Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Lembaran Baru.


__ADS_3

"Maaf karena aku masih diam-diam menyukaimu,dan aku berjanji aku akan merelakan mu jika laki-laki itu sudah pantas berada disisimu,dan hingga saat itu tiba,tolong biar kan aku tetap berada disisimu".


Dear:Elang.


Tak terasa waktu begitu cepat berlalu,sekarang sudah satu tahun semenjak kejadian yang telah melukai Dimas waktu itu.Seperti sebuah buku tulis yang sudah usang serta penuh dengan tulisan hitam diatas kertas putih,sudah seharusnya buku lama itu kini diganti dengan buku yang baru dan lembaran yang baru.


Seperti pagi-pagi yang sama,yang ia jalani selama satu tahun ini,Tari kini tengah bersepeda menuju ketempat ia bekerja, di tempat yang masih sama,tempat yang teramat berjasa baginya,tempat yang sudah menerimanya sehingga ia bisa bertahan hingga saat ini.


Ia masih dalam perjalanan menuju tempat kerjanya dengan mengayuh sepedanya,sudah kurang lebih tiga bulan semenjak ia membeli sepeda itu,dengan tabungannya selama ini ia mampu membeli sebuah sepeda,meskipun terbilang murah,namun hanya sepeda yang mampu ia beli saat ini,itupun ia sudah sangat bersyukur,karena sepeda itu ia beli dengan uangnya sendiri, dengan hasil kerja kerasnya selama ini.


Sebuah toko sembako mulai terlihat semakin dekat,Tari pun berhenti setelah sampai di depan toko itu.


"Selamat pagi...,wah....sepeda baru ni ye...", ucap salah satu pegawai lelaki di toko.


"Hem...kamu ini yah...apa nggak bosan bilang kayak gitu terus, sepeda ini sudah tiga bulan loh...", ucap Tari sambil mengunci sepeda nya,dan ia pun segera masuk setelah selesai dengan sepeda nya.

__ADS_1


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Sore itu sekitar pukul empat sore,seperti biasa jika masih ada waktu ia selalu menyempatkan diri menyapu halaman kamar kosnya,serta depan kos lainnya.


" Hei Tari, sudah pulang dari tadi?",sapa lembut seorang lelaki yang sangat ia kenal yaitu Elang.Tari yang mendengar suara itu lantas menoleh.


"Anda siapa ya,apakan saya mengenal tuan?", ejek Tari saat nelihat lelaki itu,tampilan yang begitu rapi,dengan mengenakan setelan kemeja putih,dengan paduan dasi berwarna belang-belang merah dan hitam,serta mengenakan celana hitam panjang,dipadu dengan pantofel berwarna hitam pekat menambah kesan penegasan atas penampilannya.


" Perkenalkan saya adalah seorang mahasiswa baru di universitas xxx,dan juga seorang pria dewasa yang sedang menanti cinta dari seorang gadis baik dimasa kuliah,serta yang akan menjadi takdir nya dimasa depan",jawab Elang membalas pertanyaan konyol Tari,sedang Tari hanya tertawa mendengar apa yang sudah diucapkan Elang, bagi Tari tak ada lagi kejanggalan walau pun Elang mengatakan hal seperti itu,karena sejak setahun lalu sudah jelas dan terang-terangan ia menolak perasaan Elang, tapi betapa beruntung nya ia bisa mengenal Elang, walau pun sudah mendapat penolakkan,namun Elang tidak menjauhinya,bahkan selalu perduli padanya,selalu membuatnya merasa nyaman,dan bahkan selalu perduli padanya,dan dihatinya.. seperti yang sudah ia bilang pada Elang sebelumnya,bahwa ia sudah menganggap Elang sebagai saudara lelakinya tak lebih.


" Memang ya kamu ini memang paling pintar memuji,jika tanding peringkat,kamu pasti nomor satu,hih...gemesnya..!!!",ucap Elang seraya mencubit gemas pipi Tari, hingga meledaklah tawa gadis itu,namun Elang hanya bisa nenarik nafas dan mendesah pelan saat melihat senyum itu,senyum yang begitu manis,namun sayang senyum itu tak bisa ia miliki seutuhnya.


Namun dibalik kekonyolan itu,sebenarnya Elang masih sedikit berharap akan jawaban Tari, meskipun Tari hanya menganggap nya sebagai saudara,tapi membuang perasaan itu tidak semudah membalikkan telapak tangan,meski sudah setahun berlalu,bahkan bertahun-tahun pun ia rasa ia takkan bisa menghapus perasaan ini,meskipun bertepuk sebelah tangan perasaan ini akan tetap ia rasakan dan akan ia tanggung sendiri.


"Hei Tari mau ikut aku malam ini?", ucap Elang tiba-tiba.

__ADS_1


" Kemana?",tanya Tari.


"Aku mau mengajakmu makan-makan,aku ingin merayakan atas kelulusanku masuk ke universitas yang kuinginkan,mau nggak?",kata Elang.


" Em.....",


"Gimana mau nggak, kok jawabnya lama", gerutu Elang yang kesal karena Tari lama memberi jawaban.


" Em.....,tentu dong,aku mau apa lagi di traktir,siapa juga yang nggak mau,kalau gitu dimana?,jam berapa?",tanya Tari.


"Em...jam tujuh,dan tempat nya rahasia kamu pasti akan suka tempat itu", jawab Elang.


" Yah...Elang nggak asik dong kalau kayak gitu masa main rahasiaan",ucap Tari kesal.


"Udah...tenang aja,kamu pasti akan menyukai tempat itu, sekarang masuklah hari sudah mulai gelap", suruh Elang. Tari pun kembali tersenyum dan menuruti suruhan Elang, ia pun segera melangkah meninggalkan Elang yang masih berdiri di sana.Sementara Elang masih menatap langkah gadis itu hingga tubuh gadis itu hilang dari pandangan nya.

__ADS_1


Setelah itu ia pun juga melangkah menuju rumahnya.


__ADS_2