
Waktu persiapan pun berakhir kini para pemain sudah mengambil posisi masing-masing,seluruh murid yang ada pun tak sabar ingin segera menyaksikan pertandingan.
"Selamat pagi semua !!!kini saat yang paling ditunggu-tunggu oleh kita semua pagi ini kita akan melaksanakan lomba basket tahunan antar selolah,dan tidak perlu lama-lama lagi...kita akan menyaksikannya,are you ready!!!!,kata panitia cara perlombaan.
" Readyyyyy!!!!!",teriak seluruh murid yang ada,wasit mulai membawa bola ketengah lapangan,dan bersiap melempar bola yang sudah dihadang oleh masing-masing satu pemain dari dua tim untuk merebut bola pertama.Wasit mulai melempar bola,dan bola langsung direbut oleh Dimas dan langsung menggiring bola menuju ke area lawan banyak operan sebelum akhirnya Dimas berdiri ditengah lapangan aambil memasang kuda-kuda.
"Wow..apa yang akan dilakukan pemain dengan nomor dada satu...!!!! dilihat dari posisinya sepertinya akan melakukan tembakkan Three point!!!,kita lihat saja..." kata pengamat menerangkan.Dimas pun melempar bola seketika membuat para penonton diam karena tegang,dan ...
" Brakkk"
"Wowwww,luar biasaaaaa tembakan three point yang dilakukan pemain sukses!!!!"
"wahhhhhh", semua murid pun sontak bersorak karena kagum,meskipun ini bukan pertama kalinya Dimas melakukan tembakan three point tapi tetap saja selalu terasa begitu luar biasa.
" wowwww Dimas memang paling the best",sorak Ningsih yang membuat telinga Tari terasa hampir pecah.Namun Tari hanya bisa pasrah sambil menutup telinganya,karena ini adalah janjinya pada Ningsih.Sementara itu perlombaan pun berlanjut dan pasti juga akan menjadi hari yang panjang bagi Tari.
Tak terasa permainan pun hampir berakhir untuk hari ini,tinggal satu point lagi bagi tim Dimas untuk masuk babak selanjutnya,permainan pun kian sengit hingga akhirnya bola berada di pihak tim Dimas dan berada di tangan teman satu timnya lalu mengambil kuda -kuda dan melempar bola kearah ring lawan dan....
"Masuk......sudah di pasti kan yang akan masuk babak selanjutnya adalah tim dari SMAN 6 Kebayoran Baru.....,pertandingan selanjutnya akan dimulai besok pagi di tempat dan waktu yang sama baiklah denga ini saya akhiri pertandingan hari ini salam olah raga!!!,kata penutupan dari pengamat dan seluruh siswa pun langsung disuruh pulang masing-masing.
__ADS_1
_ _ _ _ _
Siang ini seperti biasa Tari sedang membersihkan rumah majikannya itu,ia kini sedang mengepel lantai ruang tamu,namun pekerjaannya kali ini terasa sulit pasalnya Dimas sejak tadi keluar masuk ruang tamu
dan tentu saja meninggalkan beberapa jejak kaki yang membuat Tari kewalahan,hingga akhirnya kesabarannya smpai padah puncaknya.
" Dimas!!!,tolong ya toloooong sekali kamu bisa nggak jangan sering lewat sini aku kan jadi susah ngepel lantai",kata Tari kesal
"Dimas,sudahlah jangan mengganggu nya", tiba-tiba suara itu mengalihkan pandangan
mereka berdua.
"Mas Bim....,ucap Dimas kaget,sedang Tari hanya terperangah kagum akan sosok mas Bima.Dan Bima itu pun langsung menatap tari
sambil tersenyum manis.
" Tari...kamu lanjutkanlah pekerjaanmua aku akan membawa anak nakal ini pergi,Dimas ayo!!",kata Bima seraya pergi bersama Dimas.
__ADS_1
"Fiuhhh,akhirnya pergi juga dia,untung ada mas Bima,ucap Tari menghela nafas lega.
Tak terasa hari telah menjelang petang ,matahari pun sudah mulai bersembunyi di ufuk barat Tari kini sedang berada di taman ia habis menyapu pekarangan,dan karena kelah ia pun duduk dibangku dan sebuah meja bundar tempat buasa keluarga Bagus bersantai.Ia kini terperangah kagum,ia baru menyadari bahwa ternyata rumah ini tepat menghadap kearah barat tentu saja,kini pemandangan sunset itu kini indah warna jingganya.
" wah..aku baru sadar kalau rumah ini tepat menghadap ke barat indahnya....",kata Tari bicara sendiri seraya tersenyum manis
"Indah bukan",tiba-tiba ada suara dari samping yang mengejutkan dan sontak ia pun langsung berdiri dan melihat kesumber suara.
" Ah,ternyata mas Bisma kaget aku",kata Tari sambil memegang dadanya.
"Ah maaf kalau mas mengagetkanmu dan boleh kah mas ikut duduk"
"oh bo..boleh", ucap Tari gagap.
" Langitnya indah ya.."kata Bima.
"iya indah..indah sekali,jawab Tari tersenyum manis,Bima pun tanpa disadari memandang wajah Tari dari samping
"Iya indah dan cantik", katanya tersenyum memandangi wajah Tari yang memang cantik baginya, ada niat untuk mendekati gadis polos itu tapi akankah ia juga menaruh rasa padanya seperti ia menaruh rasa pada gadis belia itu.Perlahan namun pasti bayangan senja yang indah pun mulai menghilang menjadi agak gelap pertanda akan datangnya malam.
" Tari ayo masuk!,ajak Dimas berdiri seraya menjulurkan tangannya.Awalnya Tari ragu dan malu,namun setelah melihat wajah pria yang begitu lembut itu hatinya luluh dan rasa ragu pun menghilang hingga akhirnya Tari pun menjulurkan tangannya dan di genggam oleh Bima dan menuntun nya berdiri.Mereka pun melangkah beriringan sambil berbincang menuju pintu masuk.
__ADS_1