
Tari pun nembuka bukunya ,apa yang akan dipelajari besok,materi yang sebenarnya belum dipelajari di kelasnya, dia mencoba menyelesaikannya,Tari sebenarnya anak yang cukup pandai sering sekali para guru memuji daya pikirnya yang selangkah kedepan dari teman\- teman sekelasnya,namun tak bisa dipungkiri pasti ada beberapa murid yang merasa iri dan mengejeknya karena ekonomi keluarganya,oleh karena itu ia selalu belajar dengan keras walau sampai larut malam.Hinaan dan ejekan tak pernah ia hiraukan, namun ia akan membuktikan melalui prestasinya bahwa meskipun keterbatasan ekonomi bukanlah halangan dari segalanya.
"Hoaaaamm",Tari menguap untuk yang kesekian kalinya sambil mengangkat kedua tangannya seperti sedang pemanasan,lalu Tari menengok ke arah jam dinding dikamarnya dan terkejut karena jam menunjukkan waktu yang sudah begitu larut.
" Astaga,sudah jam sebelas,aku harus tidur besok aku harus bangun pagi-pagi biar nggak telat sekolah",ucap tari seraya menuju kasur,matanya masih terbuka menerawang langit-langit kamarnya entah apa yang difikirjan perlahan namun pasti matanya pun mulai terpejam lalu tertidur.
\*
Pagi yang masih begitu dingin, masih seperti biasa Tari kini sudah menyusuri pasar
mencari target yang akan ditawari jasanya.
Sudah hampir 10 menit tapi ia masih belum menemukan apa pun,hatinya kini risau bagaimana jika hari ini tidak mendapat penghasilan bagaimana nasib keluarganya,
ketika Tari sedang berjalan dalam lamumannya itu,ia melihat seorang wanita paruh baya yang sedang tertatih membawa belanjaan yang lumayan banyak,ia pun segera
menghampiri ibu itu dan menawarkan bantuannya.
"Bu,ada yang bisa saya bantu" tanya Tari
__ADS_1
"Oh,iya tapi nak belanjaan ini sangat berat apakah kamu bisa membawanya", tanya ibu itu.
"Iya,saya sudah biasa membawa barang seperti ini,dan semua ini mau dibawa kemana ya bu".
" Oh ,bawa aja keparkiran ,sini saya bawa satu,itu lumayan berat loh!"
"Nggak usah bu saya masih kuat", kata Tari sambil melangkah menuju parkiran.Kemudian Tari pun dituntun oleh ibu itu menuju mobil Sedan berwarna hitam pekat mobil dengan desain mewah,kemudian seorang pria paruh baya kira-kira berumur 40an keluar dari mobil mengenakan seragam sopir pada umumnya,dengan sigap ia membuka bagasi mobil dan menaruh belanjaan tadi di dalamnya.
" Nak ini upah buat kamu,terimakasih sudah membantu ibu," ucap ibu itu memberi uang sebesar lima puluh ribu rupiah,dan langsung menaruhnya di tangan Tari,lalu ia hanya mematung sambil menatap uang itu,uang itu begitu besar baginya apakah ibu ini salah beri uang padanya?,kemudian Tari pun menghampiri dan mencoba bertanya pada ibu tadi yang sedang merapihkan belanjaannya.
"Bu"
"Ya"
"Bu kalau boleh saya bertanya,apakah ibu salah memberi saya uang segini ,mungkin anda keliru".
" Tidak,nak ibu tidak keliru saya memang memberi upah segini untukmu apakah kurang?,tanya ibu itu heran
" Memangnya kamu sering diupah berapa?"
"Saya terkadang diupah dua puluh ribu ,dan paling besar tiga puluh ribu".
" Dengan membawa belanjaan yang berat seperti ini?,dan bahkan ini bukanlah pekerjaan yang layak untukmu",jawab ibu itu seraya terkejut.
"Ya,dan sudah biasa bagi saya,saya harus berusaha agar bisa bertahan hidup dengan pekerjaan yang halal,nenek saya bilang walau pun hidup dengan harta berlimpah namun dari uang yang haram tidak akan berkah dan dibenci oleh Tuhan". Jawab Tari dengan polosnya membuat ibu tadi sekejap terpana sunggu mulia tabiat gadis ini fikirnya.
" Nak,namamu siapa? dan kamu tinggal dengan siapa?" tanya ibu itu.
__ADS_1
"Nama saya Fitri lestari,biasa dipanggil Tari saya tinggal bersama adik laki-laki dan nenek saya"
"Ohhh, perkenalkan nama tante Sulis ,dan kamu mau nggak kerja di rumah tante?"
"Kerja apa?"
"Oh pekerjaanya mudah kamu cukup membersihkan rumah,mencuci baju,dan piring itu pun kalau pembantu saya dirumah tidak sibuk dia bisa membantumu,kalau urusan memasak itu diluar pekerjaanmu,apa kamu mau?" tanya ibu itu
"Em,kalau saya mau saja selama pekerjaannya halal,tapi apa rumah ibu jauh, soalnya kalau jauh saya sulit pulang pergi karena saya tak punya kendaraan dan lagi saya pasti akan sulit ke sekolah"
"Wah kamu ternyata masih sekolah to,saya kira kamu sudah tidak sekolah soalnya kalau kamu sekolah mungkin kamu sudah akan terlambat masuk sekolah",jawab ibu itu terkejut.
" Memang kamu sekolah dimana dan sudah kelas berapa?"tanya ibu itu lagi.
"Saya sekolah di SMAN 6 Kebayoran baru bu,saya duduk di kelas X ".
" Wah,kebetulan sekali itu adalah sekolah yang sama dengan anak saya Dimas."Ucap ibu itu dengan tampak senang ."Dimas",mendengar nama itu ada rasa janggal di benak Tari nama itu mirip dengan nama anak laki-laki idola satu sekolahnya.
"Ah tidak mungkin dunia kan luas pasti itu Dimas yang lain". ucap tari dalam hati.
" Tari, bagaimana? apa kamu sudah memikirkan tawaran tante"
"Ah,kalau itu,saya harus bertanya dengan nenek saya dulu", jawab tari
" Ok kalau gitu saya antar kamu kerumah dan biar saya yang meminta izin pada nenekmu,ayo masuk mobil kita kerumahmu dan kamu beritahu jalannya."
__ADS_1
Kemudian Tari pun menurut masuk ke dalam mobil,dan mobil itu pun segera melaju ke tujuan.