
"*Oh apakah ini saatnya?sensasi yang belum pernah kurasakan,terasa aneh namun entah mengapa rasanya cahayanya terasa hangat saat menyentuh bibir dan mengalir kehatiku*".
Sekitar jam sepuluh lewat lima belas menit mereka akhirnya sampai di sebuah pantai,Tari yang menyadari kalau Bima membawanya kepantai tanpa aba\-aba lagi langsung membuka pintu mobil dan berlari keluar,dan ini bukan pertama kalinya, minggu lalu juga ia kesini bersama Bima dihari yang sama saat Bima membelikannya ponsel, kini Tari berputar\-putar merasakan hembusan angin pantai yang nyaman,diikuti oleh Bima yang tersenyum melihat gadis yang sedang menari itu.
"Mas Bima,kenapa nggak bilang kalau mau kesini lagi", tanyanya seraya menghentikan aktivitasnya.
" Kenapa?,kalau kuberi tahu yah..bukan kejutan namanya,dan aku tahu Kamu sangat menyukai tempat ini kan makanya aku sengaja membawamu kesini",jawab Bima
"Wah..mas Bima kok bisa tahu kalau saya suka tempat ini,kalau saya boleh tebak pasti pacar mas Bima adalah orang yang beruntung bisa memiliki lelaki seperti mas Bima yang pengertian,sedangkan saya orang baru saja bisa di tebak oleh mas Bima".Puji Tari pada Bima yang memang sangat perhatian baginya,namun Bima yang mendengar pernyataan Tari merasa sedikit kesal,penekanan kata pacar itu membuatnya merasa tak nyaman,usahanya untuk menyenangkan hati gadis itu malah diumpamakan pada orang lain.
" Aku tak punya pacar",ucap Bima dingkat namun membuat Tari terkejut,Tari yang sejak tadi menikmati pemandangan dan segarnya angin pantai,mereka berdua yang kini tengah duduk di pondok yang minggu lalu juga pernah mereka singgahi, sontak membalikkan pandangannya ke wajah Bima.
__ADS_1
"Masa,saya tak percaya orang seperti mas Bima tak punya pacar",ucapnya terbelalak tak percaya.
" Memang aku...orang seperti apa bagimu?"
"Mas Bima kan orangnya tentu saja ganteng,jenius,perhatian...pokoknya komplit deh..makanya saya masih tak percaya kalau mas Bima tak punya pacar".
" Tapi aku tak bohong aku memang tak punya pacar dan memang belum tertarik, tapi akhir-akhir ini aku mulai tertarik pada seorang gadis,namun ia masih sekolah menengah",ucap nya yang membuat Tari penasaran dan tanpa sadar wajahnya mendekati wajah Bima,
"Siapa?,siapa dari SMA mana apa satu sekolah denganku?",tanya Tari dengan wajah yang semakin mendekat ada rasa gugup di hati Bima bagaimana tidak jarak wajah mereka sangat dekat,namun ia adalah orang yang pandai menyembunyikan rasa gugupnya.
"Seperti apa ciri-cirinya?"
"Usianya kira-kira berumur tujuh belas tahun,wajah dengan tampilan yang sederhana,tak berlebihan seperti siswi jaman sekarang, wajahnya tak pernah memakai riasan dan mungkin hanya memakai bedak bayi,rambutnya panjang sebahu,saat tersenyum,bingung maupun penasaran wajah itu selalu terlihat imut dan membuatku ingin selalu memandang nya". Jawab Bima menjelaskan seraya tersenyum memandang wajah gadis yang tengah berfikir sambil memanyunkan mulutnya dan mengerutkan dahinya.
__ADS_1
" Siapa siswi dengan ciri-ciri seperti itu,maaf walau pun saya sudah satu tahun sekolah disana tapi saya tak terlalu bisa berteman dan bergaul,karena saya selalu bersama teman baik saya Ningsih ",jawabnya dengan wajah kecewa.
" Kenapa kamu begitu ingin tahu?",tanya Bima yang seketika membuatnya mematung,ia juga bingung kenapa ia begitu ingin melihat perempuan yang disukai oleh lelaki yang dikaguminya,apa mungkin karena ia yang diam-diam menaruh rasa pada Bima,sebenarnya ada rasa sesak didadanya mendengar bahwa lelaki yang ia kagumi itu sudah mempunyai seseorang yang ia sukai,namun sebagai orang asing yang tak mempunyai apa-apa dan bahkan hanya pembantu dirumah nya bisa apa?,selain memberi selamat dan berusaha menyembunyikan perasaan sepihak itu.
"Tari,hei Tari!", ucap bima yang membubarkan lamunannya." Aku sedang bertanya padamu tapi kenapa kamu malah melamun?,aku bertanya kenapa kamu begitu ingin tahu tentang gadis itu?,"tanyanya lagi.
" Eh...ya...hanya penasaran itu saja,"ucapnya gagap.Bima yang melihat tingkah lucu Tari tersenyum,
"Ok,sampai disini dulu, bagaimana kalau kita berjalan ditepi pantai cepat lepas sepatumu ayo kita jalan", ajak Bima yang membuat wajah Tari yang gugup menjadi sumringah semangatnya kembali saat mendengar ajakan Bima bermain di pantai.
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat,mentari jingga sudah memancarkan cahaya nya yang artinya kebersamaan mereka hari ini akan berakhir,karena akan berganti menjadi gelap.Tari dan Bima berjalan ke arah pondok tempat mereka menaruh barang yang tadi mereka tinggal saat bermain di pantai,mereka duduk sejenak seraya memandang indahnya pemandangan senja sama seperti sebelumnya.
"Kenapa ya saya nggak pernah bosan memandang matahari terbenam,cahaya jingga nya yang bersinar bagai kilauan emas bisa membuat siapa saja terhenti untuk sekedar menyaksikan kepulangannya ke ufuk barat,cantik ya?", ucapnya tersenyum sambil masih memandangi fenomena itu.
__ADS_1
" Iya kamu benar cantik, cantik sekali",jawab Bima,namun yang maksud bukanlah matahari itu yang ia maksud adalah gadis belia yang sejak tadi dipandanginya.Tari yang merasa kenapa Bima tak lagi bicara lantas berbalik, dan alangkah terkejutnya bahwa wajah mereka kini berada sangat dekat hingga nafas diantara keduanya bisa terasa oleh masing-masing, tanpa sadar wajah Bima mendekat.
"cup", bibir Bima mendarat lembut pada bibir mungil gadis belia itu