
"Wow apakah pemain dengan nomor dada satu akan kembali melakukan tembakan
three point".
Entah mengapa setelah mengetahui Tari juga menonton pertandinganya ia makin terpicu untuk menang.Dengan posisi nya yang sudah pasti ia memarik nafas dan mulai melempar bola,bola pun seketika melayang di udara dan
" Brakkk...", seketika seluruh penonton berteriak ricuh
"Wow......ternyata berhasil....jadi bisa dipastikan pemenangnya adalah tim dari sekolah SMAN 6.....selamatttt......"
Dan siswi pun seketika mendekat pada tim pemenang terutama Dimas,
"Tari ayo kita juga samperin Dimas,kata Ningsih aambil menarik tangan Tari.
" Nggak ah,kamu aja biar aku tunggu di sini saja",
"Ayolah sekali iniiii aja ya, ikut ya..ya..",bujuk Ningsih Tari awalnya hanya diam namun ia tak bisa menolak sahabat baiknya itu.
" Baiklah ,sekali ini saja ya",
"yess ayo"
Setelah sampai di lapangan basket ,mereka berdua langsung ikut berdesak-desakkan dikeramaian,Tari merasa risih lantaran banyak dorongan yang membuatnya berapa kali hampir jatuh.
"Aduh apa manfaatnya sih nerdesakkan seperti ini", ucap Tari dalam hati.Namun tiba-tiba ada dorongan yang kuat dari belakangnya hingga ia pun tersungkur tepat di depan Dimas,tangannya kini tepat memegang sepatu Dimas seperti sedang bersimpuh.
" Awww,sakittt",rintihnya sambil memegang lututnya yang berdarah.Semua siswi yang mengerumuni tadi pun sontak terhenti dan menatap arah Tari,ada yang marasa kasihan namun ada juga yang menertawainya,rasain siapa suruh ikut ikutan kata sebagian siswi.
Dimas pun langsung jongkok dan melihat luka Tari,menatap nanar luka di kedua lututnya.
__ADS_1
"Siapa yang ngelakuin ini siapa yang dorong dia", teriak Dimas geram,entah mengapa ia marah saat melihat Tari kesakitan ada rasa aneh didadanya rasa sesak dan amarah yang tak bisa dijelaskan.
Semua terdiam hanya diam,tak ada satu pun yang bicara,hening.
" Tari kamu kenapa kakimu berdarah",ucap Ningsih setelah mengetahui bahwa yang dikerumuni itu adalah temannya.
"Tari tunggu sebentar aku panggil bu guru dulu", belum sempat Ningsih melangkah
" Tidak perlu biar aku saja yang membawa nya,"ucap Dimas,yang sontak membuat segerombolan siswi itu terkejut.
"Ayo taruh tanganmu di bahuku biar aku membopong mu ke UKS", tawar Dimas.
" Nggak apa-apa biar Ningsih saja yang membopong ku",Tari menolak
"Cepat lah Ningsih tidak akan sanggup membopongmu", kata Dimas
" Tidak, panggilkan guru saja tolong!",jawab Tari sambil menahan sakit.Tiba-tiba Tari terkejut lantaran Dimas kini menggendongnya paksa ala-ala pengantin,kemudian melangkah pergi meninggal kan ratusan pasang mata yang mengamati mereka namun Dimas sedikit pun tak perduli ia tidak merasa risih sekali pun.
"Dimas,kenapa kamu menggendongku seperti ini orang-orang sedang melihat aku malu", ucap Tari sambil menutup wajahnya.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di UKS,Dimas pun langsung merebahkan tubuh Tari di kasur putih dengan ranjang kayu.
"Lo tunggu disini,Ningsih sedang mencari petugas UKS," kata Dimas melangkah menuju keluar.
"Dimas...",Tari memanggil hingga ia berbalik menatap Tari
" Ada apa?"
"Terimakasih karena membawaku kesini",ucap Tari sambil tersenyum,walau wajahnya agak pucat.
"nggak masalah", lalu Dimas pun keluar tanpa ia sadari wajah nya kini memerah jantungnya berdetak tak beraturan,baru kali ini Tari tersenyum padanya" manis",itu lah kesimpulan yang ia tangkap setelah melihat senyum Tari.
__ADS_1
"Apaan sih,Dimas sadarkan dirimu", ucap nya sambil menepuk pipinya.
Tak lama kemudian guru pun datang bersama Ningsih,dan Ningsih pun menghampiri Tari dengan cemas.
" Tari..maafkan aku,seharusnya aku tidak memaksamu ikut denganku."ucap Ningsih menyesal
"Tidak,ini bukan salahmu ini adalah kecelakaan",
" Tetap saja aku sungguh minta maaf,nanti malam aku akan menjengukmu".
Setelah selesai membalut luka Tari, ia pun langsung ingin langsung diantar ke dalam kelas.Saat Tari ingin melangkah dibantu oleh Ningsih tiba-tiba seorang wanita paruh baya masuk.
"Tari...Tari,bagai mana keadaan kakimu", kata wanita itu yang ternyata tante Sulis.
" Tante..."ucap Tari dan Ningsih berbarengan.
"Kenapa tante ada disini" tanya Tari bingung
"Tadi Dimas menelpon tante katanya kamu terluka,jadi tante langsung ke sini,apa masih sakit?",
" Aduhhh,untuk apa Dimas memberitahu tante segala",katany dalam hati
"Ah,udah nggak sakit tante,aku juga mau kekelas sekarang",
" No,no,no,kamu harus pulang sekarang biar kita langsung ke rumah sakit,nanti infeksi loh",pak Dhanu tolong kesini sebentar bantu saya membopong Tari ke mobil kita kerumah sakit sekarang."
"Tidak usah tante saya sudah...,dan tas saya juga ada di kelas jadi saya ke kelas saja ya"
"Udah,nggak usah dipikirin nanti tante suruh Dimas yang membawanya.
__ADS_1
Meski mendapat penolakan dari Tari,namun tante Sulis tetap saja kukuh dengan kehendak
nya,hingga membuat Tari terpaksa menurut.Dan mereka pun langsung menuju rumah sakit ternama.