usah dipaksakan saya bisa pulang bareng Dimas dan paman Dhanu Seperti biasa".
" Nggak aku nggak sibuk, kalau gitu aku pergi dulu ya!,sampai jumpa nanti siang",ucapnya seraya menghidupkan mesin mobil.
"Iya hati-hati", ucap Tari,lalu mobil itu pun melaju meninggalkan gerbang sekolah itu.
Tari melangkah masuk ke dalam kelas,terdengar riuh ricuh saat ia masih diluar tadi, namun saat ia masuk seketika semua diam, senyap tanpa suara.Ia pun melangkah menuju bangkunya suasana dikelas itu seketika terasa aneh namun ia memilih berfikir positif dan segera duduk di bangkunya,dilihatnya kursi disebelahnya tempat duduk Ningsih.
" Kok tas ningsih belum ada ya,apa dia bangun kesiangan? ",ucapnya dalam hati sambil melihat jam tangannya,tinggal sepuluh menit lagi namun mengapa sahabatnya itu belum kunjung datang.
__ADS_1
" Ting",ponselnya berbunyi,ia pun segera merogoh ponselnya yang ada di dalam tasnya.
"1 Message from:Ningsih๐ฉ".
" Ningsih?,gumamnya seraya membuka pesan itu.
From:Ningsih.๐
+62823****
"Tari maaf ya hari ini aku nggak bisa masuk sekolah tiba-tiba nggak enak badan๐ท,tapi aku sebenarnya kangen sama kamu,tapi nanti malam kalau aku sudah baikkan aku akan menyempatkan mampir kerumah tante Sulis untuk menemuimu ok!๐๐."
"Ffftt", Tari yang membaca pesan itu pun tertawa sendiri,ia merasa lucu setelah membaca isi pesan itu,dasar Ningsih meski pun sakit masih sempat saja menulis pesan Seperti ini fikirnya.Kemudian ia pun menjawab pesan Ningsih.
+62823****
"Iya terserah,tapi kalau masih belum sehat jangan di paksain,ok๐๐".
Tari pun tersenyum setelah membalas pesan Ningsih.
Tak lama kemudian Dimas dan Max pun memasuki kelas mereka berdua pun langsung duduk di bangku mereka.
__ADS_1
Tak sengaja Dimas pun menoleh ke arah dimana Tari berada,ia mengangkat sebelah alisnya, ia merasa heran melihat Tari tertawa sendiri menatap layar ponselnya.
" Apaan sih cewek itu,kok ketawa sendiri, pasti sibuk chat-an sama mas Bima, segitu serunya kah sampai nggak perduli sekitar ",ucap Dimas dalam hati.
" Teng..Teng..Teng..",suara bel pun berbunyi. Tak berapa lama Ridho masuk dan berdiri di samping meja guru sambil memegang ponselnya.
"Ok teman-teman pagi ini guru -guru tak ada yang bisa masuk karena ada rapat masalah komite siswa,tapi kita diberikan tugas,buka tugas Biologi Bab1 halaman 23 di ponsel kalian", ucap Ridho selaku ketua kelas.Karena perkembangan teknologi sudah semakin canggih,jadi baru-baru ini sekolah mengadakan pelajaran berbasis komputer maupun dengan ponsel Android,jadi seluruh murid diwajibkan memiliki ponsel Android untuk memasang sebuah aplikasi pendukung belajar dengan jaringan wifi yang diaktifkan otomatis oleh pihak sekolah saat pelajan dimulai,namun tak perlu khawatir murid akan membuka situs atau hal-hal yang tak senonoh maupun menyimpang dari pembelajaran,karena pihak sekolah memasang pemantau yang dipantau oleh pihak yang ahli dibidangnya terhadap akun seluruh murid.Seluruh murid yang ada dikelas itu langsung membuka ponsel mereka dan segera membuka tugas yang diberikan.
_ _ _ _ _ _
Bel tanda istirahat berbunyi, seluruh murid pun segera menghambur keluar,masing\-masing sudah beramai\- ramai pulang Tari kini sedang menunggu didepan gerbang,ia tak menyadari ada sepasang mata yang sedang memperhatikan nya,sepasang mata itu adalah milik Bima.Ia sedang memandangi gadis yang sejak tadi tak menyadari keberadaan nya,
"Tiiit...tiiit..", suara klakson terdengar dari sebrang jalan yang tepat ada di depannya. Suara klakson itu tentu saja mengalihkan pandangan Tari menuju sumber suara.Seseorang yang ada dimobil itu kini melambaikan tangannya,mobil itu sepertinya tak asing baginya.Tari pun menyipitkan matanya mengenali seseorang yang ada di mobil itu.
" Mas Bima?",ucapnya,ia pun segera berlari menghampiri mobil itu.
"Mas Bima,sudah sejak kapan nungguin,kok nggak sms atau telepon saya sih Kalau mas Bima sudah ada di sini," ucap Tari seraya agak menunduk agar bisa berbicara lewat kaca mobil yang terbuka.
"Ah aku baru smpai kok,ayo masuk mau sampai kapan kamu berdiri di situ?", ucap Bima.Tari pun tersenyum dan segera masuk kemobil,mobil itu pun melaju diikuti oleh pandangan Dimas yang sejak tadi memperhatikan dua orang itu,ia menyuruh pak Dhanu menunda pulang sebentar hanya karena melihat Tari yang sedang berbincang sambil tersenyum pada orang yang tak lain adalah masnya sendiri itu.Ada tersimpan rasa marah dibenakknya,emosi yang bahkan ia pun tak tahu mengapa,namun emosinya itu meluap saat melihat Tari tertawa bersama lelaki lain bahkan bersama mas Bima nya.
" Ayo paman kita pulang! ",ucapnya setelah melihat mobil masnya yang telah melaju.
__ADS_1
" Ok",jawab pak Dhanu.