Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Party(1)


__ADS_3

 


Sabtu, pukul 17:30 malam,di kediaman keluarga Wang Zhe,atau kediaman Max,tepat pestanya adalahdihalaman rumah,namun didesain sedemikian rupa sehingga nampak indah, dan sudah dipenuhi oleh pemuda pemudi yang sudah hadir,mereka mulai berbincang dan sebagian sedang menikmati berbagai dissert yang sudah disediakan.



Semua tamu yang sudah datang pun mulai mencicipi beberapa dessert tersebut,tiba-tiba semua mata tertuju pada sebuah mobil mewah berwarna silver,seorang gadis belia nan cantik keluar dari mobil dengan mengenakan gaun dibawah lutut berwarna merah maroon,gaun tanpa lengan dengan hiasan blink-blink di permukaannya,serta rambut yang disanggul rapi berhiaskan klip bermotif bunga mawar merah di samping sanggulnya,denga lipstik yang natural dan riasan yang pas terlihat glamour, anggun nan elegan namun masih tetap sesuai dengan usianya.Kini tengah berdiri disamping mobilnya dan belum melangkah,dan sekali lagi mata semua orang terpana dengan sosok gadis yang keluar lagi dari mobil yang sama,mengenakan gaun berwarna biru navi,gaun yang panjangnya dibawah lutut,gaun yang berbahan berokat di bagian luar roknya dan agak mekar hingga sesuai dengan kakinya yang jenjang,atasan berlengan panjang dan bagian dada tertutup hingga ke leher,rambut diikat separuh dan di rolling bagian bawahnya wajah hanya mengenakan lipstik,bedak dan maskara yang tipis namun menjadi indah karena bulu matanya yang memang panjang alami.Mereka berdua kini melangkah dengan pasti, namun Tari menunduk ia malu kalau nanti ada yang memperolok dirinya,karena ini pertama kalinya ia berdandan sampai seperti ini yang menurutnya sudah berlebihan.


"Hai..Ningsih kau cantik sekali malam ini,tapi...dimana Tari kok kamu tidak bersama nya." Ucap Max dengan mata yang sedang mencari seseorang.


"Yaampum Max...apa kau sedang berakting atau memang tak mengenali?", kata Ningsih memyidik.


" Apa maksudmu aku tak mengerti?",ucap Max yang kini sungguh bingung maksud dari perkataan Ningsih.


"Kamu mencari Tari kan?"

__ADS_1


"Ya"


"Cobalah kau perhatikan gadis yang ada di sebelahku ini", ucapan Ningsih tentu saja membuat Max nenatap Tari,matanya menyipit mengenali,namun beberapa saat kemudian matanya terbelalak," Tari...kamu Tari..",ucapnya meyakinkan dan Tari hanya mengangguk tanda bahwa tebakannya benar.


"Astaga...aku sungguh tak mengenali mu,kamu sungguh berubah sangat jauh berbeda dari biasanya dan tak kusangka jadi begitu cantik,aku kira kamu adalah keluarga atau saudaranya Ningsih",tutur Max yang benar takjub menyadari perubahan Tari malam ini.


" Hebatkan...siapa dulu yang makeup in,aku gitu loh..",ucap Ningsih menyombongkan diri.


"Iya dan yang penting....kamu juga cantik malam ini dan kamu yang paling cantik", tutur Max yang kini tersenyum memandang gadis pujaanya itu.


" Alah..gombal udah ya,kami mau cuci mulut dulu ok,bye",ucap Ningsih menarik tangan Tari,ia memang tak pernah menganggapi serius apa pun yang diucapkan Max.


"Hai Ningsih", ucap seorang lelaki yang sontak membuat Ningsih dan Tari yang sedang menikmati dessert itu pun jadi berbalik.


" Ridho..kamu datang juga kukira kamu akan memilih menghabiskan malam minggumu di meja belajar",ucap Ningsih meledek,memang Ridho adalah siswa yang teladan dan sekaligus ketua kelasnya dulu saat masih satu kelas,hingga tak ayal jiga Ningsih berfikir demikian.

__ADS_1


"Hei..kamu kira aku ini kutu buku ya",


" Terus apa?,nilaimu kan paling tinggi di kelas"


"Ah sudahlah kau terlalu memuji,dan..siapa yang ada di sampingmu itu,apa..saudarimu?"


"Astaga aku memang harus membuka salon kecantikan saja Mulai sekarang", ucap Ningsih yang heran untuk kedua kalinya.


" Memang kenapa?"ucap Ridho bingung.


"Dia adalah teman sekelas kita apa kau sungguh tak mengenali",ia pun menatap Tari namun karena ia terus menunduk Ridho jadi tak dapat melihat wajah Tari dengan jelas.


" Oh ayolah...langsung beritahu saja",


"Ok,right..dia Tari", jawaban Ningsih seketika membuatnya terkejut, benarkah ini Tari, gadis pendiam di kelasnya yang tak pernah perduli dengan penampilannya namun ia juga diam-diam menyukai gadis itu dan yang ia tak menyangka dengan hanya sedikit riasan gadii itu kini berubah bak bidadari.Seketika jantungnya berdegup sangat kencang dan ia mencoba mencari cara agar menutupi rasa gugupnya.

__ADS_1


" Ayo kita cari tempat duduk",ajak Ridho dan diikuti oleh dua gadis itu kesebuah meja tamu yang sudah disediakan.


 


__ADS_2