Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Mulai Curiga.


__ADS_3

"Awalnya,aku merasa Tari teman satu toko dengan ku bekerja hanyalah gadis lugu dan baik hati,tak pernah sedikit pun aku berfikir bahwa dia bukanlah gadis yang demikian,hal itu kusadari saat aku melihatnya hari ini tengah berdua dengan laki-laki yang selama ini kukagumi,karena itulah aku semakin penasaran tentang Tari, tentang masa lalunya,dan jika Elang sampai menyukainya,maka jangan salahkan aku jika aku akan melakukan apa saja untuk mendapatkan lelaki pujaanku itu,bahkan jika harus menyakiti dan disakiti".


Dear:Laras.


Pagi itu seperti biasa tari akan menenpuh perjalanan menuju tempat ia bekerja,biasanya ia akan melangkah dengan wajah yang semangat dan hati yang riang.Namun,kali ini berbeda,tak ada lagi jiwa semangat yang membara disela-sela langkah kakinya.


Dan alasan ia seperti itu adalah ia takut,jika ia harus mendengar apa yang akan dikatakan dan ditanyakan oleh teman-teman nya di toko nanti,jika ditanya belum siap...tentu saja ia belum siap dengan pertanyaan serta jawabannya nanti,ia takut,sangat takut sampai rasanya lebih menakutkan dari jurang yang terjal dan gelap.


"Ya Tuhan....apa yang harus kulakukan,rasanya aku ingin menghilang saja dari muka bumi ini." Ucap Tari dalam hati.


Tak lama terdengar suara motor yang perlahan mendekat di sebelah Tari.


"Hei,nona..apakah anda perlu tumpangan", ucap pengendara motor itu, Tari yang tekejut lantas menoleh,dan kemudian ekspresinya kembali biasa saja,karena ia sangat kenal dengan orang itu yang tak lain adalah Elang.


" Tidak perlu,kamu tahu kan kalau tempat kerja ku itu dekat,jadi untuk apa juga aku ikut dengan mu",jawab Tari ketus.

__ADS_1


"Oh ayolah...kita ini satu arah,lihat ini buktinya!", ucap Elang seraya memperlihatkan catatan belanjaan yang tadi diberikan ibunya.


" Tidak terimakasih,aku bisa jalan sendiri",ucap Tari yang melangkah lebih cepat.


"Hei Tari aku rasa kamu tidak akan sempat lagi jalan kaki lihat ini sudah jam berapa", ucap Elang seraya memperlihatkan jam tangannya.


" Oh astaga...sudah pukul tujuh lewat empat puluh lima menit,ini pasti gara-gara aku berjalan sambil melamun tadi",ucapnya dalam hati dengan wajah yang panik.


"Bagaimana,kalau nggak perlu tumpangan kalau gitu aku duluan ya",


" Tu...tu...tunggu dulu,em...i..iya aku perlu tumpangan,jadi tolong bantuannya,tapi..tolong nanti turunkan aku ditempat yang agak jauh dari toko!,"ucap Tari menunduk,sementara Elang malah bingung sendiri,karena mendengar permintaan Tari barusan.


"Ok,kalau begitu nailklah!,"seru Elang mengalihkan lamunan gadis itu,ia tahu betul saat melihat perubahan wajah dan arti dari kediaman gadis itu,pasti karena semua tebakkan nya yang baru saja ia katakan itu pasti benar,Tari pun menurut ia mulai mencoba menaiki motor itu, tapi ia malah kesulitan,bagaimana tidak..dengan tipe motor yang tinggi itu bagaimana bisa ia naik dengan mudah.


" Kalau memang sulit,berpegangan lah di bahuku,pasti akan mudah naik",ucap Elang yang faham bahwa Tari kesulitan.

__ADS_1


Tanpa fikir panjang Tari begitu saja menurut,ia mulai memegang bahu Elang dan berusaha naik ke atas motor, tiba-tiba saja jantungnya berdetak tak karuan,sentuhan itu terasa sangat aneh,ia tak pernah merasakan ini sebelumnya.


"Elang!,hei Elang kenap kamu diam,ayo nyalakan motor nya kamu bisa membuat ku telat kalau begini",ucap Tari yang membubarkan lamunannya.


" Iya..iya",jawab Elang yang segera menyalakan motor nya dan melaju meninggalkan tempat itu.


"Cih,sial.." umpat Dimas yang sedari tadi mengintip dari balik sebuah pohon besar, tanpa disadari oleh mereka Elang dan Tari.


"Beraninya dia menyentuh lelaki lain,sungguh cewek yang nggak tahu malu", ucapnya dalam hati,entah mengapa ia kesal saat melihat Tari, menyentuh punggung Elang.


Tak butuh waktu lama Tari dan Elang pun sampai di depan sebuah toko yang masih tertutup dan yang paling penting tempat itu agak jauh dari tempatnya bekerja. Tari pun segera turun dari motor itu.


" Terimakasih ya atas tumpangannya,kamu...duluan saja, biar aku menyusul,jangan sampai ada yang menyadari kalau kita berangkat bersama,cepatlah!"usir Tari.


"Dasar kamu ini", ucap Elang seraya pergi meninggalkan Tari seorang diri.

__ADS_1


"Itu Tari dan Elang kan,kenapa mereka bisa ada di sini,dan sepagi ini,dan apa maksud dari ucapan tari barusan,jangan sampai ada yang menyadari kalau mereka pergi bersama,apa mereka berdua...memiliki suatu hubungan", guman Laras yang tanpa sengaja melihat dan mendengar apa yang baru saja terjadi.


" Aku harus mencari tahu,apa hubungan antara mereka berdua serta apa hubungannya dengan cowok yang membuat rusuh kemarin",gumamnya lagi yang masih tetap di sana menunggu Tari pergi.


__ADS_2