Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
13.Bukan Tipeku


__ADS_3

 


Mereka pun turun dari tangga,dan segera duduk di kursi meja makan.Tari pun segera pamit untuk kekamarnya dan juga ingin mandi, segera ingin mengguyur tubuh nya yang lelah agar kembali segar.


 


"Om, tante,saya pamit dulu silahkan nikmati makan malamnya", ucap Tari seraya ingin melangkah


" Ah Tari kamu nggak makan,sini makan sama-sama,jangan bilang kamu masih sungkan makan bareng!!!"ucap bu Sulis


"Ah nggak tante..bukan begitu..Tari bukannya nggak mau makan bareng,soalnya tadi Tari sudah makan sama bu Minah", jelas Tari gelagapan mendengar pernyataan dari bu Sulis.Memang benar tadi ia baru saja makan bersama bu Minah sebelum beliau pulang dan kini ia benar-benar kenyang.


" Oh..kalau gitu..yaudah kamu istirahat lah!"


"Baik tante"


 

__ADS_1


Sesampainya di kamar mandi Tari pun segera mandi sungguh segar ,meskipun bisa dibilang sederhana bahkan termasuk kebiasaan setiap hari ,setelah seharian beraktifitas rasa lelah dan gerah pun akan hilang dengan mandi.


 


"Byurrrr", suara air mengalir pun masih terdengar dari kamar mandi artinya Tari masih berada di dalam sana.Ternyata sejak tadi Dimas sedang mengintip nya dari luar,


" eits,bukan ngintip orang mandi ya,ingat!! bukan ngintip orang mandi."😚😚😚


"Hadeh...lama banget sih tuh cewek,gue kan pengen tau gerak gerik nya yang mencurigakan akhir-akhir ini", kata Dimas bicara pelan ,posisinya kini sedang mengumpat di balik dinding.Rasa penasaran Dimas pun semakin menjadi jadi,kini ia semakin mendekat hingga dekat pintu kamar mandi.


" Gue harus deket pintu,siapa tau dia lagi ngomongin rencananya didalam sana".


" Emmhhhh",suara Tari terdengar tidak begitu jelas karena dibungkam oleh Dimas, entah apa yang ia katakan.Tiba-tiba Tari pun menginjak kaki Dimas karena sangat kesal.


"Awwww", pekik Dimas membungkuk ingin menegang kakinya namun ia tergelincir,dan tentu saja Tari yang ada dihadapannya sontak ikut terdorong,Tari pun tersender di dinding kamar mandi dan Dimas tepat berada di hadapannya dengan tangannya berada disisi kiri dan kanan wajah Tari,wajah mereka pun sangat dekat hanya ada beberapa senti tersisa hingga napas Tari bisa terasa oleh Dimas begitu pula sebaliknya.Mereka berdua pun terhenti sejenak Dimas hingga tak sadar memperhatikan setiap jengkal wajah Tari hingga jantungnya berdetak tak beraturan namun tidak pada Tari ,ia tak merasakan apa yang dirasakan Dimas,ia terlampau membenci sosok yang ada didepannya .Lalu saat Tari tersadar ia langsung mendorong Dimas.


"Dimas..kamu ngapain sih disini,kamu tahu aku sedang mandi jadi kenapa kamu mau mengintipku,dasar cabul kamu!!", sumpah Tari

__ADS_1


" Eh.. !gue bisa jelasin gue nggak ngintipin lo,gue..tadi mau lewat tapi lo tiba-tiba buka pintu jadi gue kagetlah,dan lo nggak usah kegeeran gue nggak tertarik sama lo,lagian lo bukan tipe gue banget",jawab Dimas gugup namun ia pandai menyimpan kegugupannya.


"Emang kamu pikir aku juga suka sama kamu asal kamu tahu,aku nggak seperti cewek-cewek yang tergila gila sama kamu dan mereka pasti buta karena menyukaimu,dan satu hal lagi kamu juga bukan tipe ku", bentak Tari dengan suara yang agak keras ia kini sangat marah,hingga meluapkan segala apa yang selama ini ia pikirkan.


" Kau..."


"Kau apa?kalau tidak ada yang ingin dibicarakan lagi mohon izinkan saya pergi tuan muda", kata Tari dengan membungkuk layaknya pelayan,lalu pergi.


" Dasar!! lo liat aja nanti siapa yang akan tertarik dengan siapa",ucap Dimas pelan seraya melangkah pergi.Ia juga ingin mandi dan menyegarkan diri di kamar mandi pribadi


miliknya dikamarnya ia memang punya satu kebiasaan yang tak pernah diketahui, ia tak suka jika mandi ditempat yang sama dengan orang lain meskipun itu orang tuanya sekali pun.


 


Dimas pun tiba dikamarnya dan segera


 

__ADS_1


melepas bajunya lalu masuk ke dalam kamar mandi.Ketika ia hendak memutar keran showernya, namun apa yang tiba-tiba muncul di pikirannya,wajah seorang gadis yang tidak ingin ia lihat, apalagi mengingatnya,kini sedang bergentayangan bebas di kepalanya.Wajah Tari yang sangat dekat dengan wajahnya itu lah yang ia ingat kini.


"Sial!!,kenapa gue mikirin tuh cewek,ada apa ini?",ucap nya kesal sambil mengacak kasar rambutnya,lalu ia pun segera menghidupkan shower dan mulai mandi.


__ADS_2