Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Elang.


__ADS_3

 


Sore yang cerah,sekitar pukul lima lebih .Sang surya pun mulai memancarkan sinar jingganya nan elok ke seluruh penjuru,itu artinya hari sudah menjelang petang,dan burung-burung pun juga bergegas terbang ke tempat mereka tinggal,karena hari akan segera berganti dengan kegelapan malam.


 


Tari kini tengah menyapu halaman rumahnya,ia juga menyapu halaman depan kos-kosan yang yang lain,suasana hatinya kini sedang sangat bagus, pasalnya ia baru saja diterima bekerja di sebuah toko sembako yang tak jauh dari tempat nya tinggal.


Sambil masih dengan aktivitasnya, ia menengadahkan kepalanya, ia pun melihat cahaya jingga itu,namun sayang cahaya itu tak dapat ia saksikan sepenuhnya, karena ditutupi oleh beberapa bangunan yang menjulang tinggi.


"Seandainya masih dirumah tante Sulis, pasti pemandangan matahari terbenam sore ini terlihat cantik, sambil menyirami bunga-bunga yang indah bagaimana ya bunga-bunga itu sekarang,apakah mereka merindukanku?",gumamnya,ia pun seketika teringat akan kenangangannya semasa ia tinggal disana.


Mimik nya seketika berubah ia sedih,karena teringat akan sosok lelaki yang ia rindukan,dan apakah lelaki itu juga merasakan hal yang sama seperti ia rasakan saat ini.


Sesak dadanya saat memikirkan lelaki itu,pertanyaan itu terulang lagi di benaknya,apakah lelaki itu juga merindukannya?,atau kah mungkin sudah mendapat kan pengganti dirinya,mungkin saja,siapa yang tidak akan tertarik dengan pria sempurna, itu,ketampanan nya,kelembutan nya,kehangatan nya,senyum manisnya,serta kelebihan lainnya,siapa yang tak akan jatuh dalam pesonanya,namun apalah daya, kebahagiaan itu terpaksa ia buang dari hidupnya,perbedaan dunia dan segalanya semakin membuat nya yakin bahwa mereka tak ditakdirkan untuk bersama,itulah yang mendorong nya rela untuk menyerah,dan lari dari segalanya, ia takut jika ia tidak mampu mengahadapi kenyataan.

__ADS_1


Tak terasa air matanya keluar, keluar begitu saja tanpa ia sadari,tanpa persetujuan dari pemiliknya,ia mencoba mengusap air matanya,namun tak mau berhenti,ia lantas menjongkok dan menyembunyikan wajahnya di kedua lutut nya,seraya kedua tangannya memeluk kedua kakinya.


"Hiks... hiks...hiks...",


"Hei,kamu sedang apa?,kamu tahu tidak kalau kamu itu menghalangi jalan",ucap seseorang yang tiba-tiba mengejutkan nya,mendengar suara itu ia lantas mendongak mengarahkan pandangannya pada pemilik suara itu.


" Elang..",ucapnya terkejut saat melihat sosok itu,sejak kapan ia disini dan kenapa ia bahkan tak mendengar suara sepeda motornya.



"Hei, kamu menagis?," tanyanya yang menyadari Tari sedang menagis.


Tari yang mendengar perkataan lelaki itu hanya memalingkan wajahnya,ia lantas melihat ke arah rumah lelaki itu.


"Apa matamu masih normal?",tanya Tari kesal karena ia melihat bahwa halaman dan jalan di depan rumahnya itu tidak ada yang menghalangi dan bahkan sangat luas tanpa halangan,namun kenapa malah lewat didepan kos-kosan dan mengganggu orang lain,sungguh menjengkelkan,ia memang kerap mengganggu Tari sejak awal bertemu dan selalu memandangnya tak suka.

__ADS_1


"Dia ini wajah dan perilakunya sangat bertolak belalang,benar-benar pencari masalah,sungguh berbeda dengan ibunya yang cantik,ramah dan baik hati itu,apakah dia ini sungguh anak dari tante cantik itu?",ucapnya dalam hati seraya menatap tak suka pada Elang yang juga sedang menatap nya.


" Kenapa melihat ku seperti itu,aku tahu aku tampan tapi jangan menatap ku seperti itu dong",ucapnya.


"Hah...astaga..., ini pertama kalinya aku bertemu orang seperti mu sungguh mengagumkan",Jawab Tari dengan wajah sumringah hingga tampaklah senyum manis nya, Elang yang pertama kalinya melihat gadis itu tersenyum tercengang, ternyata dia juga bisa tersenyum,fikirnya.


" Halo...aku sedang memujimu apa kamu tidak senang? ",kata Tari seraya melambaikan tangannya di depan wajah Elang, sehingga ia pun tersadar dari lamunannya.


"Atas dasar apa?", tanyanya pada gadis itu.


" Atas kepedean mu yang kelewatan,bisa-bisanya tanpa malu memuji wajahnya sendiri tanpa pendapat dari orang lain ",ejek Tari yang membuat nya sedikit kesal.


"Memang Kenapa, memang kenyataan nya kan?", jawabnya dengan suara yang agak meninggi.


" Iya..iya..kamu menang,kamu yang paling tampan,sudah puaskan?,kalau gitu aku pergi dulu ya sudah mau gelap sebaiknya aku harus segera pulang, dan kamu juga pulang dan lekas bercermin dan melihat wajah tampan mu itu sampai puas,dah...",ucap Tari seraya berlalu pergi meninggalkan lelaki yang tengah kesal sendiri itu.

__ADS_1


"Berani sekali dia,lihat saja siapa yang akan tertarik terlebih dahulu, pasti kamu yang akan tertarik padaku,akan kubuat kamu tertarik padaku,lihat saja nanti", ucapnya seraya menaiki motornya menuju halaman rumahnya.


__ADS_2