Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Rasa Bersalah.


__ADS_3

"Rasanya baru kemarin gue menghinanya didepan semua orang, bahkan gue aja merasa kalau itu sangat keterlaluan,tapi kenapa dia malah melakukan yang sebaliknya, dia seakan melindungi nama baik gue,meski apa yang udah gue lakuin sama dia,dan apakah pemikiran gue tentang dia selama ini salah?".


Dear: Dimas.


Senja ini tampaknya agak gelap dan tak secerah biasanya,dilangit nampak beberapa awan hitam,Tari pun mempercepat langkahnya menuju kerumah,perjalanan indah yang biasanya ia nikmati saat menuju rumah, kali ini terpaksa ia kewati karena mungkin sebentar lagi akan turun hujan ia tak mau jika nanti ia terkena hujan dan jatuh sakit.


Tari akhirnya sampai didepan kamar kosnya, ia pun mulai mengeluarkan kunci dari dalam tas bekal nya.


"Tari!",terdengar suara seseorang yang menegurnya dari arah samping kirinya,ia pun menoleh kearah sumber suara.


Dan betapa terkejut nya ia saat melihat seseorang yang baru saja memanggil namanya.


" Ridho,Max",gumam Tari dengan mata yang terbelalak.


"Ke..kenapa mereka berdua bisa ada disini,dan bahkan kemarin juga ada Dimas, apakah mereka tinggal di dekat sini dimana?,dan kenapa?", ucap Tari dalam hati.

__ADS_1


" Tari,apa...kamu..tinggal disini?,sejak kapan kenapa kami tidak menyadari nya,padahal kami tinggal di kamar nomor 1,tapi kenapa kami tak pernah melihat mu",ucap Ridho yang sudah ada di depan Tari.


"Ah...ya,aku...aku...belum lama kok disini,kira-kira baru satu setengah bulan", ucap Tari gagap.


" Satu setengah bulan?, itu...adalah waktu selama kepergian mu dari rumah Dimas kan",kata Ridho.


"Em..ya",


" Tari apa sebenarnya yang terjadi,kenapa sampai kamu meninggal kan rumah Dimas, apa ada yang jahat padamu disana,apa kau tahu Ningsih sangat merindukanmu,jika dia tahu kamu ada disini pasti dia akan langsung berangkat kesini untuk menemuimu",ucap Max yang mulai angkat bicara.


" Kenapa?,kenapa kamu tak mau kembali apakah terjadi sesuatu?,kamu tenang saja kamu bisa percayakan semuanya pada kami,kami janji kami tidak akan memberitahu kan pada siapa pun alasanmu meninggal kan rumah Dimas ",kata Ridho meyakinkan


Mereka bertiga kini duduk di teras depan kamar kos tari,sejenak mereka terdiam, namun karena merasa kedua orang itu tengah menunggu penjelasan darinya,terpaksa ia harus bicara meski pun tak mungkin ia mengatakan yang sebenarnya bahwa Dimas lah alasan dari kepergian nya, ia tak mau jika mereka berdua malah menjauhi Dimas setelah ia memberitahu mereka.


" Maaf, do..aku nggak bisa cerita alasan kenapa aku pergi, karena mungkin akan membuat kita salah faham satu sama lain,dan sekali lagi aku mohon pada kalian,tolong jangan beritahu aku ada disini pada siapa pun,aku tak ingin lagi berurusan dengan keluarga paman Bagus dan bu Sulis,bukan nya aku merasa tak nyaman berada disana,hanya saja...aku tak pantas lagi ada di keluarga itu,aku hanyalah orang luar,dan hanyalah orang miskin dan rusuh sebelum tante Sulis membawa ku,dan mungkin lama-lama mereka juga akan mulai melupakanku,dan aku harap juga begitu, tapi dalam hatiku, Sebenarnya aku sangat merindukan mereka semuanya,om Bagus, tante Sulis, paman Dhanu,bu minah,dan mas Bima, aku rindu mereka semua, dan Ningsih, tentu saja aku sangat....merindukannya,terkadang aku berfikir bagaimana labarnya,apakah dia juga merindukanku,seperti aku merindukannya?,tapi yang jelas aku tak akan lupa kebaikkan mereka semua selama aku berada di sana.",jawab Tari panjang lebar

__ADS_1


"Tak apa jika memang kamu tak bisa memberitahu kan alasannya pada kami,dan pasti itu adalah yang terbaik demi kita semua,tapi aku tak perduli apa pun alasannya aku akan tetap percaya padamu, dan aku berjanji tidak akan memberitahu siapa pun jika kamu ada disini, tapi.....saat ini...kami...sebenarnya... kesini bersama Dimas, apa kamu baik-baik saja jika nanti bertemu dengan nya?", tanya Ridho.


" Tak apa,lagi pula kami sudah bertemu kok! ",ucap Tari.


" Apa?,lalu bagaimana dia saat bertemu dengan mu,apa dia memukul mu atau sebagainya,karena sepertinya di sedikit membencimu",ucap Max penasaran.


"Ya...yah begitu lah,awalnya kami saling terkejut dan gitu deh, dia kan orang nya judes,yah...habis itu dia langsung pergi dan nggak perduli dengan pertemuan kami", ucap Tari berbohong,dan kebohongan itu mulus karena ia berhasil meyakinkan kedua orang itu dengan senyum bahagia nya yang palsu.


" Oh...syukur lah,dia tidak berhata kasar padamu,"ucap Max lega.


"Em...ngomong-ngomong, kayaknya hari sudah gelap sebaiknya kalian kembali,tak baik jika kita dilihat tetangga berkumpul malam-malam begini,"ucap Tari seraya berdiri, diikuti Ridho dan Max yang juga berdiri.


" Ah ya,kalau begitu masuklah",suruh Ridho, dan Tari pun segera masuk kedalam kamar kosnya,begitu pula mereka berdua yang juga masuk ke dalam kamar kos mereka.


Tanpa sepengetahuan mereka sebenarnya Dimas entah sejak kapan sedan mengupin pembicaraan mereka dari ujung bangunan kos,ia pun terdiam sejenak setelah mendengar apa yang baru saja dikatakan Tari.

__ADS_1


"Kenapa?,kenapa dia nggak bilang sama mereka kalau gue sudah berkata kasar sama dia,padahal dia bisa saja mengadukan semuanya pada Ridho dan Max, tapi kenapa,dia nggak memberitahu semuanya, siapa sebenarnya yang salah disini,jika dia nggak bisa ngadu sama orang lain,gue ngerasa cuman gue satu-satunya yang jahat disini," ucap Dimas dalam hati dengan perasaan yang bercampur aduk antara benci dan rasa bersalah pada gadis itu.


__ADS_2