
"Belajarlah mendengar kan dan menyimak apa yang pernah dialami oleh orang lain dan putuskanlah!".
Dear:Ayumiyukina.
Disebuah ruang tamu dikediaman Nugraha yaitu rumah dari Tante Jiah Nugraha yang tak lain adalah tante dari Ridho,tengah ramai oleh canda tawa dari keempat orang yang kini tengah duduk bersama.
"Jadi kalian bertiga ini dari kelas yang sama?,tanya tante Jiah.
" Iya tante, kita bertiga dari kelas yang sama",sambar Max yang dengan semangat menjawab,sedang Dimas dan Ridho hanya saling tatap,mereka sudah maklum dengan sikap temannya yang satu ini saat melihat perempuan yang cantik tak perduli tua atau pun muda,yang jelas hal itulah yang selalu membuat jiwa flayboy nya bangkit.
"Owh....", kata tante Jiah mengangguk kan kepala.
" Hah....masa sekolah memang sangat menyenangkan, terutama saat seusia kalian masa itu masa yang sangat berkesan",kata tante Jiah lagi.
"Wah bagaimana masa SMA tante?,pasti tante punya banyak mantan pacar ya,secara...tante kan cantik, sudah pastilah banyak cowok yang antri menunggu giliran buat jadi pacar tante", kata Max dengan wajah yang penasaran.
" Hadeh....anak ini kumat deh kalau giliran ngeliat cewek cantik biar tua pun mau dia embat juga,sadar woi...udah punya anak yang seumuran sama lo tuh",ucap Dimas dalam hati,ia merasa risih dengan sikap Max yang berlebihan,sedang Ridho hanya senyum-senyum sendiri.
"Masa muda tante ya,emm.....nggak begitu menarik sih,tante dulu orangnya cukup pendiam,dan nggak pernah pacaran",
" What...masa",kata Max yang masih tak percaya.
"Iya,tante dulu nggak terlalu memikirkan tentang masalah pacaran, meski pun ada beberapa laki-laki yang mengajak tante pacaran, tapi yah...gimana ya yang namanya nggak tertarik mau bagaimana,setampan apa pun cowok itu,namun tak ada yang membuat tante teralihkan,sampai suatu hari....,ketika ada seorang murid baru datang dan kebetulan masuk dikelas yang sama dengan tante,dia anak lelaki pindahan dari kota jakarta.
__ADS_1
Saat itu dia dituntun oleh guru masuk ke dalam kelas,seperti murid lainnya, tante hanya ikut menyimak saat guru memperkenalkan nya,tak ada yang spesial,hanya kejadian yang biasa saja,dengan wajah yang biasa saja,ditambah lagi dia juga menggunakan kacamata,rambutnya ditata biasa saja tanpa style khusus,tubuh nya tegap dan juga tinggi dan berkulit putih,dengan wajah agak gugup ia mulai berbicara.
"Selamat pagi teman-teman, perkenalkan nama saya Gunawan Satyo Nugraha,kelahiran Jakarta, umur delapan belas tahun,hoby membaca,dan...karena masih murid baru dan belum tahu peraturan disini,mohon kerjasama dari teman sekalian,atas perhatian nya saya ucapkan terima kasih",ucapnya memperkenalkan diri.
" Nah kalau begitu silahkan duduk di bangku kosong yang ada di sana",ucap wali kelas kami.
Kebetulan bangku yang ada di sebelah kanan tante kosong,sudah pasti dia akan duduk disitu,dan ia pun mulai melangkah dan duduk dibangku itu,ia pun mulai mengeluarkan beberapa alat tulisnya,namun entah mengapa berulang kali ia selalu melihat kearah tante,awal nya tante tak menghiraukannya,tante kira ia sama seperti cowok lainnya yang mau dekat dengan tante,tapi ternyata bukan itu maksudnya,tante salah mengira saat ia mulai angkat suara.
"A...anu",
" Ada apa",jawab tante ketus.
"Boleh aku duduk dekat dengan mu?",tanyanya tanpa ekspresi.
"Maaf..jika kamu tak mau tak apa aku akan mencoba meminjam catatan dari teman yang lain,maaf jika mengganggu", ucapnya yang seketika membuat tante bingung dan baru sadar bahwa ia belum memiliki buku tugas,tante pun langsung berbagi buku dengannya, merasa bersalah karena sudah memikirkan yang tidak-tidak tentangnya.
Waktu berjalan begitu cepat tak terasa sudah hampir kenaikkan kelas,selama itu pula entah bagaimana kami jadi akrab,tante juga sudah tahu kalau ia hanya anak dari keluarga biasa, namun tante tak perduli,dan tanpa sadar tante entah sejak kapan mulai memperhatikan nya,sampai hal gila pun tante lakukan agar bisa selalu belajar bersamanya, padahal tante mampu mpelajari materinya sendiri, tapi tante ingin mengerjakan tugas bersama dengannya.
Seperti nya dibalik sosok sederhana itu menyimpan berjuta seribu hal spesial.
Waktu berjalan sangat cepat, bahkan teramat cepat ternyata hari kelulusan tiba,saat yang dinanti oleh semuanya, saat yang paling bahagia yang dinanti selama tiga tahun dan hari ini adalah puncaknya,namun tidak bagi tante hari ini justru hari yang menyedihkan,karena hari ini adalah hari terakhir tante bisa bertemu lagi dengannya. Meski banyak hadiah dan bucket bunga yang tante terima,namun hati tante tetap sedih entah mengapa rasanya tak rela jika harus berpisah dengannya.
"Hai,selamat ya atas kelulusan nya semoga sukses dan dapat mencapai cita-citamu,terimakasih atas bimbingannya selama ini", ucapnya seraya menyerah kan sebuah bucket bunga.
__ADS_1
Tanpa disadari oleh tante tanpa sadar menarik tangannya menjauh dari keramaian,dan membawa nya di ruang lab.
" Ada apa,kenap kamu mengajakku kesini,apa terjadi sesuatu ",tanyanya.
Entah mengapa dan tanpa disadari tante langsung menarik kerah kemeja putih miliknya dan mengecup bibir nya,ia hanya diam namun tante tahu ia sedang menahan nafas dan suara jantungnya berdetak kencang,tante pun melepas bibir itu.
" Ke....kenapa kamu....",
"Aku mencintaimu,tak bisakah kamu melihatnya bukan kah aku tadi sudah menciumu", kata tante.
" Ta...tapi apa yang menarik dariku,aku ini biasa saja dan aku hanya orang miskin yang tak punya apa-apa kamu tak akan bahagia bersama ku ",jawabnya dengan suara rendah seraya menunduk.
" Tak apa aku tak perduli, dan jika harus menunggu aku siap berapa tahun pun asalkan itu kamu",jawab tante lagi,namun tak ada jawaban,kami malah keluar begitu saja dengan saling diam.
_ _ _ _ _ _ _
Dua tahun berlalu belum juga ada kabar tentang lelaki itu,tante rasanya sedih, dan terpaksa menyetujui dijodohkan oleh orang tua.
Namun malam itu dia datang,tepat didepan mata tante,dengan membawa kedua orang tuanya,ia melamar tante,awalnya orang tua tante tak setuju namun saat tante menceritakan semua nya baru lah mereka menyetujui.
Kami pun menikah,dan saling berjanji tak akan berpisah sampai maut yang memisahkan.
"Dari situlah tante memahami,bagaimana pun orangnya,seperti apa pun keadaanya, yang namanya jodoh,siapa yang tahu entah ia orang yang sangat jauh dan bahkan mungkin yang selama ini ada di dekat kita." Ucap tante Jiah sebagai penutup kisahnya.
__ADS_1