Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Menyatakan Perasaan.


__ADS_3

"Aku tahu aku ini orang yang tak tahu diri,aku bahkan menolak mu setelah menerima semua kebaikkanmu selama ini,kamu boleh benci padaku...bencilah jika padaku..... aku rela, tapi jangan paksa aku,jangan paksa perasaanku,karena kamu tak pantas menyukai orang seperti ku,aku takut suatu saat kamu akan menyesal."


Dear:Tari.


 


Disebuah rumah megah dengan gaya bangunan yang modern namun bercampur dengan gaya klasik,sesuai dengan sang pemilik rumah yang seorang arsitektur sekaligus merupakan salah pengusaha properti ternama di negeri ini,yang tak lain adalah kediaman keluarga besar Robert Nugraha,atau lebih tepatnya tempat tinggal Maya.


 


Bima tentu saja tak asing lagi dengan rumah ini,dulu ia pernah satu kali datang kesini karena urusan bisnis ayahnya pada tuan Robert,karena ayahnya tak bisa hadir karena urusan mendadak di luar kota,jadi bima sebagai putra sulung,sekaligus cikal bakal penerus usaha propertinya diminta datang untuk menggantikan ketidak hadiran ayahnya itu.


"Bima, tunggu apa lagi,ayo masuk!," ajak Maya.


"Ah ya baiklah",ucap Bima yang mengikuti langkah gadis itu.


 


Disebuah kamar UGD VIP,Dimas tengah duduk sambil merapikan bajunya yang baru saja ia kenakan,pasalnya hari ini ia sudah diperbolehkan pulang, karena lukanya sudah mulai sembuh, namun tetap saja ia masih belum diperbolehkan beraktivitas, meskipun sekolah sekali pun,karena mungkin membuat lukanya kembali terbuka.


 


" Apa kamu yakin sudah sembuh sayang, apa sebaiknya kita tambah satu minggu perawatan lagi?",tanya tante Sulis khawatir.

__ADS_1


"Nggak mommy aku sudah sembuh kok,lihat", ucap Dimas seraya bergerak-gerak kecil.


Tante Sulis hanya bisa pasrah dengan keputusan putra keduanya itu,mereka pun segera bersiap-siap untuk pulang.


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Sekitar pukul empat sore seperti biasanya tari pun menyempatkan menyapu halahman jika ia sempat.


" Huh....capek juga ternyata,karena sudah lama nggak melakukan ini jadinya cepat lelah deh",ucap Tari.


"Hei Tari," seru Elang yang tiba-tiba memanggil namanya.


"Ada apa lang,wah kamu rapi sekali mau kemana apa kamu ada janji khusus dengan seseorang apa itu pacarmu?", tanya Tari yang menyadari perbedaan penampilan Elang hari ini.


"Memang nya kenapa kamu masih belum menyatakan perasaanmu padanya..,memangnya apa yang membuatmu tak kunjung menyatakannya kan...nggak ada alasan dia menolak mu, kamu baik,kamu cukup tampan dan seperti nya tak ada kekurangan pada dirimu,katakanlah padanya... dia pasti akan langsung menerima perasaan mu dengan senang hati," ucap Tari pada Elang, mendengar pernyataan Tari itu Elang lantas merasa senang tak terkira,pasalnya gadis yang ingin ia nyatakan perasaan nya adalah gadis yang kini ada di harapan nya, dan tengah memujinya.Tentu saja..setelah mendengar mendapat itu langsung dari mulut Tari, ia semakin yakin bahwa gadis itu juga pasti juga menaruh rasa padanya,gadis itu akan menerima perasaannya,ia sangat senang, hampir saja ia berfikir untuk nemeluk gadis itu sekarang juga,tapi ia mengurungkan niatnya,ia tak mau Tari malah akan berfikiran bahwa ia lelaki yang kurang baik,yang tak menghargai perempuan, ia tak mau sampai itu terjadi.


"Hei Elang...,kenapa kamu malah melamun?", ucap Tari yang menyadarkannya dari lamunan.


" Tari ",..


" Ya",


"Apa kamu sibuk nanti malam?",

__ADS_1


" Nggak ada sih,memang nya ada apa?"


"Em....apa kamu mau ikut bersama ku?,dan apa kamu senang membaca buku?,aku dengar sedang ada pameran buku disebuah pasar malam di taman kota", tanya Elang yang mulai memberanikan diri untuk memulai rencananya.


" Benar kah,kalau gitu aku mau,aku sangat suka membaca novel,komik,dan buku panduan merias,pasti banya jenis buku menarik disana,dan...apa kamu mau menunggu ku bersiap-siap, sebentar saja..",jawab Tari, dengan mata yang berbinar-binar,dugaan Elang sangat lah tepat, Tari memang sangat suka membaca,meskipun itu hanya sebuah kebetulan, namun siapa sangka,kebetulan itu membuahkan hasil, sedikit demi sedikit ia berhasil menyenagkan hati gadis itu, dan yang lebih mendebarkan ialah,bahwa sebentar lagi ia akan keluar bersama Tari, ia tak sabar ingin mengutarakan perasaan yang ia pendam selama ini.


Tak lama kemudian Tari pun keluar, dan mereka segera berangkat,Tari pun segera naik dan duduk pada bagian belakang sepeda motor milik Elang, tanpa menunggu lagi,mereka pun langsung melaju menuju tempat yang dituju.


_ _ _ _ _ _ _ _ _ _


Tari tengah memilah buku\-buku yang menurut nya menarik,ia pun segera mengambil beberapa buku yang ia sukai,dan segera membayar buku yang sudah ia pilih.


Tari dan Elang kini sedang duduk di sebuah bangku taman yang tak jauh dari pasar malam itu,meskipun begitu tempat itu agak sepi, mungkin orang-orang yang melihat mereka pasti mengira mereka adalah sepasang anak muda yang tengah bersudau gurau manikmati suasana hati yang tengah berbung-bunga.


"Lang,terimakasih ya..berkat kamu aku bisa menemukan beberapa buku favoritku,jika bukan karena mu aku pasti tak akan memiliki buku-buku ini sekarang, dan...katanya tadi kamu mau kencan tapi... kenapa aku tak melihat ada seorang gadis disini,dimana dia?," tanya Tari sambil menengok kesana kemari.Sementara Elang bukannya menjawab,malah menatap lekat wajah Tari, gadis itu sungguh tak tahu bahwa dirinya lah orang yang ia maksud.


"Tari,aku menyukaimu",ucapan Elang barusan membuat Tari terkejut tak terkira,matanya terbelalak namun ia tak dapat berbicara saking kagetnya,"aku sudah lama menyukaimu,sudah sejak lama sekali,saat terakhir kali aku menyatakan perasaanku berbarengan dengan Dimas waktu itu."


"Ftttt...Elang kamu tahu,leluconmu kali ini sangat lucu,hampir saja aku pingsan saking kagetnya dengan leluconmu ini",


" Apa wajahku terlihat sedang main-main,aku sungguh menyukaimu dan aku tidak pernah seserius ini pada orang lain,hanya padamu...,


jawab Elang yang mencoba membenarkan kesalah fahaman gadis itu.Namun Tari hanya diam seraya menunduk,cukup lama mereka larut dalam keheningan sampai akhirnya Tari angkat bicara.

__ADS_1


"Maaf,Elang aku sungguh minta maaf,aku tak bisa membalas perasaan mu", jawab Tari.


__ADS_2