
"Maaf,aku tetpaksa nerbohong,tapi ini semua terpaksa kulakukan karena aku tak ingin lagi ada yang terluka".
Dear: Tari.
Waktu menunjukkan pukul empat sore, waktu dimana biasanya jam kerja Tari sudah berakhir.Dengan suasana hati yang tenang dan juga ada rasa tidak sabar untuk pulang,ia ingin sekali bertemu dengan sahabatnya Wiranti untuk bertukar cerita sebagai percakapan malam mereka.
Tak terasa langkah itu sudah membawanya tepat berada di depan tempat tinggal nya,ia pun lantas mulai menaiki tangga kecil untuk menaiki teras menuju kamar kosnya,saat ia mulai mencari kunci untuk membuka pintu di tas selempangnya,betapa terkejut nya ia saat mendapati apa yang ia lihat.
"Ya Tuhan,"gumam nya terkejut, dadanya sampai berdegup kencang,dan rasa takut mulai menyusuri keseluruh penjuru di jantungnya.
Seekor bangkai tikus yang penuh dengan darah tergeletak begitu saja di depan kamar kosnya,ia lantas memperhatikan sekitar teras lainnya.
"Kenapa ini terasa sangat aneh,kenapa sampai ada bangkai tikua disini,dan seperti nya sengaja ditaruh disini,tapi siapa?, siapa yang melakukan ini", ucapnya dalam hati.
Kemudian ia melihat seperti ada sebuah kertas yang dilipat dan terselip diatas kepala bangkai tikus itu,entah mengapa Tari tergerak hatinya untuk mengambil lipatan kertas itu,setelah mengambil kertas itu dengan hati-hati,dengan perlahan ia membuka kertas itu.
" HAI,KAWAN BAGAIMANA?,APA HADIAH DARIKU BAGUS,DAN BIAR KU BERITAHU YA,JANGAN TERLALU TAKUT DULU,KARENA INI HANYA PERMULAAN,MASIH BANYAK LAGI HADIAH MENARIK YANG AKAN AKU KIRIMKAN UNTUK MU,KAMU TUNGGU LAH SAJA NANTI TARI DAN SEMOGA BERUNTUNG, HAHAHAHA!!!!.".
Kertas yang berisi surat Itu lantas terjatuh begitu saja dari genggaman Tari,tangannya tiba-tiba saja merasa lemas dan tubuhnya seketika bergetar hebat ia merasa takut bahkan sangat takut,dengan semua ini,semua yang nyata dengan apa yang ia lihat sudah cukup untuk membuktikan bahwa ada yang sedang menerornya,bahkan bisa dibilang ini adalah sebuah ancaman untuk nya,tapi siapa?,dan mengapa juga orang itu harus mengancamnya,apakah ia telah melakukan kesalahan pada orang lain,siapa?, fikir nya.
Namun ia berusaha menenangkan dirinya dengan beranggapan bahwa ini hanyalah sebuah keisengan yang mungkin dilakukan oleh anak-anak tetangga yang ada disini,ia pun lantas membuang bangkai itu dan bergegas masuk kerumah.
__ADS_1
"Cih,masih bisa bersikap tenang rupanya,lihat saja nanti, aku pasti akan membuatmu merasakan yang lebih sakit dari apa yang aku rasakan," ucap seseorang dari balik semak-semak.
"Apa barusan aku salah lihat,tapi tak mungkin rasanya itu seperti seseorang", gumam Elang yang baru saja keluar ia sengaja keluar karena ingin melihat seseorang yang sampai saat ini masih saja tak bisa ia hapus dari hatinya itu,namun tanpa sengaja ia malah melihat seseorang tengah berjalan dibalik semak-semak dengan terburu-buru.
"Tapi jika dilihat-lihat gerak gerik orang itu sungguh mencurigakan,aku harus memastikannya,siapa sebenarnya orang itu", ucap Elang lagi,yang kemudian masuk kedalam rumahnya,karena seperti nya Tari juga sudah masuk ke dalam kamar kosnya.
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
Sekitar pukul lima pagi Tari keluar dari kamar kosnya,ia berniat membangunkan Wiranti karena seperti nya tidak ada suara dari kamarnya,baru saja ia membuka pintu,
" Awww....emh....sakit...awww...",ia merintih kesakitan karena sepertibada benda keras yang mendarat di dahinya,ia pun memegang bagian yang sakit itu,betapa kagetnya ia saat melihat ada bercak darah di tangannya.
"Astaga dahiku ternyata berdarah,siapa sebenarnya sebenarnya yang melakukan semua ini", gumamnya seraya melihat-lihat sekitar namun tak ada satu orang pun yang terlihat.
Terdengar suara pintu yang terbuka,yaitu Wiranti yang ternyata sudah terbangun sambil melakulan beberapa gerakan peregangan,saat ia hanya iseng melihat ke arah teras Tari, betapa terkejut nya ia saat melihat Tari yang sedang terduduk dan seperti nya kesakitan.
"Tari...ada apa denganmu?", ucap Wiranti menghampiri Tari.
" Emh...nggak.... aku...nggak apa-apa kok",
"Yaampun....dahimu berdarah,bagaimana bisa berdarah begini?".
__ADS_1
" Em...tadi...tadi aku tak sengaja menabrak pintu, jangan khawatir aku tak apa-apa ".
" Em...tidak, luka mu ini haru segera diobati,sini..ayo cepat ke kamar kosku",ajak Wiranti.
Setelah beberapa saat di dalam kamar Wiranti.
"Kamu ini gimana sih bisa ceroboh begini,sampai pintu yang diam aja kamu tabrak", ucap Wiranti sambil mengobati luka Tari.
" Ah ya,aku...aku tadi berniat membangun kan mu,tapi karena mataku masih agak mengantuk jadi aku tak terlalu jelas melihat pintu,hehehe..."ucap Tari.
Wiranti yang sejak tadi mendengar jawaban dari Tari merasa aneh,jawaban dan ekspresi wajah Tari sangat lah berbeda.Ia kembali teringat saat beberapa hari yang lalu,saat ia ikut membaca buku milik teman baru nya.
"Seingatku perilaku yang ditunjukkan oleh Tari saat ini adalah, ia tengah berbohong kan?,dan jika ia sedang berbohong, jadi siapa,siapa yang sudah melakukan semua ini?", ucap Wiranti dalam hati.
" Wiranti,apa sudah selesai?,jangan terlalu lama mengobati lukaku,kamu kan harus cepat,universitas mu kan jauh bagaimana bisa kamu membuang waktu begini,ayo..cepat mandi sana!, "ucap Tari seraya mendorong Wiranti agar cepat mandi.
" Tapi....tapi itu lukamu...belum selesai ".
" udah masuk saja sana,cepat mandi!" .
Wiranti pun terpaksa menurut masuk ke kamar mandi.
__ADS_1
"Maafkan aku Wir, aku terpaksa berbohong, aku tak ingin melibatkanmu dalam masalahku
biar aku sendiri saja yang mencari tahu,siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini" ucap Tari dalam hati.