
Tari kini sedang di bawa kerumah sakit dengan menggunakan kursi roda,berulang kali ia mengatakan bahwa ia tak perlu memakai kursi roda.
"Yaampun ini berlebihan sekali rasanya aku malu melihat orang sakit di sini", kata Tari dalam hati sambil menunduk.Yang kini sedang duduk di kursi roda yang di dorong oleh pak Dhanu serta tante Sulis menggiring di samping,pak Dhanu yang sejak tadi memperhatikan,ia tahu betul apa yang kini dirasakan oleh Tari.Tapi dari perlakuan keluarga ini pada Tari sepertinya masa depannya akan cerah.
" Pak Dhanu tolong tunggu sebentar disini saya mau mencari dokter spesialis."kata bu Sulis
"Baik"
Disisi lain ada yang sedang khawatir setengah mati,Dimas kini sedang duduk dibangkunya ia sangat ingin tahu keadaan Tari ,sampai mau kabur rasanya.Namun tiba\-tiba lamunannya hilang tatkala teman baiknya Max memanggilnya.
"Dim,Dimas apa bener yang gue dengar",Kata Max penasaran
"Apaan sih maksud lo",
" Nih lihat!video sampai foto lo udah tersebar di sosmed,"kata Max sambil memperlihat kan apa yang ada di ponselnya.Video saat ia menggendong Tari tadi pagi.
"Emang kenapa nggak ada yang aneh dari video ini,bahkan gue nolongin dia apa salah" kata Dimas bingung.
"Bukan,bukan video ini masalahnya tapi lihat komentar di bawahnya", Dimas pun membaca kolom komentar.
Keisha:"tuh cewek caper banget sih pengen ku cakar aja mukanya"
Tuti:"iya sama gue juga mual liat muka nya"
Nani:"Iya kalau nanti ketemu mau aku kerjain aja berani-beraninya dia menyentuh oppa"
__ADS_1
Dan masih banyak lagi terlontar hinaan pada Tari karena kejadian hari ini.
"Dim,setelah membaca komentar dari para penggemar lo ini,gue jadi khawatir sama Tari gue takut dia bakal dibully."
"Nggak lah..nggak mungkin mereka mungkin cuman berani ngomong tapi nggak berani ngelakuin", jawab Dimas tak percaya
" Tapi Dim...,"
Teng..Teng...Teng....
"Tuh bel udah bunyi yuk buruan kita pulang", katanya sambil mengambil tasnya,kemudian mengambil tas Tari,lalu ia pun pergi meninggalkan Max yang masih ingin bicara.
" Bim,kalau lo nggak dengerin kata gue,gimana nasib Tari gue yakin dia pasti dibully sama sasaeng (fans fanatik yang kadang bisa menyakiti orang lain jika mempunyai hubungan khusus dengan idolanya).Kata Max bicara sendiri.
_ _ _ _ _
"Mbak,boleh nanya apa disini ada pasien bernama Tari,Maksud saya Fitri Lestari",
" Sebentar saya cek dulu ya",
Dimas pun menunggu dengan sabar,ada suara bisik-bisik disekitarnya,
"Wah siapa pemuda itu tampan sekali,apa aktor ya mau syuting disini", kata dua suster berbisik.
" Mohon maaf pasien yang Bernama Tari sudah dipulangkan beberapa saat yang lalu baru sekali,karena pasien hanya mengalami luka ringan",
"Oh,terimakasih atas informasinya", katanya seraya berlalu pergi,saat berada diluar rumah sakit pun ia berhasil mencuri perhatian bagi para kaum hawa,
__ADS_1
Sekali lagi suara berbisik pun terdengar olehnya,namun saat seperti ini sudah biasa baginya jadi ia memilih tak perduli dan melangkah masuk ke dalam mobil.
" Paman,ayo kita pulang",kata Dimas ada rasa kesal dari nada bicaranya.
"Lho,nak Tari dimana?" tanya pak Dhanu
"Katanya tadi dia sudah pulang beberapa saat yang lalu", jawabnya,dengan anggukan pak Dhanu lalu mereka pun melaju menuju rumah.
Tak lama kemudian Dimas dan pak Dhanu pun tiba di rumah.Dimas langsung bergegas masuk.
" Momy,aku pulang!!!"
"Ah kamu sudah pulang,cepat ganti baju mu dan makan siang." perintah ibunya.Ia sebenarnya ingin menanyakan keadaan Tari namun terasa canggung.
"Ada apa Dimas, kenapa bengong"
"Nggak mom,aku hanya sepertinya melupakan sesuatu", jawabnya bohong.
Kemudian ia pun naik ke lantai dua dan langsung masuk ke kamarnya untuk ganti baju,selang berapa menit ia pun selesai ganti baju dan bermaksud menuju ke bawah namun karena pintu kamar Tari sedikit terbuka ia dan sedang melihat Tari yang sedang mengobati lukanya sendiri,posisinya membelakangi pintu
karna ia duduk di meja belajarnya,ada rasa iba dibenak Dimas saat iya melihat punggung kecil itu,saat Tari tak sengaja menatap cermin ia mendapati bayangan seseorang sontak ia pun terkejut begitu pula Dimas yang menyadari bahwa Tari melihatnya.
" Dukkk,awww"
"Siapa itu," kemudian Tari pun bergegas berjalan ke arah pintu kamarnya.Dan ternyata ia mendapati Dimas yang terduduk memegang kepalanya karena terbentur di pintu.
"Ohh,jadi Kamu ya kenapa ada di depan kamar ku,mau ngintip ya dasar mesum,"kata
Tari dengan suara agak keras,spontan saja Dimas langsung menutup mulut Tari dengan telapak tangannya.
__ADS_1