
"Kenapa hal ini terjadi lagi,setelah aku mulai mendapat sedikit kebahagian,malah datang beberapa gangguan yang datang silih berganti, dan apa maksud dari apa yang menimpaku selama ini,awalnya aku menganggap bahwa semua ini hanya sebuah kebetulan, namun semakin lama semakin terasa aneh siapa dia,siapa orang itu yang seperti nya menaruh dendam padaku"
Dear:Tari.
Disebuah jalan tol jurusan Bogor sebuah motor CBR berwarna biru bercampur hitam tengah melaju dengan kecepatan tinggi, bukan tanpa alasan si pengendara untuk melanggar peraturan lalu lintas,dikarenakan dilejar oleh rasa resah yang dirasakan oleh pengendara nya tatkala mendengar teman perempuan yang sudah ia anggap sebagai saudarinya itu tengah berada di tempat yang sejauh ini.
Si pengendara itu tak lain adalah Dimas, yang sedang bergumam sendiri dalam fikirannya sejak awal keberangkatannya hingga saat ini,ia tak habis fikir dengan tingkah Ningsih yang malah melibatkan dirinya,"sungguh menjengkelkan", umpatnya.
Tak lama kemudian ia mulai mengendarai sepeda motor nya dengan perlahan,karena ia harus sambil fokus memperhatikan GPS yang ia taruh di motor nya.perlahan namun pasti ia mulai menemukan keberadaan Ningsih, namun ketika sudah hampir sampai, ia merasa aneh saat ia melintas disuatu jalan dalam pencariannya.Entah mengapa ia merasa familiar dengan jalan ini,semakin lama ia menempuh perjalanan semakin pula ia yakin bahwa jalan yang tempat kini ia berada adalah jalan yang sama saat menuju ketempat tantenya Ridho.
"Ada apa ini kenapa malah kesini?, apa GPS nya rusak?", ucapnya dalam hati,namun meski pun begitu ia tetap mengikuti apa yang ditunjukan oleh GPS itu.
_ _ _ _ _ _ _ _
" Ada apa Ningsih?,apa terjadi sesuatu?apa kamu ada kelas pagi,tidak apa pulanglah dulu,nanti kalau ada waktu kamu boleh kok mampir kesini lagi, jangan sampai gara-gara kesini kamu malah ketinggalan materi ",tanya Ningsih.
__ADS_1
" Ah,em...nggak kok hanya teman kuliah yang sedang menanyakan keberadaan ku",jawab Ningsih,seraya mengedip-ngedipkan matanya pada Wiranti,kerena Wiranti tahu kalau ia tak terlalu punya banya teman lain,bahkan bisa dikatakan tidak punya teman kecuali Wiranti sendiri. Wiranti yang menyadari kode dari Ningsih lantas diam ia sudah mengerti maksud temannya itu.
"Tittt..tit...", tiba-tiba terdengar suara klakson yang sontak saja mengejutkan ketiga gadis itu.
" Dimas ",gumam Ningsih,lantas mereka bertiga pun seketika berdiri. Tari sebenarnya juga terkejut akan kehadiran Dimas namun ia berusaha untuk tenang.Dimas pun lantas turun dari motor nya dan melangkah mendekat kearah kamar kos itu.
"Kenapa kamu ada disini?", tanya Dimas yang sesaat sempat menatap kearah Tari, dan kemudian beralih menatap Ningsih.
" Ah aku....tentu saja aku ingin bertemu Tari, sudah sekian lama kami tidak bertemu sejak kepergian nya dulu,dan sekarang aku kembali bertemu dengan nya, tentu saja aku akan menemuinya bagaimana pun dan dimana pun ia berada",jawab Ningsih.
"Jadi hanya ini alasanya,alasan kamu berani berbohong pada mamamu dan juga membawa-bawa namaku,ayo cepat kita pulang?",jawab Dimas seraya mencoba menarik tangan Ningsih,namun Ningsih menepis tangan Dimas.
"Apa maksud mu?"
"Entah mengapa ini semua terasa begitu janggal,dimulai dari kedatanganmu kesini,terasa sangat aneh,pada umumnya walau menggunakan GPS sekali pun bagaimana mungkin kamu secepat itu menemukan tempat ini, dan tatapan mu itu... saat melihat Tari pun...,wajahmu tak terlihat terkejut sama sekali,tidak seperti orang yang pertama kali bertemu, apa kah kamu....sudah...tahu dan sudah pernah bertemu Tari sebelum nya?,"tanya Ningsih yang seketika membuat Dimas terdiam seketika, ia tak tahu lagi harus menjawab apa,gadis itu dengan mudah dan cepat nya mampu menebak semua nya dengan tepat dan kritis,tidak hanya Dimas Tari pun tak kalah kagetnya, ia juga sedang mencari alasan yang masuk akal untuk membuat Ningsih percaya dan tak mengungkit hal ini,tapi bagaimana temannya itu kini berbeda sekarang, gadis itu tak sepolos dulu lagi,dan bahkan lebih berfikiran kritis dan cepat tanggap,dan tak ada pilihan lain selain menceritakan semua nya secara perlahan tanpa membuatnya terluka.
" Aku...aku....hanya kebetulan mudah menemukan tempat ini kok, lagian tadi juga aku sambil bertanya pada orang lain, dan mereka memberi tahu ku jalan dan aku dengan mudah sampai disini ",kelit Dimas gugup, namun ia berusaha menyembunyikan rasa gugup nya itu.
__ADS_1
"Bahkan kali ini pun kebohonganmu mulai terlihat Dimas, kamu itu terlalu bodoh untuk membohongi ku sekarang",
"Kamu...berani nya....",
" Sudah jangan marah,Dimas dan Tari sebaiknya kalian berdua bicara jujur sekarang juga ceritakan semuanya padaku sekarang! ",perintah Tari yang sudah tak tahan lagi ingin segera mengetahui alasan yang sebenarnya.
Pada akhirnya Ningsih lah yang menang,dengan terpaksa Tari menceritakan semuanya,Ningsih pun mulai menerima alasan yang menyebabkan Tari pergi dari rumah tante Sulis.
Sekitar pukul sembilan pagi,Ningsih memutuskan untuk segera pergi kekampus,dia merasa tenang karena sudah mendapat jawaban atas rasa penasaran nya selama beberapa tahun ini,Tari dan Wiranti juga ikut mengantar kepulangan Ningsih di depan gang hingga mobil itu melaju dan perlahan menghilang dari pandangan.
Tari dan Wiranti pun segera kembali ke kosan mereka saat sampai didepan kosan tiba-tiba sebuah batu melayang begitu saja dan tepat mengenai dahinya.
"Awww...ah....", rintih Tari seraya memegang dahinya.
" Tari ada apa?,hah....kenapa dahimu tiba-tiba berdarah? ",
" Aku tidak tahu tiba-tiba saja sebuah batu mendarat di dahiku",jawab Tari seraya menahan sakit.Wiranti yang mendengar penjelasan Tari merasa aneh dan ia lantas melihat kearah sekitar,benar saja ia melihat samar-samar seperti ada seseorang yang sedang mengintip dari semak-semak.
__ADS_1
"Hei,siapa disana?,apa kamu yang melakukan ini,hei...jangan pergi!", teriak Wiranti yang melihat orang itu bergegas pergi." Siapa dia dan apa maksud nya melakukan ini padamu? ",gumam Wiranti.
"Ayo Tari, kita harus segera mengobati lukamu"ajak Wiranti membawa Tari masuk.