Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Terjadi Lagi.


__ADS_3

"Gue nggak akan tinggal diam kali ini gue akan lakukan apa pun buat orang yang berharga bagi gue,dan asal lo tahu," gue suka sama lo".


Dear: Dimas.


 


Hari sudah gelap,bintang-bintang pun sudah mulai berkumpul membentuk berbagai rasi bintang yang menghiasi indahnya malam ini.Sekitar pukul tujuh malam Dimas tengah duduk di lantai ruang tamu yang kini menjadi tempat favoritnya,ia duduk sambil menikmati indahnya malam ini.


 


Tak berapa lama terdengar suara seperti mengetuk pintu.


"Tok..tok..tok.."


"Tari....apa kamu ada didalam",


" Ya...tunggu sebentar ",sahut Tari dari dalam,dan segera membuka pintu.


Dimas yang sedang duduk tentu saja mendengar suara mereka dan ia pun segera berdiri,dia ingin melihat siapa yang sedang mengunjungi Tari malam-malam begini,Dimas pun mengintip dari sekat yang membatasi kamar kos mereka,dan Laras pun masuk ke dalam kamar kos Tari.


" Itu kan....cewek yang kemarin,dan kenapa dia malah berteman dengan Tari?",ucap Dimas yang terbelalak kaget melihat perempuan itu.


Tak lama mereka pun keluar, dan mereka seperti nya ingin pergi kesuatu tempat dan mulai melangkah pergi.


Dimas yang tak ingin Tari dalam bahaya lagi,dengan refleks bergegas masuk,ia segera mengambil jaketnya tanpa sempat mengenakannya,dan tak lupa ia membawa serta dompetnya yang sudah pasti dibutuhkan jika dia harus naik taksi.


"Hei Dimas mau kemana kok buru-buru?,"ucap Ridho yang tengah memperhatikan langkah Dimas.


" Em...gue...gue mau mencari cemilan buat kita malam ini,bosan kan kalau nggak ada cemilan buat duduk santai,udah ya gue cabut dulu",pamit Dimas yang terburu-buru,sedang Ridho hanya mengiyakan apa kata temannya itu, sebenarnya ia tahu kalau Dimas kini sedang berbohong padanya,tapi ia mengerti pasti ada alasan dibalik kebohongannya,toh dia pasti juga akan cerita dan memgatakan semua dengan sendirinya,fikir Ridho yang kembali melanjutkan aktivitasnya mempelajari resep masak online.


 

__ADS_1


Dimas dengan langkah yang hati\-hati mengikuti kedua gadis itu,meski sudah merasa lelah karena sejak tadi mereka tak kunjung terhenti sehingga nafasnya mulai terengah\-engah karena melalu jalan yang sulit agar tak disadari oleh mereka.


 


Akhirnya mereka terhenti di sebuah rumah dengan lingkungan yang agak sepi.


"Mau apa lagi sebenarnya cewek ini,apa dia mau berbuat sesuatu lagi pada Tari?,gue harus mencari tahu dan mengumpulkan bukti kalau dia ini cewek yang nggak bener,dan seperti nya ingin menyakiti Tari meskipun gue nggak tahu apa alasan nya tapi yang pasti gue ikutin aja dulu", ucap Dimas dalam hati,dan mulai melangkah mengikuti Tari yang sudah masuk bersama Laras.


" Laras,apa ini rumah mu?,jadi kapan orang tuamu akan kembali?",tanya Tari karena alasan itulah yang membawanya sampai datang kesini.


"Em....orang tua ku sedang pergi kerumah nenek yang lumayan jauh dari sini sih,tapi..


pasti tak lama lagi akan kembali kok",,ucapnya terbata-bata.


"Oh...gitu,baiklah aku akan menemanimu sementara menunggu orang tuamu datang, bahaya kan cewek sendirian di tempat seperti ini", ucap Tari yang sama sekali tak curiga.


"Em...apa kamu tidak lapar,aku lapar nih apa mau aku buatkan sesuatu?",kata Laras tiba-tiba.


"Nggak, nggak perlu biar aku saja yang membuatnya, kamu tunggu disini saja..masa tamu masak buat orang rumah kebalik dong,nggak apa biar aku saja cuman mi instan kok,tunggu disini aja ya", bujuk Laras, namun Tari yang tak ingin memaksa memilih menurut dan tinggal sendirian diruang tamu itu.


Pandangan nya pun mulai menyapu seluruh ruangan itu,ada beberapa lukisan dinding,serta beberapa foto,dan ia mulai meranjak setelah melihat foto Laras yang seperti nya bersama orang tuanya,ia pun mendekati foto itu.


"Apakah ini Laras, fftt...ini ternyata fotonya waktu kecil manis sekali,dan masih tak jauh beda dengan wajahnya sekarang", ucapnya sambil tersenyum.


"Klak",tiba-tiba terdengar suara seperti membuka knop pintu.


" Siapa disana?",ucap Tari, namun tak ada jawaban, tapi ia jelas-jelas mendengar sesuatu,tapi kenapa tak ada jawaban,rasa penasaran nya melebihi rasa takutnya,ia memberanikan diri untuk mendekati sumber suara itu,ia takut mungkin saja itu adalah pencuri atau bahkan penculik yang mungkin akan mengancam keselamatan mereka.


Ia pun mulai melangkah pelan dan membawa penggaris berukuran seratus senti meter yang ia temukan di belakang pintu,siapa tahu orang itu benar-benar orang jahat yang akan menyerangnya.


Ia sampai pada sebuah pintu belakang yang terbuka,namun entah mengapa tidak orang,fikirnya.

__ADS_1


Namun tiba-tiba sebuah tangan dengan sigap mendekap mulutnya dengan kain,mungkin ia takut jika Tari akan menggigit tangannya.


"emmmmmm....emmmm(siapa kamu kenapa kamu menangkapku)," ucap Tari namun tak jelas karena mulutnya yang tersumbat kain.


"Diam...diam jangan berisik atau aku akan berbuat sesuatu yang lebih dari ini", ucap orang itu yang jelas adalah suara seorang laki-laki.


" Emmmm....emmmn..", gerutu Tari yang tak henti-hentinya,sehingga lelaki itu geram dan lantas membenturkan kepala Tari kedinding sehingga tak sadarkan diri.


"Rasain,dasar siapa suruh berisik nggak sengaja deh...ngebenturin kepalamu", ucap lelaki itu sambil tersenyum,kemudian ia pun jongkok untuk melihat Tari yang sudah terbaring tak sadarkan diri di lantai.


" Ternyata Laras nggak berkata omong kosong,cewek ini lumayan juga",ucapnya sambil menyisihkan helai rambut yang menutupi wajah Tari.


"Kalau kayak gini,aku nggak akan bisa mengendalikan diri untuk bermain denganmu gadis manis", ucap lelaki itu seraya mengelus wajah Tari,ia pun lantas mengangkat Tari dan membawanya ke sebuah kamar dibaringkannya Tari di sebuah kasur.


" Apa kamu suka dengan hadiahku kakak",ucap Laras yang sudah berdiri di depan pintu kamar itu.


"Tidak buruk,dan kamu keluar sana,apa kamu mau menonton kami?", ucap lelaki itu.


" Nggak,aku cuma perlu videonya saja,aku pergi makan dulu pakailah dia sesuka hatimu,dan jangan lupa videonya,"ucap Laras sambil melangkah pergi.


Laras pun kembali duduk untuk menyantap makanannya dengan senang hati.


"Siapa disana? "ucap Laras yang mendengar ada suara aneh di pintu belakang.Ia pun melangkah karena penasaran, seketika saja Dimas pun langsung menerkam leher Laras.


" Dimana Tari, dimana lo mengurungnya kali ini,cepat beri tahu gue!!!,"ucap Dimas dengan geram.


"Kenapa ka...kamu bisa ada disini, heh...lagi pula untuk apa aku memberi tahumu dia a...ada dimana",ucap Laras yang kesulitan bicara karena cekikan Dimas.


"Tolong!!!!!", teriak seseorang dari dalam suara yang sangat ia kenal, suara Tari. Ia pun langsung melempar Laras sehingga terbentur ke dinding dan pingsan.


" Tari....bertahan sebentar gue pasti akan menolong lo",ucap Dimas yang berlari mencari Tari.

__ADS_1


__ADS_2