Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Mungkin Kah?...


__ADS_3

"Apa yang telah terjadi,dan ada apa denganku sebenarnya,apakah benar aku sedang menyukai seseorang?, tapi kenapa saat ini yang ada di fikiran ku malah gadis itu,gadis yang bahkan tak jelas asal usulnya,tapi entah kenapa terkadang aku merasa ada sesuatu yang menarik dari dirinya, sehingga aku tak sadar selalu memperhatikan nya diam-diam, tanpa ada yang tahu,bahkan tanpa kesadaran dari diriku sendiri".


Dear: Elang.


Setelah menempuh perjalanan kurang lebih satu jam mobil sedan yang ditumpangi mereka bertiga akhirnya sampai,namun karena letak rumah yang akan mereka datangi ada didalam gang yang sempit,jadi terpaksa mereka turun didepan gang tersebut.


"Ah...akhirnya sampai juga ayo kita masuk gang ini agar cepat sampai dan istirahat",kata Ridho yang dengan santainya melangkah memasuki gang itu.


Namun lain halnya dengan Dimas dan Max,sedikit pun kaki mereka tak meranjak dari tempat mereka berdiri.


Dengan lungkungan yang kumuh,becek dan kotor itu bagaimana mungkin mereka bisa menginjakkan kaki,sungguh berbeda dengan apa yang mereka bayangkan selama perjalanan,namun berbeda dengan Ridho ia malah bereaksi biasa saja tanpa merasa jijik atau risih dengan apa yang dipijaknya padahal gaya hidupnya tidak jauh berbeda dengan mereka berdua.


" Hei kalian berdua, kenapa nggak jalan juga cepatlah... agar kita cepat sampai dan segera istirahat sebentar setelah itu kita cari spot yang keren nanti sore",ucap Ridho yang berbalik karena menyadari bahwa kedua temannya tidak mengikuti nya.


Max dan Dimas mau tidak mau menurut untuk melangkah mengikuti Ridho yang sudah berjalan agak jauh dari mereka.


Tidak butuh waktu lama,mereka bertiga pun sampai di depan sebuah rumah berwarna hijau yang dipadukan dengan jenis warna hijau lainnya,halaman yang tidak terlalu luas namun bersih dengan sebuah pohon mangga yang besar dan rindang, serta beberapa jenis bunga-bunga yang tertata rapi dan terawat di depan rumah itu yang semakin memperindahnya.


Dimas dan Max hanya terdiam namun sebenarnya mereka kagum,mereka tak menyangka di dalam lingkungan kumuh ini bagaimana bisa ada pemandangan yang begitu indah ini,sungguh tak terduga.


Ridho yang sudah berada tepat di teras rumah lantas memencet bel rumah itu,sementara kedua orang itu ikut menunggu di belakang Ridho.


Tak lama pintu itu terbuka,sang pemilik rumah itu terkejut saat melihat Ridho.


"Hah......Ridho sayang...ternyata itu kamu,kenapa nggak bilang sudah sampai padahal tante bisa tungguin kamu didepan gang loh". Ucap sang pemilik rumah yang tak lain adalah tante nya seraya memeluk erat Ridho.

__ADS_1


" Ah,nggak perlu tante,kan tidak terlalu jauh juga masuk kesini ",jawab Ridho yang masih dalam rangkulan tantenya.


" Ah apakah mereka berdua ini teman mu sayang?",tanya wanita itu seraya menatap kedua lelaki yang baru menyapa kedua lelaki yang sejak tadi berdiri di belakang sana.o


"Ah ya tan,ini kedua teman yang sudah kuberi tahukan sebelumnya yang ini Max,dan yang satu nya lagi Dimas", terang Ridho memperkenalkan kedua temannya.


" Salam kenal tante ",ucap mereka berdua berbarengan, tapi Max yang lebih semangat dan nyaring suaranya.


" Ah salam kenal, wah....bagaimana bisa kamu memiliki kedua teman yang tampan ini,ayo cepat masuk dulu kalian pasti sangat lelah ",


" Terimakasih tante... dan sebelumnya saya minta maaf karena mungkin kami akan merepotkan tante selama dua minggu kedepan"Ucap Ridho.


"Oh Yaampun....kamu ini memang tak pernah berubah ya,sejak kecil hingga sekarang sifatmu yang selalu sopan itu tak pernah hilang meski sudah bertahun-tahun berlalu,nggak lah tante nggak akan merasa repot,dan malaj merasa senang, ayo ah..kita masuk masa mau diluar terus", ajak tante nya.


_ _ _ _ _ _ _


" Ini apa namanya, dan ini gunanya untuk apa?",tanya Elang pada Tari untuk kesekian kalinya, Tari sebenarnya sudah bosan menjelaskan apa yang ditanya kan oleh Elang,


bagaimana tidak, belanjaan sebanyak ini dan setiap jenis nya ia menanyakan kegunaannya.


"Apaan sih orang ini, apa dia sengaja mau membuatku marah,kelakuan nya ini sudah diluar batas,apa dia punya syindrom hobi mengganggu orang", gerutu nya dalam hati sambil menatap tajam Elang.


" Ada apa?,kenapa kamu menatap ku seperti itu? ",


" Tidak ada,aku hanya kebetulan melihat kearahmu jangan geer",jawab Tari judes sambil cepat- cepat membungkus belanjaan Elang,ia ingin agar Elang segera pergi dari sini.

__ADS_1


"Hah...belanjaanmu sudah selesai kan,tunggu sebentar biar aku hitungkan jumlahnya dulu",


Tari pun segera meranjak dari tempat itu dan menuju meja kasir,yaitu meja bosnya.


Sementara Elang menunggu di samping meja dekat dengan tante Yanti, sambil masih menatap aktivitas tari.


" Hei Elang",


"Em...", jawab Elang yang masih sambil menatap Tari.


" Akhir-akhir ini tante lihat kamu jadi sering kepasar,tante jadi penasaran apa yang membuat mu jadi suka kepasar sekarang",tanya tante Yanti pura-pura tak menyadari.


"Maksud nya?",


"Em....maksud tante kamu dulu kan nggak suka kepasar, dan entah ada apa tiba-tiba saja selalu datang dan bahkan setiap hari datang kemari, apa kamu ada kenalan disini, atau...."


"Atau apa?", tanya Elang yang semakin bingung dengan apa maksud dari perkataan tantenya ini.


" Atau,kamu sedang menyukai salah seseorang gadis yang ada disini? ".


" Hah...",


Ia semakin bingung bahkan sangat bingung saat ini,tapi apa yang dikatakan tante nya sedikit ada benar nya,kenapa...kenapa akhir-akhir ini ia mau-mau saja disuruh ke pasar padahal biasanya ia selalu menolak mentah-mentah saat ibunya menyuruh nya kepasar, bahkan hanya sekedar menjemput pun ia tak mau,belanja adalah hal yang paling ia benci selama ini,dan apakah benar karena alasan itu ia mulai menyukai belanja,apa ia menyukai seseorang?, tapi siapa?,orang seperti apa yang ia sukai itu.


Tanpa ada jawaban yang keluar dari mulutnya atas pertanyaan yang sudah dilontarkan padanya, Tatapan nya malah tertuju pada seorang gadis yang tengah menghitung belanjaan di meja kasir,dengan ekspresi wajah yang penuh tanda tanya.

__ADS_1


"Hem...sudah kuduga anak ini memang menyukai Tari, dasar anak nakal kamu sudah besar ya sekarang...",ucap bu Yanti dalam hati sambil menatap Tari dan Elang bergiliran.


__ADS_2