Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Terjadi Lagi(2).


__ADS_3

"Aku tak pernah nenyangka bahwa orang yang paling membenciku itu adalah orang yang mau mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan ku,tidakkah kamu merasa menyesal karena menolongku,dan aku takut jika kamu terus seperti ini padaku akan membuat ku salah faham,meskipun aku tahu tak kan mungkin ada tempat ku di dalam hatimu".


Dear:Tari**.


Dimas kini tengah menyusuri setiap inci dari rumah itu,namun entah mengapa ia masih belum menemukan Tari.


"Cih berapa banyak sih kamar di rumah kecik ini",gerutu Dimas geram,ia tak sabar ingin menemukan Tari ia takut,karena kejadian ini seperti de javu,hal yang sama pasti akan menimpa gadis itu lagi.


" Tolooonggg,lepaskan... jangan sentuh aku hiks....",teriak Tari.Dimas yang mendengar dengan jelas suara itu berasal dari kamar yang ada disebelahnya lantas berlari untuk menyelamatkan Tari.


"Hei gadis manis diamlah...jangan berisik..., jika kamu menurut aku akan memperlakukanmu dengan lembut ok!," ucap orang itu.Dimas pun terbelalak saat ia melihat bagaimana posisi kedua orang itu,lelaki itu tengah berada diatas Tari,menindihnya dan membelenggu pergelangan Tari sehingga ia tak berdaya,dan yang lebih membuat nya marah besar saat ini adalah baju yang Tari gunakan sudah tak utuh lagi,baju bagian depannya sobek sehingga nampaklah branya,dan saat lelaki itu mulai mencoba menciumi leher Tari,


"Brukk..",


Seketika lelaki itu terlempar dan jatuh ke lantai,dan Dimas tengah menatap nya dengan tatapan yang membunuh,sempat ada rasa gemetar saat ia melihat tatapan Dimas, namun ia tak mau kalah,rasa takut tak pernah lagi ia kenal selama benarapa tahun ini,dan ia sudah berpengalaman dan sudah menghadapi berbagai macam orang,dan masa ia akan kalah hanya karena bocah tengik ini,sungguh memalukan jika itu sampai terjadi.


Dimas pun lantas mencoba membawa Tari, dan membantunya meranjak dari kasur itu.


" Hei, bocah...kamu fikir bisa semudah itu keluar dari sini hah! ",ucap lelaki itu dengan nada yang meninggi.


" Heh lo,gue nggak mau ribut ya sama lo,dasar nggak tahu diri udah untung gue nggak laporin lo ke polisi ",ucap Dimas.


" Cih... kamu fikir aku takut dengan ancamanmu bocah, jangan mimpi",ucapnya seray beranjak dan berlari kearah dua orang itu,Dimas sudah memasang kuda-kuda untuk meladeni lelaki itu namun tanpa diduga lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari sakunya.

__ADS_1


"Jleb..",Dimas terbelalak,tak berapa lama Dimas pun ambruk ke lantai, dengan sebuah belati yang sudah menancap dalam di perut kirinya,darah segar itu mengalir,terus mengalir tak henti-hentinya,seketika darah juga keluar dari mulut Dimas karena mengalami luka dalam.


" Dimas...... hiks.....Dimas bertahanlah aku akan segera membawamu kerumah sakit,aku mohon bertahanlah...hiks",ucap Tari yang sudah terisak,ia pun segera membopong Dimas perlahan,sambil menahan darah Dimas yang terus mengalir tanpa henti menggunakan jaket yang yang tadi dikenakan Dimas.


"Hahaha....rasain...haha siapa suruh kamu berani melawanku", ucap lelaki itu yang kemudian lari begitu saja meninggalkan Dimas yang terluka.


" Hei mau kemana kamu dasar orang jahat ",seru Tari namun ia tak bisa berbuat banyak selain membiarkan orang itu pergi,ia tak mungkin mengejar orang itu dan meninggalkan Dimas yang terluka.


Tari mulai melangkah membawa Dimas untuk keluar dari pintu depan.


Betapa terkejut nya ia saat melihat Laras yang terikat kuat dengan tali.


"Tari tolong lepaskan aku....",pinta Laras.


" Ada apa,apa yang terjadi dengan mu siapa yang mengikatmu?,tunggu nanti setelah aku membawa Dimas kerumah sakit, aku pasti akan melepaskan mu",ucap Tari.


" Apa maksud mu?",ucap Tari yang lantas melihat kearah Laras yang tiba-tiba tertunduk tak bisa bicara.


"Ayo Dimas, bertahanlah sebentar lagi", ucap Tari yang langsung melangkah keluar meninggalkan Laras yang masih terikat.


" Sialan... kenapa?, kenapa lelaki itu harus selalu datang di setiap kesempatanku,lihat saja nanti jika aku ada kesempatan lagi,aku akan terlebih dahulu membunuh cowok pengganggu itu",gerutu Laras yang masih dalam keadaan terbelenggu.


Tari dan Dimas kini berada di dipinggir jalan raya,namun sudah hampir sepuluh menit tak ada satu pun taksi atau angkot yang melintas,sementara Dimas sudah terlihat semakin melemah,karena darahnya yang terus mengalir keluar.

__ADS_1


"Dimas.... tolong bertahanlah sebentar lagi....aku pasti akan menemukan taksi dan membawamu kerumah sakit", ucap Tari yang sudah mulai panik dan ketakutan,dan tiba-tiba sebuah mobil mewah berwarna hitam terhenti di depan mereka.


" Tok... tok...tok...",


"Tolong..... siapa saja yang ada di dalam tolong kami....tolong selamat kan Dimas... hiks... tolong selamatkan Dimas....",ucap Tari yang sudah tak tahu lagi harus berbuat apa,tak berapa lama kaca mobil itu pun terbuka,tari yang tadinya bertelungkup di kaca mobil itu lantas wajahnya terdorong ke dalam.Dan betapa terkejut nya ia saat melihat siapa pemilik mobil itu.


" Mas Bima?",


"Tari,kamu...ini benar kamu kan kemana saja kami se....",


" Mas Bima,tolong.... hiks...tolong Dimas, tolong bawa kami kerumah sakit...hiks...Dimas sedang terluka",ucap Tari yang langsung memotong perkataan Bima.


"Apa?,dimana dia",


" Itu dia ada disana,ayo cepat mas aku takut sekali",ucap nya dengan suara yang bergetar,seraya menunjuk Dimas yang tengah duduk tak berdaya di halte.


Bima langsung memapah Dimas untuk masuk ke dalam mobil dan begitu pula Tari yang juga masuk kedalam mobil,dan mereka mulai melaju mencari klinik atau rumah sakit terdekat.


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Disebuah rumah sakit terbaik yang ada di Bogor,kini tengah diselimuti rasa tegang,takut, gelisah, dan juga khawatir,pasalnya sudah kurang lebih satu jam sebuah ruang UGD tempat Dimas yang sedang ditangani belum menunjukkan apa pun,belum ada suster atau pun dokter yang keluar.


Tari mulai kembali gemetaran,ia takut jika terjadi sesuatu pada Dimas, terlebih lagi Dimas jadi seperti ini karena menyelamatkan nya,ia sungguh tak berani membayangkan apa yang harus ia lakukan jika sampai Dimas tak lagi membuka matanya.

__ADS_1


"Tari...sebenarnya apa yang terjadi kenapa hal ini bisa terjadi", tanya Bima yang sejak tadi sudah penasaran.


Tari pun perlahan mulai menceritakan semua nya,bahkan saat kejadian pertama bahkan yang kedua ini selengkap-lengkapnya dari a sampai z.


__ADS_2