Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Berhati-Hati Lah!.


__ADS_3

"Bisakah kita juga menjadi sahabat?"


Dear: Wiranti.


 


Tari kini tengah mengemas barang-barangnya dan siap untuk pulang karena ini adalah waktunya pulang.


 


Semua karyawan di toko itu keluar dan bergegas untuk pulang ke rumah masing-masing.


 


Tak terasa dari pagi yang sejuk,berganti menjadi siang yang terik,dari siang yang terik berganti jadi senja nan indah,hingga berganti menjadi malam,seperti malam ini,langit malam ini sangat cerah,banyak bintang bertaburan memenuhi langit malam.


 


Tari yang sedang memperhatikan langit yang dipenuhi bintang itu sambil bersandar di pintu, seketika teringat akan kedua orang yang sangat berharga dalam hidupnya, kedua orang yang amat ia sayang dan cintai di dunia ini.Kebersamaan dan kasih sayang yang pernah ia rasakan selalu ia kenang sampai kapan pun,tak terasa ia pun menyunggingkan sebuah senyuman manis dibibirnya,hatinya merasa nyaman dan damai saat ini,seakan ia benar-benar sedang bersama dengan kedua orang yang ia rindu kan itu.Namun senyum yang beberapa saat lalu sedikit tersungging di bibirnya seketika lenyap,saat ia kembali tersadar akan kenyataan bahwa kedua orang yang tengah ia rindu kan itu telah tiada,tak terasa dua bulir air bening disudut matanya mulai mengalir melewati pipi mulusnya.Seketika ia terisak pelan,ia mencoba menghentikan air matanya,namun tak bisa,rasa sedih dihatinya tak mampu ia kendalikan akhirnya ia menangis sesegukan sendiri di depan pintu itu.


"Ayah...ibu...maafkan aku...hiks...padahal aku sudah janji pada kalian jika aku tidak boleh banyak menangis... karena orang yang terlalu banyak menangis adalah orang lemah...hiks...maaf..".Ucap tari sambil menangis,sambil menutup kedua matanya dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


" Tari....Tari...apa yang sedang apa kamu lakukan",ucap seseorang yang tiba-tiba mengejutkannya.Mendengar itu pun Tari lantas mendongak.


"Tari....kamu....menangis?", ucap Wiranti orang yang sedang ada dihadapannya.


" Ah,enggak kok aku hanya....aku tadi...aku tadi kelilipan saat sedang memperhatikan bintang-bintang,dan karena sangat sakit aku mengucek mataku sampai keluar air mata,ah..lupakan saja nanti juga pasti hilang,bagaimana dengan kuliah mu apa kamu merasa nyaman disana?",ucap Tari mengalihkan.


"Tari,aku tidak suka melihat mu yang sedang berbohong sekarang, itu tidak seperti dirimu yang sebenarnya, yang biasanya selalu berkata jujur apa pun situasinya,dan aku mohon...jika kamu memang menganggap aku teman, jika terjadi sesuatu,atau kamu mengalami masa sulit sekali pun cerita lah padaku!,aku tak keberatan,seperti kamu yang selalu menghawatirkanku maka aku juga sama seperti mu,jadi sekali lagi aku mohon ceritalah apa saja padaku!," ucap Wiranti yang seketika membuat Tari terdiam.


"Maaf kan aku Wiranti, jika aku membuatmu tersinggung,tapi aku terpaksa berbohong karena aku tak ingin merepotkan orang lain,aku tak terbiasa melakukannya,tapi...mulai sekarang aku akan mencoba untuk jujur padamu," ucap Tari seraya sedikit tersenyum,seketika Wiranti memeluk Tari erat,tanpa sadar Tari pun kembali menangis setelah mendapat sedikit penerangan dari Wiranti.


 


 


"Sudah lebih baik?",tanya Wiranti,yang dibalas anggukkan oleh Tari.


" Em...maaf ya jika tadi aku sedikit kasar bicaranya,tapi aku serius marah loh tadi,aku takut terjadi sesuatu padamu,apa kamu tahu akhir-akhir ini aku mendengar kabar bahwa ada dua orang tahanan yang berhasil melarikan diri,kalau tidak salah seorang laki-laki dan perempuan dan lagi katanya mereka adalah membunuh yang baru saja ditangkap tahun lalu setelah berhasil melukai seorang pelajar SMA dan juga kasus penculikan,jadi karena itulah aku menjadi semakin takut jika akan terjadi sesuatu padamu. "Ucap Wiranti panjang lebar.


"Benarkah!,kamu benar aku harus lebih berhati-hati.Tapi....daripada aku bukankah kamu lebih rentan terhadap kejahatan,terlebih lagi perjalanan yang ditempuh begitu jauh,kamu juga harus berhati-hati Wir,kehidupan dikota begitu kejam,banyak yang menjadi kriminal karena keaulitan mencari pekerjaan,jadi bagaimana pun kamu harus selalu waspada,ok!" Ucap Tari.


"Em...ya,terimakasih karena sudah memperhatikan aku,oh ya...aku hari ini mendapat kan teman baru loh,"

__ADS_1


"Oh ya,siapa laki-laki atau perempuan?", tanya Tari.


" Seorang perempuan,perempuan cantik,bahkan sangat cantik sampai aku tak bisa mendeskripsikannya."


"Oh...baguslah,dan siapa namanya,bukannya kalian sudah berkenalan?".


" Oh ya...namanya itu....em.....namanya.... ni...ning....apasih aku lupa namanya pokoknya dia sudah memberitahukan namanya.


Saat Wiranti mengeja nama itu,tiba-tiba Tari teringat akan satu nama,nama dari sahabat lama yang sangat ia rindukan Ningsih, apakah itu Ningsih, orang yang sekarang kenal dengan Wiranti?,fikir nya.


"Wir",


" Ya",


"Kalau boleh tahu gadis yang baru saja kenal dengan mu itu ada di fakultas apa?" tanya Tari penasaran.


"Dia bilang dia....ada di fakultas.... oh ya fakultas psikologi,kenapa?",


" Oh tidak, aku hanya....tanpa sadar teringat akan teman lama mungkin saat ini dia juga sudah kuliah ",ucap Tari seraya tersenyum.


" Heh...tersenyum lah selagi kamu bisa Tari, tunggu saja nanti, aku akan membuat mu tak bisa lagi untuk tersenyum bahkan tak bisa lagi bernafas",gumam seseorang yang tengah mengawasi mereka berdua dari kejauhan,dengan pandangan yang penuh dengan kebencian,tak lama kemudian orang itu pun pergi dari tempat yang agak gelap tempat tadi ia bersembunyi.

__ADS_1


__ADS_2