
Pagi ini seperti biasa,mereka bersiap-siap untuk pergi kesekolah dan Bima juga bersiap kuliah,maklum ia anak kuliahan karena lebih tua empat tahun dari Dimas dan Tari,Dimas sudah siap dengan memgenakan kaos basketnya,Bima sudah selesai karena ia nemang biasa bangun pagi kini ia sengaja duduk di ruang tamu sambil mengecek ponselnya,sedang Tari sedang mempersiapkan bekalnya.
"Loh ..Bima ,kenapa kamu masih belum berangkat apa nggak telat", ucap ibunya heran biasanya ia langsung berangkat walau pun masih pagi.
" Nggak ma,ini memang belum waktunya kok masih ada waktu",alasannya saja,namun berkesan natural karena ia memang orang yang selalu tenang.
"Ah..maaf membuat menunggu,tadi saya sedang menyiapkan bekal." Ucap Tari terengah-engah.
"Iya nih kamu lamban banget sih", ucap Dimas
marah.
" Maaf...
"Sudahlah,ayo anak-anak cepat berangkat nanti telat kamu juga Bim lekas lah..", ucap ibunya.Mereka pun pamit kepada ibu Sulis dan bergegas menuju mobil.
"Tari...", suara memanggil itu sontak membuatnya terhenti dan berbalik,dan Bima pun melangkah mendekat ke arah Tari dan..
" Semangat ya...",ucap Bima sambil mengusap lembut puncak kepala Tari dan langsung menuju kearah mobilnya dan segera berangkat.
Tari pun tercengang mendapati perlaku manis dari pujaan hatinya,ia tersenyum sambil memegang kepalanya kemudian saat tersadar ia pun langsung bergegas menuju mobil.
_ _ _ _ _
Bima kini sedang dalam perjalanan menuju kampus,namun tiba-tiba ia teringat akan gadis itu,Tari kini sedang bersemayam di kepalanya ia teringat akan ekspresi terkejut Tari saat ia mengusap kepalanya,Bima pun tersenyum sendiri.
"Hem manis sekali...", gumamnya.
__ADS_1
Mereka berdua pun sampai di sekolah,
Dimas pun bergegas keluar dari mobil ia
selalu bersemangat setiap kali mengikuti per-
tandingan basket,Tari masih berdiri di depan mobil ia ingin berpamitan pada pak Dhanu.
" Paman Tari berangkat dulu ya,hati-hati di jalan",ucap Tari
"Iya,kamu juga semoga lancar belajarnya",
Iya,terimakasih", jawabnya dan pak Dhanu pun
langsung berlalu meninggalkan Tari.
" Tari....,tiba-tiba terdengar suara yang familiar baginya,perlahan ia berbalik dan menunduk kemudian perlahan menengadah,benar saja suara itu berasal dari teman baiknya.Yang perlahan mendekat ke arahnya.
" Hai..sekarang udah besar ya..ada hubungan apa kamu sama Dimas?,tadi aku lihat kamu turun dari mobilnya lho",kata Ningsih menyelidik.
"Ja..jadi kamu lihat semuanya",
" Yup,aku sudah curiga saat kurang lebih satu bulan ini tidak pernah terlambat lagi kesekolah dan bahkan lebih pagi,jadi aku putus kan deh menunggumu di depan gerbang,dan ternyata apa yang aku lihat,hah... aku merasa bukan teman baikmu karna kamu sekarang punya rahasia dari ku",kata Ningsih dengan wajah kecewa.
"E...enggak aku bisa jelaskan Ningsih,tapi jangan disini kita cari tempat yang agak sepi,"
bujuk Tari seraya menarik tangan Ningsih.
_ _ _ _
"Oh....jadi kamu takut ketauan orang lain dan takut aku marah,yaampun Tari sayang......
__ADS_1
untuk apa aku marah aku bahkan tidak menyukainya". kata Ningsih
" Tapi kenapa kamu selalu senang dan kagumsaat melihat Dimas?",tanya Tari dengan ekspresi bingung
"Oh...aku hanya mengaguminya sebagai teman masa kecilku"
"Kamu teman masa kecilnya Dimas kenapa nggak pernah cerita,dan kenapa aku nggak pernah liat kamu kerumahnya Dimas.
"Ah,untuk apa juga aku membeberkan sesuatu yang tidak terlalu penting,dan aku memang jarang kesana paling bila ada acara saja,tapi mulai sekarang aku akan sering ke sana untuk menemui Tari sayang", ucap Ningsih senang
" Ningsih tolong ya jangan beri tahu siapa pun soal ini,nanti aku akan jadi target penggemar Dimas,ya...Please...."Tari memohon.
"Sebenarnya nggak ada alasan kamu takut sih,tapi okelah...."
"Ningsih aku bersyukur orang yang mengetahui ini adalah kamu coba kalau orang lain bisa kena bully aku,makasih ya"
"Ah, udah lah ayo kita ke perpustakaan," ajak Ningsih sambil menarik tangan Tari
"Wah...Ningsih sayang sudah besar,tumben ambil inisiatif ke perpus?,biasanya kan dipaksa dulu", ledek Tari
" Jadi nggak nih kalau nggak aku langsung ke lapangan aja",kata Ningsih ngambek
"Iya ...iya ayo ke perpus"bujuk Tari
_ _ _ _ _ _
Hari ini adalah babak penentuan pertarungan makin sengit,kini hanya tersisa dua tim,tim SMAN 6 sekolah Dimas dan SMAN 47 Jaksel.Kini sedang berebut memenagkan juara satu,
" Pertarungan semakin sengit....bagi tim SMAN 6 tinggal dua point lagi ....dan bagi SMAN 47 tinggal lima point...siapakah yang akan merebut piala basket antar sekolah tahun ini.....,kata pengamat meneriakkan permainan.Mata para pemain semakin terfokus pada kedua tim yang sama-sama bisa dibilang sama- sama kuat.
__ADS_1
"Gue harus berhasil dan harus tembakkan three point lagi agar cepat selesai", ucap Dimas dalam hati,dan tiba-tiba matanya melihat Tari yang sedang berdiri sedang menonton dirinya.Begitu juga dengan Tari ia terkejut karena mendapati dimas yang sedang menatap dirinya.Lalu Dimas pun keluar dari garis agak jauh.
" Wow...apakah Pemain nomor dada satu akan kembali melakukan three point...."