
"Gadis dulu yang begitu gue benci,kini malah muncul dan nggak disangka ternyata selama ini dia berada dekat,bahkan sangat dekat, jika saja gue tahu sudah dari awal gue balas dendam dengannya,tapi kini gue akan mulai balas dendam,akan gue buat dia berlutut dikaki gue untuk meminta maaf atas apa yang ia lakukan sama keluarga gue".
Dear:Dimas.
Sekitar pukul lima sore Tari akhirnya sampai didepan kamar kosnya, hari ini ia pulang agak telat,lantaran ia menghabiskan waktu nya disuatu tempat untuk memberhentikan air matanya,dan dengan susah payah ia berhasil memberhentikan air matanya,ia tak mau sampai ada yang melihat nya dalam keadaan menagis,namun bagaimana pun pandainya ia mencoba menyembunyikan tetap saja mata sembab dan merah itu jelas terlihat, sehingga ia sejak tadi berjalan dengan menunduk hingga depan kosnya.
"Cklek..", Tari mulai membuka kunci pintu kamar kosnya itu.
" Hei,apa kamu lelah berjalan kaki?,pasti jauh ya,hingga pulang sampai jam segini",ucap seseorang menegurnya yang tak lain adalah Elang yang tengah berdiri di depan rumahnya.
Tari pun berbalik saat mendengar suara orang yang sangat ia kenali itu.
"Emang kenapa,apa kamu keberatan aku pulang telat kamu ini bahkan lebih cerewet dari pada emak-emak",jawab Tari mengejek.
__ADS_1
" Siapa sih yang ribut-ribut di luar sana.. nggak tahu apa suara mereka itu mengganggu ",ucap Max yang mendengar pertengkaran dua orang itu dari dalam kamar kos mereka,namun Ridho malah terdiam,ia merasa suara perempuan yang bertengkar di luar sana itu tidak lah asing,tapi siapa?,dimana ia pernah mendengar suara ini?,fikir Ridho.
" Hei matamu...,ada apa dengan matamu kenapa merah begitu? ",tanya Elang yang kaget saat melihat kedua mata Tari.
" Em....bukan urusanmu,sudah ya..sudah mulai gelap aku masuk dulu",ucap Tari gelagapan dan bergegas masuk ke kamar kosnya.
"Apa itu..,apa dia habis menagis?", gumam Elang dengan ekspresi berfikir.
Tiba-tiba terdengar suara langkah kaki yang mendekati kos-kosan itu,mata Elang pun lantas menoleh kearah sumber suara, dan tanpa sengaja mata kedua orang itu beradu pandang,seketika wajah Elang berubah menjadi kesal saat menyadari siapa orang itu yang tak lain adalah Dimas yang baru kembali setelah membawa satu kantung plastik cemilan,dan ia pun juga menunjukkan ekspresi yang sama saat melihat Elang.
Pagi ini adalah pagi yang indah,suara burung yang sudah berkicau merdu,dan matahari yang sudah memancarkan cahayanya yang menghangat kan udara pagi yang sejuk,menambah kesan keelokan pagi nan indah itu.
Kira-kira Sekitar pukul tujuh lewat tiga puluh menit seperti biasa, Tari sudah bersiap-siap untuk berangkat kerja,bekalnya pun sudah ia tata rapi di dalam tas bekal yang biasa ia gunakan,ia sudah terbiasa membuat bekal sendiri,selain sehat dan aman,juga sebagai upaya penghematan pengeluarannya.
__ADS_1
Tari pun keluar dari kamar kosnya,dan mulai mengunci pintu itu,dan betapa terkejutnya ia saat berbalik dan mendapati sosok yang entah sejak kapan sudah ada di belakangnya.
"Di..Dimas", ucapnya dengan mata yang terbelalak.
" Ternyata lo tinggal disini sejak kapan kok gue nggak tahu kalau kita tetanggaan selama enam hari ini",ucap Dimas dengan nada sinis.
Tari hanya diam,ia sangat terkejut hingga tak mampu lagi berkata-kata,namun ia mencoba bersikap tenang ia tak ingin terlihat gugup,jika Dimas menyadari nya ia takut Dimas akan semakin leluasa menindasnya.
"Ah ya,aku juga nggak menyangka,bisa bertetanggaan dengan orang sepertimu,sungguh tak terduga,tapi maaf ya aku harus segera pergi karena pekerjaan ku lebih penting dari pada harus menghabiskan waktu berbicara dengan mu", ucap tari seraya mulai melangkah meninggal kan Dimas, namun tak terlalu jauh melangkah ia pun berhenti dan berbalik.
" Dan satu hal lagi,anggap saja pertemuan kita hari ini juga tak pernah terjadi,dan jika nanti kamu melihat ku lagi tanpa sengaja keluar dari kamar kos itu,anggap saja kamu tidak melihat ku,dan begitu pula sebaliknya,aku akan bersikap aku tak pernah melihat dan bertetangga dengan mu,beras kan,kalau begitu aku pergi",ucap Tari sambil tersenyum penuh kemenangan dan mulai melangkah pergi.
"Cih,dasar cewek nggak tahu malu, lo liat aja nanti, gue akan balas kesombongan lo,dan akan lebih mudah karena kita tinggal berdekatan", gumam Dimas.
__ADS_1
" Ya Tuhan.. kenapa cobaan ini begitu berat,kau bahkan mempertemukan ku lagi dengannya,dan bahkan lebih buruk karena ia sudah tahu tempat tinggal ku sekarang, tapi aku harus kuat,semangat ku nggak boleh runtuh begitu saja hanya karena orang seperti dia,ya..kali ini tak akan kubiarkan ia menindasku lagi",ucapnya dalam hati untuk menyenangkan hatinya, ia tak mau kalau ia sampai menangis lagi jika ia terus memikirkan hal yang sedih.
Tak lama kemudian ia pun sampai di toko tempat ia bekerja.