Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
8.Kebohongan (1)


__ADS_3

Setelah beberapa lama akhirnya mereka pun selesai makan,Tari segera ikut membantu bu Minah disisa waktu yang masih ada.


"Tari kamu kenapa malah cuci piring,nanti kamu terlambat kesekolah." Kata bu Minah


"Nggak apa-apa bu,kan masih ada waktu lagian ini kan tugas Tari,Tari akan menyelasaikannya secepat mungkin." Jawabnya sambil mencuci piring.


"Ah kamu nemang anak yang rajin beruntung sekali orang tua yang punya anak sebaik dirimu", ucap bu Minah kagum akan tanggung


jawab gadis belia yang kini ada disampingnya


"Ah ,makasih bu saya sangat tersanjung", jawab Tari dengan senyum kecut,pasalnya ia


kini adalah anak yatim piatu namun ia tak ingin nenceritakan hal pribadinya pada bu Minah ia tidak mau dirinya hanya selalu mendapat simpati dari orang lain.Yang tau apa yang terjadi pada diri dan keluarganya cukup hanya sahabatnya Ningsih dan tante


Sulis.


" Tari ayo cepat tinggalkan saja dulu pekerjaanmu biar bu Minah yang nenyelesai


kannya nanti kamu terlambat kesekolah."


Kata tante Sulis menepuk bahu Tari yang membubar kan lamunannya.

__ADS_1


"Ah iya tante,maaf sampai membuat tante memanggil saya"


"Bukan masalah tante hanya tidak mau kalau sampai pekerjaan mengganggu sekolahmu"


"Makasih tante kalau gitu saya pamit kesekolah dulu", pamit Tari seraya berlari nenyambar tasnya di kursi makan dan keluar.


" Heh,Tari lama banget sih! nanti gue telat nih".kata Dimas didalam mobil dalam posisi sudah duduk namu berteriak melalui pintu mobil yang dibuka.


"Iya aku minta maaf." ucap Tari menunduk.


"Udah,udah nggak usah drama buruan masuk,nanti gue telat lo mau tanggung jawab".Tari pun nenurut masuk dia duduk tepat di sebelah kanan Dimas.


Sesampainya di dekat selolah,Dimas menepuk pundak pak Dhanu.


"Ada apa tuan?," tanya pak Dhanu sambil mengendarai mobil dengan pelan.


"Berhenti disini,"perintah Dimas.


" Kenapa tuan?tinggal sedikit lagi kita akan sampai di depan gerbang sekolah"


"Aku bilang berhenti ya berhenti kenapa sih paman banyak tanya", pak Dhanu pun langsung menghentikan mobil,ia agak sedikit kaget dengan perubahan yang akhir-akhir ini pada tuan mudanya,biasanya tidak begitu kasar namun kali ini sungguh berbeda.

__ADS_1


" Keluar"


"Gue bilang keluar ", kata Dimas setengah teriak.


" Kamu menyuruhku keluar?"tanya Tari sambil manunjuk dirinya.


"Yaiyalah siapa lagi, emang gue yang keluar gitu,kalau gue turunin lo di depan gerbang sekolah sama dengan bunuh diri."Kemudian Tari keluar dari mobil dengan perasaan jengkel,setelah itu tanpa pertimbangan mobil pun melaju ke arah gerbang sekolah.


" Dasar cowok rese,tega sekali meninggalkan ku disini kenapa tidak sekalian saja tinggalkan aku di tengah jalan."


Setelah beberapa menit akhirnya Tari pun tiba didepan kelas,ia pandangannya me\-


nyapu seluruh ruang kelasnya,pandangannya terhenti pada sosok gadis cantik yang selalu menjadi penyemangatnya.Lalu Tari pun melangkah masuk kedalam kelas dengan susah payah ia mencoba mengubah raut wajah sedihnya menjadi wajah ceria agar temanya itu tidak khawatir padanya.


"Ah,Tari ternyata kamu sudah datang aku sudah menunggumu dari tadi." Kata Ningsih seraya mengenggam hangat tangan Tari


"Eh,tapi ngomong-ngomong kok hari ini kamu datang agak cepat ya,apa perasaanku saja ?". tanya Ningsih lagi


" Eh,itu aku.... tadi kebetulan ibu-ibu yang aku layani tidak terlalu cerewet ",kata Tari berbohong,sebenarnya dia sungguh tidak ingin berbohong pada sahabatnya itu namun,janji yang sudah ia buat dengan Dimas memaksanya untuk berbohong.


" Ooh.....gitu syukurlah hari ini kamu datang lebih pagi kalau tidak mungkin kamu akan benar-benar di skors".Tak lama kemudian bel tanda pelajaran di mulai pun berbunyi,Tari dan Ningsih pun segera duduk di bangku masing-masing,lalu guru pun masuk dan segera memulai pelajaran.

__ADS_1


__ADS_2