
"Hari ini gue harus buktikan jika gue mampu,gue akan berusaha demi apa pun,demi masa depan gue,mulai sekarang akan gue kejar masa depan,dan suatu saat gue akan datang dan mengambilnya seutuhnya,dan seperti janji gue,jika dia menolak akan gue buat dia jatuh hati dengan cara gue,(untuk mu yang jauh disana,tunggu lah aku).
Dear:Dimas.
Sudah satu minggu sejak kejadian Elang yang menyatakan perasaan nya pada Tari.Dan selama satu minggu ini juga Tari belum sama sekali bertemu dengan Elang, ia merasa canggung dan tentu saja merasa sangat bersalah pada lelaki itu,itulah mengapa ia selama seminggu ini berangkat kerja lebih awal dan pulang lebih lambat,itu pun terlebih dahulu ia diam-diam mengawasi kalau-kalau ada Elang yang sedang ada di luar rumah.
"Cklek!"
Sekitar pukul tujuh pagi,Tari mulai membuka pintu kamar kosnya,perlahan ia keluar sambil memperhatikan sekitar, tidak ada keberadaan Elang dan seperti nya mungkin masih tertidur.
"Fiuh..,syukurlah...untung Elang tidak ada diluar, jadi aku bisa berangkat sekarang",ucap Tari melangkah keluar, ia mulai berjalan,bukan berjalan bisa dibilang dengan setengah berlari,walau pun masih terbilang pagi,tapi siapa yang menduga bisa saja Elang sudah bangun saat ini.
" Se begitu tidak sukanya kah kamu padaku Tari, sampai-sampai kamu bahkan rela berangkat lebih awal demi menghindar dariku?",ucap Elang dengan wajah sedih, yang tanpa disadari mengawasi Tari dari kaca jendela rumahnya,ia masih saja terus mengawasi langkah gadis itu hingga perlahan menghilang dari pandangan nya.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
__ADS_1
Di kediaman Bagus Sutrisno, meskipun saat ini masih terbilang pagi,tapi kebiasaan tetaplah menjadi kebiasaan,mereka semua sudah terbangun dan masing-masing mempersiapkan diri untuk memulai aktivitas.
Dimas tengah menuruni anak tangga sambil membetulkan dasinya.Hari ini adalah hari pertamanya masuk sekolah,meskipun tante Sulis masih melarangnya masuk sekolah,tapi ia tak mau mendengar kan,ia tetap ingin sekolah, ia ingin mengejar ujian akhir semester yang tertinggal walau pun ia harus mengerjakan semua nya sekali gus.
Ia pun mulai bergabung dimeja makan dan memulai sarapan.Lima belas menit kemudian Dimas pun selesai sarapan ia bergegas berdiri dan berpamitan pada mommy nya, bersama dengan pak Dhanu,mobil yang dinaiki Dimas pun melaju meninggalkan tante Sulis yang tengah memperhatikan mobil yang tengah melaju.
Kehebohan terjadi di sebuah sekolah tempat Dimas bersekolah,terutama dikalangan para siswi.Bagaimana tidak orang yang menjadi idola bagi hampir seluruh siswi kini akhirnya masuk sekolah,setelah kurang lebih satu bulan tak menampakkan dirinya.
Sebuah mobil mewah berwarna hitam pekat berhenti di depan gerbang sekolah,seorang idola perlahan keluar dari mobil itu.Sepeninggal pak Dhanu Dimas pun memasuki gerbang sekolah.Suara riuh ricuh mulai terdengar bersahutan,Dimas merasa aneh,lantaran ia melihat banyak siswa maupun siswi yang sedang berkumpul dan memandanginya,di bawah bahkan dilantai atas.Ia yang masih berdiri di tengah lapangan itu perlahan kembali melangkah, ia merasa masa bodoh dengan mereka semua, ia harus nya bergegas melangkah ke kantor untuk menanyakan perihal ulangan susulannya.
"Yah....dia pergi deh...padahal kan kita baru saja melihatnya", ucap salah seorang siswi.
Dari samping mereka berdua ada tiga orang siswi yang tak sengaja mendengarkan.
" Cih,kalian ini ya...nggak usah mimpi ya bisa mengharapkan Dimas, kalian itu nggak selevel sama dia,anak orang kaya harus sama orang kaya,ngerti kan maksudku?",ucap orang yang tadi ada di sebelah yang tak lain adalah Tuti yang memang menaruh rasa pada Dimas.
"Apa an sih rese banget,yuk kita pergi aja", ucap dua orang siswi itu seraya pergi meninggalkan Tuti dan kedua temannya.
" Apaan sih,apa perkataan ku salah,bener kan...orang kaya itu harus nya sama orang kaya,misalnya aku sama Dimas kan baru sebanding mereka nya aja yang iri..,iya kan?",ucap nya pada kedua temannya.
__ADS_1
"Iya Tut,memang nggak ada yang lebih pantas sama dimas selain kamu,karena kamu itu paket komplit ya kan", ucap salah satu temannya.
" Memang ya,teman-teman ku ini paling the best deh,nah kalau gitu kalian mau apa hari ini aku yang traktir..",ucap Tuti.
"kami terserah kamu aja, kan kamu yang traktir", ucap temannya.
Kira\-kira kurang lebih dua jam sejak Dimas mrngerjakan tiga mata pelajaran dari sekian mata pelajaran lainnya berhasil Dimas selesaikan.Meski pun jika dibilang tidak mungkin, namun itu lah menyataannya,itulah Dimas,meski pun terkadang melihat menjengkelkan karena sikap nya yang angkuh dan dingin,serta perkataan nya yang selalu kasar,tetapi tak ada yang bisa mengelak dari kecerdasan nya,jika umumnya orang\-orang mengerjakan satu mata pelajaran, namun ia malah mampu mengerjakan tiga sekaligus,itulah mengapa ia disebut sebagai anak emas di sekolah selain kecerdasannya,keluarga nya juga termasuk ambil bagian dalam mendanai sekolah itu dan termasuk salah satu sponsor terbesar bagi sekolah.
" Ini bu,saya sudah selesai mengerjakannya,dan sisanya akan saya kerjakan besok",ucapnya seraya menyerahkan lembar ujiannya.
"Wah sulit di percaya tiga mata pelajaran dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari dua jam,luar biasa ternyata rumor tentang mu selama ini memang benar", ucap seorang guru olahraga yang sejak tadi ikut serta menyaksikan Dimas mengerjakan ujiannya.Tak hanya guru olahraga guru-guru lain juga ikut kagum setelah melihat nya secara langsung karena lokasi Dimas sekarang sedang di dalam kantor,dan tentu saja ia mengerjakan nya di dalam kantor.
" Bu, apa saya sudah boleh keluar? ",ucap Dimas yang sudah berdiri.
" Oh,ya tentu saja silahkan",ucap bapak guru yang sedang memegang lembar jawaban Dimas yang tak lain adalah wali kelas nya. Sementara Dimas sudah pergi meninggalkan beberapa guru yang tengah asyik melihat hasil jawaban Dimas.
"Wah jawaban ini benar... yang ini juga...dan yang ini juga...", ucap wali kelas itu ribut sendiri karena memeriksa lembar jawaban Dimas.
Dimas pun akhirnya sampai di kelasnya dan segera duduk di bangkunya,ia pun segera memainkan ponselnya untuk memesan makanan online,tanpa ia sadari Max yang sudah ada di sebelah nya dan sejak tadi menunggu nya.
" Dimas apa kamu tidak rindu padaku",rengek Max.
__ADS_1
"Nggak tuh",jawab Dimas,sebenarnya ia terkejut namun ia berhasil menutupinya dengan sikap acuhnya.
"Hai Dimas apa kabar", sapa seorang perempuan seketika ekspresi Dimas pun berubah setelah melihat orang yang menyapanya itu.