
Kini Dimas masih menatap nya sinis,rasanya mulai tak nyaman namun untung saja ada Max yang mampu mencairkan suasana, memulai perbincangan ringan hingga suasana tidak nyaman pun sementara hilang.
"Hei Ningsih,kita sudah satu kelas bagaimana kalau kita merayakannya di rumahku malam minggu nanti,ajaklah Tari bersamamu dan kau boleh mengajak temanmu yang lain aku akan mengatur semuanya,ya kan Dim,kamu juga datang kan para cewek pasti pada senang", ucapnya seraya menepuk bahu Dimas sehingga membuatnya kaget,namun ia sama sekali tak menjawab ajakan Max.
" Bagus banget tuh,aku setuju aku akan mengajak Tari,ya kan Tari kamu ikut ya",bujuk Ningsih pada Tari yang juga terkejut ia sama sekali tak mendengar alangsungsejak tadi mereka bicarakan yang ia fikirkan hanyalah bagaimana caranya pergi dari tempat itu.
"Ya apa,ada apa"
"Yaampun Tari apa aku mengejutkanmu,lagian kamu lagi mikirin apa sih", ucap Ningsih mendengus.
" Ah tidak apa-apa,tolong kamu bisa ulangi apa yang kamu katakan barusan".Ningsih pun mengulangi semua dari awal,tanpa kecuali.
"Ta..tapi aku kan.."
"Udah aku ngerti kok,kamu takut nggak diizinin tante kan,dan kamu pasti bingung harus mengenakan baju apa nanti saat kerumah Max,ya kan?", ucap Ningsih yang membuat Tari terkesiap,ia terpaku..semua yang dikatan Ningsih tepat pada sasaran sehingga ia tak tahu harus berbicara apa lagi.
"udah lah aku akan menghandel semuanya,kalau kamu nggak berani minta izin,aku yang akan kerumah tante Sulis dan minta izin langsung", ucap Ningsih lagi dengan mantab.
__ADS_1
Tak terasa jam pelajaran telah berakhir,saat yang sejak tadi dinanti\-nanti oleh Ningsih,seperti jajinya hari ini ia akan meminta izin pada ibu Sulis sekaligus mengajak Tari berbelanja busana untuk ke pesta.
Kini Tari sedang di depan gerbang sekolah ia memberi tahu pada pak Dhanu kalau ia akan pulang bersama Ningsih hari ini.
" Kalau gitu paman sama nak Dimas pulang dulu ya..kamu hati-hati ya",ucap pak Dhanu,Dimas ada di mobil namun ia hanya diam seperti tak mendengar apa pun dan lebih tepat nya tak perduli.
"Iya paman dan Dimas juga hati-hati di jalan", ucapnya ,kemudian pak Dhanu langsung meninggal kan Tari di depan gerbang.
Didalam mal Tari terperangah,ia takjub..untuk pertama kalinya menginjakan kakinya di sebuah bangunan yang disebut mal,sejak dulu ia hanya mendengarnya dari teman-temannya dan bahkan tak pernah bermimpi sekali pun bahwa ia jgeli,akan menginjakkan kakinya di tempat itu.Kini mereka sedang berjalan menuju sebuah tangga,tangga bergerak yang disebut eskalator,lagi-lagi Tari terperangah..,
ia bingung bagaimana ia naik kalau tangga itu terus saja bergerak, Ningsih yang melihat ekspresi Tari pun sontak tertawa geli.
" hahahaha.."
"Kenapa kamu tertawa apa ada yang lucu," tanya Tari dengan lugu,seraya menoleh kekiri dan kekanan mencari apa yang membuat Ningsih tertawa geli,namun ia tak menemukan apa pun yang lucu.
"Tidak ada yang lucu ayo naik Cloth Store ada di atas jadi kita harus naik eskalator ."Ucap Ningsih menahan tawanya.
__ADS_1
"Nggak aku nggak mau", ucapnya sambil menatap ngeri.
"Oh ayolah pelan-pelan saja,aku akan menuntunmu ok!", ucap Ningsih meyakinkan dan perlahan namun pasti akhirnya Tari memberanikan diri dan sukses menaiki eskalator walau masih dengan rasa tegang.
Disisi lain ada yang sedang rebahan di atas kasur dengan wajah khasnya yang datar sedang memegang malas ponselnya.Dimas kini sedang melakukan pesan singkat dengan Max yang sejak tadi membujuknya agar ikut ke pesta.
" drrttt...drrtt...Max is calling..",tiba-tiba ponsel Dimas bergetar dan ternyata Max yang memanggil,dengan terpaksa ia mengangkatnya meski ia tahu apa yang akan di bahas oleh Max.
"Hallo".
" Hallo,Dimas ayolah ikut,kalau kau malas kemari aku akan rela menjemputmu,my prince."
"Apaan sih lo lebay banget,gue bilang nggak mau ya nggak,tutt...tutt..."
"Halo,Dim..Dimas!,dasar dia kok malah matiin sih",ucap Max setengah berteriak," hadeh...pasti para cewek pada kecewa nih"
Kurang lebih dua jam Ningsih dan Tari pun akhirnya selesai memilih baju,bukannya Tari yang lama memilih baju,namu Ningsihlah yang repot sendiri memilih baju untuk Tari,
"Haahhh...akhirnya selesai juga belanja,gaun tadi pasti cocok denganmu,pilihanku tak mungkin salah", ucap Ningsih menghela nafas lega.
" Eh Ningsih..terimakasih ya,kamu sudah banyak membantuku dan membelikanku baju yang mahal seperti ini,aku merasa tak enak aku tak tahu bagaimana cara membalasnya".
"Udahlah...anggap ini sebagai tanda terimakasih ku karena kamu sudah menjadi teman baikku selama setahun ini,dan sebaik nya kita harus cepat pulang"
__ADS_1
"Iya kamu benar aku harus menyelesaikan prkerjaan rumah secepatnya,aku tak ingin melalaikan pekerjaan hanya karena ini", ucap Tari seraya melangkah keluar mal bersama Ningsih.