
Elang kini tengah memilih barang yang tertulis di kertas yang diberikan ibunya,namun sejak tadi fikirannya tak sepenuhnya fokus pada kegiatannya tersebut,karena sejak tadi fikirannya terbagi pada satu arah yang menarik perhatiannya,yaitu pada seorang gadis yang tengah sibuk melayani Pelanggan disana.
Wajah yang terlihat natural tanpa sentuhan bahan kosmetik dan bahkan hanya selalu berpakaian apa adanya,dan seperti nya ia bukan tipe orang yang mempermasalahkan apa yang ia kenakan.
Gadis itu tak lain adalah Tari yang sibuk dengan aktivitasnya,namun tanpa ia sadari sejak tadi Elang diam-diam memandanginya dari jauh dengan bibir sedikit tersenyum.
Tanpa disadarinya,Laras yang diam-diam menaruh rasa pada Elang pun juga diam-diam memperlihatkan wajah lelaki itu,ia pun juga tersenyum saat melihat senyum manis yang terukir indah dibibir lelaki itu,sunggh hatinya rasanya mau meleleh saat melihat senyum itu.
Namun ia tersadar saat melihat tatapan mata itu,seperti nya ia sedang memandang sesuatu,tapi apa?,Laras pun lantas mengikuti arah dari pandangan lelaki yang ia kagumi itu.
"Kenapa?,kenapa harus dia...,tidak bisakah kamu sedikit saja menatapku,apa yang istimewa darinya,dia bahkan tak jauh beda dengan ku,tapi tatapan matamu selalu berbeda saat kamu menatapku dan menatapnya,sungguh aku tak mengerti," ucap Laras dalam hati yang menyadari bahwa Tari lah objek dari pandangan lelaki itu.
_ _ _ _ _ _ _
__ADS_1
Disisi lain Dimas, tengah asyik dengan ponselnya,boleh saja ia terlihat memainkan ponselnya,namun siapa yang tahu bahwa ia tengah memikirkan hal lain,hal yang bahkan tak perlu ia fikirkan,ingatannya kembali pada saat beberapa hari yang lalu saat ia menghina Tari didepan semua orang,bahkan ia sendiri tak tahu sudah berapa kali ia membuat gadis itu menangis,bahkan jika dibandingkan dengan apa yang sudah di lakukan tari pada keluarganya,perbuatan nya selama beberapa hari ini bahkan terasa lebih jahat.
"Apa....gue perlu minta maaf agar kita jadi impas,dan gue maupun dia akan mengulang seperti orang asing yang tak saling kenal dan nggak bakal berhubungan lagi", ucapnya dalam hati.
" Hei Max",
"Hem..", jawab Max yang sejak tadi sedang bermain game di sebelah nya,juga sambil rebahan.
" Apa...lo....pernah minta maaf sama orang lain?",
" Kapan,pada siapa dan tentang apa itu?",tanya Dimas yang mulai menunggu jawaban dengan serius.
"Saat aku masih SMP aku berbohong pada mamaku,aku bilang mau kerja kelompok,tapi sebenarnya kami main game online bareng,dan entah bagaimana beliau bisa tahu aku bohong,dan menghukum ku,aku tidak diberikan uang saku selama seminggu,sungguh berat rasanya hidup tanpa uang jajan,dan setelah satu minggu aku minta maaf dan aku berjanji tak akan akan mengulanginya lagi". jelas Max panjang lebar.
__ADS_1
"Benar-benar jawaban yang nggak berguna!",ucap Dimas yang seketika kesal,dan Max pun hanya diam,ia tak mau ambil pusing,ia sudah faham Dimas kini sedang kesal tapi karena apa?,entah lah...
Sekitar jam empat sore biasanya adalah waktu dimana saatnya kepulangan Tari, dan Dimas sengaja duduk di depan teras kamar kosnya seorang diri, sementara Max dan Ridho sedang pergi ke ikon kota untuk berburu potret pemandangan sunset untuk menambah koleksi mereka.
" Mana sih tuh cewek, kok lama banget",ucap Dimas dalam hati,ia geram karena ia sudah tak tahan lagi,pasalnya kali ini ia berencana ingin meminta maaf pada Tari, dan ia sudah mempersiapkan kata-kata yang bagus dengan susah payah,namun gadis itu malah tak kunjung datang.
Tak lama terdengar suara yang mendekat,Dimas pun langsung berdiri setelah menyadari bahwa yang datang adalah Tari.
"Tari,hei...Tari", Belum sempat ia memanggil Tari, malah ada orang lain yang mendahului nya,orang itu tak lain adalah Elang, orang yang sama dengan tempo hari bermasalah dengannya.Dimas pun seketika geram saat melihat bahwa Tari malah menghampiri lelaki itu, dan bukan dirinya,ia pun memperhatikan kedua orang itu dari kejauhan,tatapan mata lelaki itu,bagaimana caranya menatap Tari sangatlah dan bagaimana tatapan Tari saat berbicara padanya sangat lah berbeda saat Tari berbicara padanya,apakah dia menyukai lelaki itu,fikir Dimas.
" Cih,sialan....apa sih bagusnya cowok itu,dasar cowok sama ceweknya sama,sama-sama buta",gerutu Dimas dan kemudian masuk ke dalam kamar kosnya,menutup pintu dengan kasar.
"Em....sebenarnya aku tak yakin aku masih ingat pelajaran ini,tapi... kalau memang kamu perlu bantuanku untuk mengajarimu tentang materi ini aku akan berusaha sebisaku,besok malam kan?,kalau gitu aku pulang dulu ya sampai jumpa besok malam", pamit Tari.
__ADS_1
" Iya...sampai jumpa besok ",jawab Elang sambil tersenyum riang,pasalnya kali ini ia sangat senang,karena Tari akan mengajarinya,dan yang pasti mereka akan bisa lebih dekat.
" Mulai hari ini dan saat ini juga aku Elang,menyatakan bahwa aku menyukai gadis bernama Tari, dan aku berjanji akan mengejarnya dan membuat nya menyukaiku dengan usahaku",gumam Elang yang mengucapkan ikrar dengan dirinya sendiri.