Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Tiga orang Lelaki?.


__ADS_3

Sekitar pukul sebelas pagi,disebuah kos\-kosan milik tante Jiah yang bernomor urut satu,tengah terdengar suara beberapa pemuda yang sibuk mengemas barang mereka karena akan tinggal dua minggu kedepan.


"wah...penat juga ya merapikan barang sendiri, pasti ini yang selalu dirasakan pembantuku dirumah", kata Max seraya memegang pinggangnya.


" Dasar lo kakek-kakek gini aja udah penat,cepat sini bantuin kita... jangan cuma ngeluh",ucap Dimas jengkel, sedang Ridho hanya tertawa kecil sambil membantu Dimas,ia sudah hafal dengan sifat kedua temannya itu.


Setelah kurang lebih satu jam akhirnya mereka pun selesai merapikan barang, mereka lantas duduk di ruang depan seperti ruang tamu namun tak ada kursi dan meja,dan tanpa fikir panjang lagi mereka pun duduk di lantai ruang tamu itu karena saking lelahnya.


"Ternyata tidak buruk juga duduk dilantai,keramiknya dingin dan nyaman,juga anginnya...begitu alami", ucap Max kagum.


" Iya,memang duduk dilantai itu memang menyenangkan,dulu waktu masih kecil aku dan Elang juga suka duduk dilantai, biar pun dimarahi karena kotor,tapi kami tetap melakukannya karena sangat nyaman dan terkadang kami berdua sampai tertidur pulas",ucap Ridho.


"Wah,aku ingin tahu seperti apa sepupu mu itu,pasti dia orang yang menyenangkan", ucap Max.


"Em...dia itu tidak terlalu suka berteman, ia hanya akan banyak bicara pada orang yang paling ia percaya dan paling dekat dengannya,seperti padaku dan ibunya dan juga sikapnya pada orang lain mungkin terkadang membuat orang merasa salah faham,jadi sebelumnya aku minta maaf pada kalian jika mungkin kalian suatu hari mendengar kata yang tidak mengenakkan darinya", jawab Ridho.


Tak lama setelah itu terdengar suara sepeda motor yang singgah di dekat kos\-kosan itu.Elang turun dari motornya seraya membawa belanjaan yang tadi ia beli di pasar.


" Elang...",terdengar suara ada yang memanggil namanya,lantas ia pun berbalik dan melihat siapa itu.

__ADS_1


"Hei Elang lama tak jumpa", sapa Ridho seraya mendekat dan kini berada tepat di depan Elang.


" Siapa? ",tanya Elang dengan wajah datar.


" Oh yaampun kamu ini,masa lupa sama aku,hei perkenalkan namaku Ridho sepupumu",Ucap Ridho seraya menahan tawa nya.


"Aku tak ingat kalau aku punya sepupu bernama Ridho", jawabnya.


" Oh Yaampun... ternyata benar seperti yang sudah dideskripsikan,dia memang orang yang seperti ini,bercandanya pun kelewatan",gumam Max yang tengah memperhatikan mereka dari jauh namun masih mendengar sementara Dimas hanya diam.


Setelah beberapa lama berbincang,Elang pun menyadari keberadaan dua orang yang tengah nenatap mereka dari teras sebuah kos milik ibunya.


" Oh...mereka teman sekolah ku apa kamu mau berkenalan?",


"Tidak perlu, kalau begitu aku masuk dulu,aku akan bicara lagi nanti denganmu",pamitnya seraya menepuk punggung Ridho.


Sekitar pukul empat sore,seperti biasa adalah masa dimana saat nya Tari pulang dari tempat kerjanya, ia kini tengah melangkah menuju tempat tinggal nya.


Tak perlu memakan waktu lama,ia pun sampai di depan kos-kosan dan ia mulai merogoh tasnya untuk mencari kunci kamarnya.

__ADS_1


Saat ia mulai membuka kunci rumah tiba-tiba seseorang memanggil namanya.


" Hei Tari ",panggil Wiranti


" Ah..wir,Ada apa? kamu ini ngagetin aja,tumben udah ada dirumah nggak kerja?",tanya Tari yang tahu betul keseharian dari wiranti.


Wiranti Amanda adalah seorang gadis yang seumuran dengan Tari,gadis dengan paras yang imut,serta bertubuh agak rendah dari Tari, sehingga Tari terkadang memperlakukannya seperti adiknya sendiri. Seorang perantau yang berasal dari pulau yang jauh yaitu kalimantan,dengan hanya bermodalkan nekat merantau seorang diri agar bisa meraih cita-citanya yaitu menjadi seorang desainer terkenal,ia ingin mengangkat derajat orang tuanya yang hanya seorang petani kecil,ia yakin suatu saat mimpinya itu akan terwujud.


"Yah,hari ini pesanan menjahitnya agak sedikit dari biasanya jadi pulang cepat deh,eh....tadi aku kan mau ngomong sesuatu, Tari...kamu tahu tidak tadi ada tiga orang cowok dan ketiga cowok itu semuanya ganteng kayak aktor loh", ucapnya semangat,dengan dagunya yang ia taruh di atas sekat yang terbuat dari semen,yang terdapat di setiap kamar sebagai pembatas.


" Hem....gitu ya",jawab Tari yang biasa saja menanggapinya.


"Dan yang lebih penting adalah mereka tinggal di kos-kosan ini,di kamar nomor satu yang tepat berada di sebelah mu,hah....kamu beruntung sekali",lirih Wiranti.


" Hem....iya terserah kamu saja, dan cepat mandi sana aku tahu kamu pasti belum mandi,gimana bisa ada cowok ganteng yang mau dekat dengan orang yang belum mandi",ucap Tari seraya mencubit pipi Wiranti.


"Iya kakak....adek akan mandi dah...,kok tau-tau aja sih kalau aku belum mandi padahalkan masih rapi", gerutunya seraya masuk ke kamar kosnya.


Sementara Tari hanya tersenyum kemudian masuk juga melangkah masuk ke dalam kamar kosnya.

__ADS_1


Ia masuk begitu saja tanpa tahu maksud dari Wiranti, ia sama sekali tak curiga bahwa salah satu dari mereka,dan yang akan menjadi tetangganya nanti adalah orang yang paling tak ingin ia lihat lagi selama sisa hidup nya.


__ADS_2