
"Semoga tempat ini akan menjadi tempat awal kebahagianku,dan akan kujadikan dunia kecil ku yang damai."
Dear:Tari.
Disebuah lingkungan yang kumuh,serta gang yang sangat sempit dan padat mungkin hanya dapat dilalui oleh pejalan kaki dan pengendara sepeda motor.Itulah tempat yang kini Tari telusuri,dari sekian kos\-kosan yang ia tanyakan dan cari,sepertinya yang kali inilah yang akan sesuai kebutuhan dan kemampuannya saat ini.
Langkahnya kini berhenti di depan sebuah kos-kosan yang terlihat cukup sederhana,ia pun segera mencari pemilik dari tempat itu,dan ia melangkah ke sebuah rumah beton yang agak besar yang ada di sebelah nya, dengan cat berwarna hijau tua berpadu dengan warna hijau yang agak terang,dan terdapat beberapa macam bunga yang tersusun rapi di dalam pot,didepan rumah itu juga terdapat satu pohon mangga yang agak besar sehingga menambah keasrian rumah itu,ia pun mengetuk pintu rumah itu bermaksud ingin menanyakan pemilik dari kos-kosan itu,siapa tahu pemilik rumah ini tahu atau kenal.
"Tok..tok...tok...",
Tak lama pintu itu terbuka,Tari pun lantas terpana saat ia melihat orang yang membuka pintu itu.Seorang wanita dewasa berparas cantik,dengan rambut yang sepertinya panjang namun diikat rapi,memiliki kulit yang putih bersih serta bertubuh semampai,sungguh tipe seorang wanita yang sempurna,namun entah mengapa wajah itu sangat familiar seperti sudah sering ia lihat, tapi siapa dan dimana.
"Nak,nak cantik cari siapa ya",tanya wanita itu lembut.
" Ah...saya...saya mau tanya apakah kakak tahu siapa pemilik dari kos-kosan yang ada di sebelah? ",tanyanya gagap.
"Tentu saja saya tahu", jawab wanita itu seraya tertawa kecil karena mendengar Tari yang memanggil nya kakak.
"Ah...saya minta maaf sebelumnya, tapi boleh kah saya minta tolong kakak untuk menujukkan dimana rumah pemilik kos-kosan itu",
__ADS_1
Wanita itu lantas tersenyum, ia pun mengangguk mengiyakan permintaan Tari padanya,ia lantas masuk sebentar ke dalam rumah dan mengambil beberapa kunci.
" Ayo saya akan mengantarmu",ajak wanita itu, dan wanita itu malah mengajak nya langsung ke kos-kosan itu.
"Ayo pilih lah yang mana mau kamu sewa,asal jangan yang di tengah yang nomor 3,dan nomor 4, karena sudah ada penghuninya", ucap wanita itu,Tari yang sejak tadi bingung otak nya lantas mulai mencerna apa yang terjadi, kenapa wanita ini langsung membawanya kemari,dan juga seperti nya hafal betul dengan kos-kosan ini,ia pun melihat beberapa kunci yang ada di tangan wanita itu.
" Ahh...kakak adalah pemilik tempat ini",ucap Tari yang baru saja sadar.
"Ya,"
"Ah maaf..saya tidak menyadari dari awal",ucapnya menunduk.
"Tapi tidak ada yang salah dengan apa yang mereka bilang kakak memang terlihat masih muda,memang kalau boleh saya tahu berapa umur kakak?,"
"39 tahun,dan saya juga punya anak lelaki yang kira-kira seumuran dengan mu ,"jawabnya, yang seketika membuat tari terbelalak,ia masih tak percaya dengan apa yang ia dengar dan lihat.
"Oh...", Jawab Tari sambil mengangguk-anggukkan kepalanya walau pun ia masih merasa sedikit tak percaya.
" Kalau begitu, ayo pilih lah kamar mu",tanyanya,namun tak ada jawaban dari Tari, gadis itu malah hanya terdiam seraya menunduk.
__ADS_1
"Ada apa kenapa diam?",
"Maaf,sebelumnya saya minta maaf terlebih dahulu, kalau boleh tanya berapa uang mukanya dan berapa berbulannya,dan jika uang saya tidak cukup, bolehkah saya membayar sisanya nanti, saya janji..saya akan segera membayarnya setelah saya mendapat kan pekerjaan", ucapnya,ia tak berani langsung memilih kamar jika ia tak tahu harga perbulannya,karena ia tidak yakin dengan jumlah uang yang ia miliki saat ini.
Mendengar pernyataan gadis itu,wanita itu lantas mengerutkan alisnya,ia sebenarnya merasa aneh setelah mendengar perkataan Tari, apakah gadis ini ada masalah, apakah ia sedang kabur dari rumah dan bagaimana jika dia bukan anak baik-baik fikirnya,namun ia memilih diam dan akan mengamati gadis itu diam-diam, seperti yang ia lakukan selama ini terhadap seluruh anak kosnya,karena dua diantara lima pintu kos itu juga adalah mahasiswa,dan yang satu lagi adalah seorang siswi SMA.Ia selalu melakukan pemggeledahan satu bulan sekali dan selalu memantau penghuni kamar kos-kosan itu,untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
"Perbulannya empat ratus ribu lima puluh ribu,sudah termasuk listrik dan air,dan jika uangmu kurang, kamu boleh menyicil sisannya nanti", ucap wanita itu.
" Maaf bukan saya menyinggung,apakah harga yang anda sebut tadi tidak salah,bukankah itu terlalu murah?",tanya Tari,ia terkejut saat mendengar harga sewa dari tempat itu.
"Oh...tidak kamu tidak salah dengar,harga itu memang harga yang sudah saya tentu kan,karena saya juga ingin meringankan beban orang-orang yang kesulitan mencari tempat tinggal, apalagi menanyakan adalah anak sekolah yang merantau,bisasnya bagi mereka pasti akan sulit membagi uang untuk kos,sekolah dan makan sehari-hari,jadi kos-kosan ini sengaja dibangun untuk mereka yang bernasib sama",jelas wanita itu.
" Tapi saya...bukanlah siswi perantau,atau pun mahasiswi,apakah saya diperbolehkan disini? ",tanyanya dengan wajah murung.
" Tak apa, kamu boleh tinggal disini karena saya lihat kamu amat membutuhkannya,meskipun saya tak tahu apa alasannya kamu mau tinggal sendiri,dan saya yakin,pasti ada alasannya yang mungkin tak bisa kamu cerita kan",ucap wanita itu,Tari yang mendengar nya pun lantas terkejut, secara tidak langsung wanita itu seperti dapat menebak apa isi hatinya.
"Terimakasih banyak", ucap Tari seraya menggenggam tangan wanita itu,yang dibalas senyuman.
Kemudian mereka menuju ke kamar kos-kosan nomor 2,kamar yang sudah dipilih oleh Tari.
__ADS_1