Cahaya Takdir

Cahaya Takdir
Awal Dari Luka Yang Lama.


__ADS_3

"Mengapa disaat aku sudah mulai menemukan kebahagiaan,kau malah muncul dan menggali luka lama,sehingga luka yang mulai pulih itu kini kembali terbuka,dan bahkan meninggal kan bekas cambukkan yang mendalam dihatiku,apakah sedikit pun aku tak berhak bahagia?".


Dear:Tari.


Dimas dan Ridho kini tengah berjalan menyusuri pasar itu,mereka berdua memilih dan sambil memikirkan menu apa yang akan mereka buat untuk menu makan malam ini.


"Hei Dimas bagaimana ....kalau kita masak lalapan saja,apa kamu suka makan lalapan?", tanya Ridho.


" Apa itu lalapan?,apa termasuk makanan luar negeri,kok gue nggak pernah dengar",jawab Dimas datar.


"Ffttt....hahaha...kamu serius nggak tahu apa itu lalapan?,lucu sekali", ucap Ridho sambil tertawa geli menertawakan temannya itu.


"Ada apa,kenapa lo ketawa?,apa ada yang lucu?",


" Kamu ini ya,masa lalapan dibilang makanan luar negeri,lalapan itu makanan yang biasanya ter buat dari ikan atau ayam bakar yang dibarengi dengan beberapa jenis sayur yang masih mentah,enak loh dan apa kamu pernah memakannya",


"Nggak,memikirkan nya saja mau muntah,masa makan sayur yang masih mentah kurang kerjaan banget", jawab Dimas.


" Baiklah,gimana kalau kita tetap buat lalapan tapi kamu makan ayamnya saja biar aku yang makan dengan sayur mentah nya",


"Terserah lo aja,yang penting nggak memaksa gue makan tuh sayur mentah",


Mereka berdua sudah sepakat dan mulai mencari bahan-bahan yang akan diperlukan.

__ADS_1


" Nak,bisa tolong bantu nenek mengantar kan barang nenek ke sana,seperti nya anak nenek akan lama datang kesini jadi...apa kamu mau membantu nenek ",pinta seorang nenek pada Tari yang baru saja belanja di toko sembako tempat ia bekerja.


" Ah,tentu nek...dimana sebaiknya saya membawa ini?",tanyanya seraya mulai memegang plastik yang lumayan besar,namun itu tak ada apa-apa nya bagi Tari, ia sudah sering melakukan nya saat ia menjadi kuli dipasar dahulu,jadi bukanlah sesuatu yang sulit hanya mengangkat satu plastik belanjaan itu.


"Ah,terimakasih nak,kalau gitu ikuti nenek ke sana", ucap nenek itu.


Tari pun mulai berjalan mengikuti nenek yang tengah memandunya di depan.Tak lama kemudian sekitar tiga puluh meter dari toko nenek itu berhenti di samping sebuah mobil hitam, nenek itu melambai menyuruh nya mendekati mobil itu.


" Hah...kalau gitu ini taruh dimana nek?",


"Oh..taruh saja disamping sini,pintu nya terkunci karena anak saya belum datang",


" Oh..kalau gitu,saya taruh disini ya nek,saya akan segera kembali ke toko,jadi saya pamit nek,sampai jumpa lagi",pamit Tari, belum sempat berbalik nenek itu malah memanggil nya.


"Ada apa nek?",


"Saya juga ber terimakasih atas doa nya,em...kalau begitu saya pamit ya nek, sampai jumpa lagi", ucap Tari tersenyum dan berlalu pergi meninggal kan nenek yang masih menatap langkahnya yang semakin menjauh.


Tanpa disadari oleh Tari ternyata ada sepasang mata yang memperhatikan nya dari kejauhan,pemilik dari mata itu adalah milik Dimas, ia sejak tadi memperhatikan gadis itu dari kejauhan, matanya terbelalak,ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat.


" Tari...,apakah itu benar Tari?",gumamnya,seraya masih memperhatikan langkah gadis yang kian menjauh itu.


"Ada apa?", tanya Ridho yang tak sengaja mendengar Dimas bergumam namun ia tak mendengar dengan jelas.

__ADS_1


" Nggak...gue...tadi cuma...cuma cari inspirasi cari menu apa lagi untu makan besok ",ucapnya berbohong.


" Oh...kalau kamu mau aku buat kan makanan apa saja aku akan berusaha membuat nya selama aku bisa",


"I..iya,em...Ridho gue...mau kesana sebentar, gue mau buang air kecil,lo tunggu sebentar disini nanti gue balik lagi",


" Ok,tapi kalau kamu tersesat atau apa hubungi saja aku",ucap Ridho.


"Ok,kalau gitu gue kesana dulu ya",pamit Dimas yang langsung berjalan mencari seseorang yang sejak tadi ia perhatikan.


Ia akhirnya menemukan seseorang yang tadi ia amati,tanpa ragu ia pun langsung menarik tangan gadis itu,yang tak lain adalah Tari, Tari yang terkejut karena merasa tangannya ditahan oleh seseorang lantas berbalik.


Betapa terkejut nya ia saat ia melihat wajah dari orang yang mencekatnya itu,matanya terbelalak, bibir nya kelu tak mampu lagi ia bicara saat melihat orang yang kini ada dihadapannya, seseorang yang sudah membuat nya menderita,orang yang tanpa ragu menghinanya,dan yang tak lain adalah orang yang telah membuat nya jadi seperti ini,hingga memaksanya meninggal kan semua orang yang ia cintai,dan segalanya,dan mengapa orang itu malah muncul dihadapannya.


" Tari,kenapa lo ada di sini, apa lo nggak merasa bersalah sedikit pun,saat lo pergi semua orang dirumah nyalahin gue, dan yang paling marah sama gue adalah momy, dia mengira gue yang menyebabkan lo pergi dari ruma",ucapnya panjang lebar,Tari sejak tadi hanya diam karena menahan sabar,ia pun lantas melepas tangannya dari genggaman Dimas, dengan menghela nafas panjang ia berusha terlihat tenang,meskipun ia kini benar-benar marah.


"Maaf seperti nya kamu salah orang,saya tidak ingat kalau saya mengenalmu,jadi saya pamit dulu saya sedang buru-buru", ucap Tari yang langsung berlari meninggal kan Dimas yang terpaku,ia tak sadar lagi bahwa ia tengah diperhatikan banyak orang.


" Apa salah orang?,nggak mungkin gue salah orang,karena hanya dia yang memiliki wajah yang menyebalkan dan wajah itu wajah yang paling gue benci,bagaimana mana bisa gue salah",gumamnya sendiri.


Sementara Tari kini masih berlari menuju tempat ia bekerja,ia berusaha menahan tangisnya, ia takut jika ia menangis matanya akan sembab dan semua orang akan menyadari nya dan pasti akan menanyakan yang macam-macam.


Namun tanpa diduga air mata itu keluar begitu saja,ia pun berhenti di samping sebuah toko yang sedang tutup sehingga agak sepi,ia mencoba menghapus air matanya yang masih terus mengalir meski ia tak menginginkannya.

__ADS_1


"Kumohon....berhenti lah keluar... hiks....", gumamnya seorang diri sambil mengusap air matanya.


" Ya Tuhan...kenap aku harus bertemu lagi dengannya,tidak kah cobaan hidup ini sudah berat,bagaimana bisa kau malah mem pertemukan ku dengan orang yang telah membuat ku jadi seperti ini...hiks...kumohon...jangan pertemukan akj dengannya lagi",ucap Tari yang akhirnya menangis seorang diri di samping toko itu.


__ADS_2