Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Perkenalan


__ADS_3

"Apakah kali ini aku akan mendapat kan penggantimu?".


Dear:Ningsih.


Malam itu sekitar pukul tujuh malam, terdengar suara riuh dan tawa yang saling bersahutan disebuah kamar kos tempat dimana Tari tinggal.


"Wah,selamat ya Wir,kamu sudah berhasil masuk di universitas impianmu,kamu memang hebat,dan aku berdo'a semoga saja melalui langkah awal ini kamu akan menjadi seorang desainer yang terkenal, dan akan membahagiakan kedua orang tuamu dengan usahamu", ucap Tari pada Wiranti.


" Iya...aku sangat senang, aku pasti akan berusaha mewujudkan impianku bagaimana pun caranya,dan Tari.... aku berjanji jika suatu hari nanti aku sudah menjadi seorang desainer terkenal,jika kamu menikah, aku akan membuatkan gaun yang paling indah, yang khusus hanya kubuatkan untuk mu",ucap Wiranti pada Tari,Tari yang mendengar nya pun terkejut, bagaimana bisa Wiranti malah memikirkan hal sejauh ini,Jangan kan menikah,menjalin hubungan pun ia sudah tak ingin lagi,trauma akan jalinan cinta dimasa lalunya yang berujung perpisahan,membuat nya tak ingin lagi mengenal cinta, meski sebenarnya sempat kembali mencoba membuka hati pada seorang lelaki yang satu tahun lalu sudah menyelamatkan nyawanya, namun ia kembali menyadarkan dirinya, tak mungkin ia menaruh rasa pada lelaki itu,tak boleh..,hanya karena lelaki itu berubah menjadi lembut kepadanya,bukan berarti ia bisa sembarangan menyukai lelaki itu,bukan kah dia lelaki yang sama,lelaki yang sangat membenci nya dimasa lalu?,karena itulah meski awalnya sulit, namun ia tetap berusaha,berusaha untuk melupakan lelaki itu,secara perlahan hingga tak ada lagi wajah dan nama itu di dalam fikirannya.Ia pun menghela nafas pelan.


"Kamu ini yah,disaat seperti ini malah sempat-sempatnya memikirkan yang lain,sudahlah..fokus saja pada kuliah mu", ucap Tari seraya mencubit pipi Wiranti.


" Ehem...rasanya disini hanya ada dua orang gadis yang saling bersuka cita",ucap Bayu yang sejak tadi duduk sambil memperhatikan kedua gadis itu,seorang lelaki yang juga tinggal di kosan di tempat yang sama dan juga berhasil memasuki universitas terbaik di Jakarta.


"Apaan sih,ganggu aja kamu ini...lagian kamu kenapa sih disini juga kamu itu cowok, kok malah Kumpul-kumpul sama cewek,apa nggak malu", ucap Wiranti kesal,


"Memang nya kenapa?,kenapa juga kamu harus marah,ini tempat Tari, dia saja nggak marah..kenapa kamu yang marah", jawab Bayu tak mau kalah.

__ADS_1


" Kamu..",


"Sudah... sudah...bukannya hari ini harusnya kita berbahagia atas keberhasilan kalian?,kenapa malah jadi ribut-ribut,ayolah lebih baik kita rayakan", ucap Tari seraya mengangkat kue dan sebotol minuman kola yang tadi dibawa oleh Bayu dan Wiranti.


Dan dengan sebuah ajakan lembut dari Tari, mereka berdua pun akhirnya menurut,akhirnya tak ada lagi pertengkaran itu berubah menjadi sebuah kehangatan,nyaman dan rukun bagai sebuah keluarga, Tari yang diam-diam memperhatikan kedua temannya itu lantas tersenyum, ia bahagia..walau kenyataan ia yang jauh dari keluarga, namun dengan keberadaan orang terdekatnya saat ini,sudah mampu menghilangkan sedikit rasa sedih dihatinya,akhirnya malam itu menjadi malam yang amat membahagiakan baginya.


_ _ _ _ _ _ _ _ _


" Dimas... cepat lah turun sarapan mu sudah siap nih",teriak ibu Sulis.


"Iya ma...,aku akan segera turun", sahut Dimas,ia pun segera duduk dimeja makan bersama dengan ibunya.


" Oh dia tadi pagi-pagi sudah pergi bersama gadis cantik itu,hem....dia sangat cantik dan ramah andai saja ....dia dengan masmu bagaimana menurut mu?, "jawab ibunya pada Dimas.


" Siapa,maksud mama,kak maya?",tanya Dimas yang sudah bisa menebak siapa maksud dari mamanya itu.


"Iya,siapa lagi,mama suka sekali padanya,apa menurut mu mereka hanya sekedar hubungan antar teman?", tanya nama nya lagi.

__ADS_1


" Em...entahlah..aku nggak begitu yakin,em...ma aku sudah selesai, kalau gitu aku berangkat sekarang ya ma?",ucap Dimas bergegas pergi,karena hari ini ia ada kelas,Dimas langsung menghidupkan mesin motor nya dan melesat pergi.


Dimas pun akhirnya sampai di parkiran universitas, dan ia segera turun dan melangkah menuju kelas nya.


"Maaf...maaf kan aku", ucap seorang gadis yang sedang memunguti beberapa buku yang terjatuh di tengah lapangan,"sekali lagi maafkan aku...aku sedang terburu-buru", ucap gadis yang memunguti buku itu yang tak lain adalah Wiranti.


" Ah nggak apa-apa, terimakasih telah membuat mu ikut memunguti buku ku",ucap gadis yang ditabrak oleh Wiranti.


"Ah,nggak apa-apa kok...kamu nggak perlu minta maaf,ini kan salah ku,aku yang ceroboh karena aku takut telat,dan ternyata setelah sampai disini ternyata kelas belum ada yang mulai", jawab Wiranti,dan pandangan nya teralih kan pada beberapa buku yang ada fi tangan gadis itu.


"Maaf...kalau aku boleh tanya apa kamu....dari fakultas psikologi?",tanya Wiranti.


" Oh iya benar, aku dari jurusan psikologi, "


"Em...kalau gitu perkenalkan,aku Wiranti dari fakultas tata busana", ucap Wiranti seraya mengangkat tangannya seperti ingin berjabat tangan.


" Em...aku Ningsih dari fakultas psikologi, "ucap Ningsih seraya membalas jabatan tangan Wiranti.

__ADS_1


"Em....kalau kamu berkenan,apa kamu mau masuk bersama",ajak Wiranti. Tari sebenarnya terdiamn sejenak,biasanya ia tak akan mau diajak orang yang baru kenal padanya, namun entah mengapa ia jadi tak bisa menolak ajakkan gadis itu.


" Baiklah,ayo",jawab Ningsih,mereka berdua pun masuk bersama.


__ADS_2