Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
5.Izin


__ADS_3

 


Selang kurang lebih 15 menit,mobil yang dinaiki tari pun sudah tiba di depan rumahnya.Mobil itu pun berhenti Tari segera membuka pintu dan melangkah keluar diikuti ibu sulis beserta sopirnya,langkah ibu Sulis pun terhenti tatkala melihat keaadaan rumah Tari,rumah yang begitu kecil dan sudah agak lapuk dinding\-dinding nya pun tak lagi aman melindungi mereka jika ada ancaman dari luar dan sungguh ini bukanlah rumah yang layak ditinggali lagi.Itulah buah pikiran dari hasil pengamatan ibu Sulis.


 


"Bu, inilah rumah dimana saya tinggal,ucap tari seraya hendak memgetuk pintu." Tok,tok,tok",Tari mulai mengetuk pintu dan tak lama pintu pun terbuka,


"Tari,kamu sudah pulang?", ucap nenek tari yang membuka pintu.


" Iya,nek Tari mau mengenalkan seseorang, ini ibu Sulis ,ibu Sulis ingin bicara pada nenek", kata Tari menjelaskan.


"Iya,perkenalkan saya Sulis," ulang ibu Sulis mengenalkan diri sambil menjulurkan tangan yang disambut hangat oleh nenek Tari.


"Silahkan masuk" ajak nenek Tari,kemudian ibu Sulis pun menurut masuk.Lalu merika pun duduk dilantai hanya lantai yang ber alaskan tikar.


"Langsung saja,tapi sebelum kita mulai bicara boleh saya tahu nama nenek ?kalau boleh saya tanya dulu,nama nenek siapa ya?", ibu Sinta membuka percakapan.

__ADS_1


" Nama saya Girah"


"Ah kalau gitu nenek Girah,saya tadi pagi tak sengaja bertemu Tari dipasar,saat dia sedang membantu saya membawa belanjaan saya,dan ketika mendengar ceritanya dan tentang kebaikkan yang diajarkan oleh nenek saya merasa dia lah orang yang cocok belerja di rumah saya,dan kebetulan dia bersekolah di tempat yang sama dengan anak laki-laki saya,jadi jika nenek mengizinkan tari bekerja di rumah saya,saya jamin saya tidak memberikan pekerjaan yang berat untuknya dan saya tidak akan melarangnya bersekolah,dan dia akan bersekolah diantar oleh sopir bersama anak-anak saya,tapi Tari harus bermalam dirumah saya,tapi kalau tari mau pulang dia boleh pulang di akhir pekan,dan saya akan menjamin segala kebutuhan Tari,bagaimana?apa nenek mengizinkan Tari bekerja di tempat saya".


Tanya ibu Sulis lagi pada nenek setelah mem-


berikan penjelasan panjang lebar pada nenek Girah.Lama nenek Girah memikirkan keputusannya,ada rasa ragu dihati nenek Girah ia takut kalau nanti Tari akan diperlakukan tidak sesuai dengan apa yang


diharapkan.Setelah lama berfikir akhirnya nenek Girah memutuskan.


"Baiklah,saya izinkan Tari bekerja,tapi tolong perlakukan cucu saya dengan baik saya tau permintaan ini tidak pantas tapi hanya Tari dan adiknya sajalah harta saya yang berharga," ucap nenek Girah.


dengan baik,karna siapa pun yang ada di


rumah kami sudah kami anggap sebagai


keluarga", jawab ibu Sulis antusias.

__ADS_1


" Kalau gitu tari ayo pamit sama nenek mu kamu kita haru segera kerumah tante hari ini juga".


"Tapi tante,saya kekamar dulu sebentar mau kemasin barang-barang saya." kata Tari yang berdiri ingin melangkah ke kamarnya.


"Eh,Tari nggak usah berkemas nanti di perjalanan tante akan membawamu belanja baju dan segala keperluanmu."


"Oh,sekali lagi makasih banyak bu", ucap Tari kembali samping neneknya.


" Kalau gitu saya mohon izin membawa tari ,nanti saya aka mengirim beberapa bingkisan kerumah nenek,dan kami mohon pamit."


 


Lalu Tari dan ibu Sulis pun keluar menuju mobil dan diantar neneknya hingga depan rumah.Dan mereka pun naik mobil kemudian mobil mulai melesat menjauh dari rumahnya.


 


Tak lama berlalu akhirnya mereka pun pun

__ADS_1


sampai dirumah ibu Sulis,mereka pun keluar dari mobil


__ADS_2